Jurnas.net – DPD Partai Golkar Jawa Timur mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029 dengan menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Organisasi. Forum ini tidak sekadar agenda rutin, tetapi menjadi titik konsolidasi penting untuk memperkuat struktur partai hingga akar rumput sekaligus menyiapkan strategi pemenangan sejak dini.
Rakornis yang diikuti pengurus dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Jatim ini menitikberatkan pada pembenahan struktur organisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan jejaring kader secara menyeluruh.
Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Ali Mufthi, menegaskan bahwa kekuatan partai sangat ditentukan oleh soliditas struktur dan kualitas SDM di dalamnya. Karena itu, penguatan organisasi menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
“Rakornis ini fokus pada penguatan struktur, peningkatan kualitas SDM, dan pembangunan jejaring yang solid. Ritme organisasi harus dijaga agar tetap bergerak dan tidak kendor,” kata Ali, Rabu, 6 Mei 2026.
Menurutnya, Golkar harus terus bertransformasi menjadi organisasi modern yang adaptif terhadap perubahan sosial dan politik. Struktur partai tidak boleh kaku, melainkan harus mampu merespons dinamika masyarakat yang terus berkembang.
“Organisasi modern itu menjadi identitas Golkar. Struktur harus diisi oleh orang-orang yang punya kapasitas dan didesain untuk menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Ali juga mengingatkan bahwa visi, misi, dan program partai tidak akan berjalan efektif tanpa ditopang oleh struktur organisasi yang sehat dan solid. Persoalan internal, jika tidak segera diselesaikan, berpotensi menghambat kerja politik partai.
“Kalau strukturnya tidak kuat, maka visi dan misi tidak akan sampai ke masyarakat. Karena itu, pembenahan internal menjadi kunci,” katanya.
Pengurus DPD Partai Golkar Jatim di sela Rakornis persiapan hadapi Pemilu 2029. (Insani/Jurnas.net)
Selain penguatan struktur, Rakornis ini juga menjadi momentum awal dalam menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029. Salah satu fokusnya adalah mengoptimalkan peran kader sebagai saksi di tempat pemungutan suara (TPS), yang dinilai krusial dalam menjaga suara partai.
Golkar Jatim berencana menghidupkan kembali sistem kaderisasi saksi berbasis internal, sekaligus memperkuat struktur hingga tingkat desa dan kelurahan melalui kelompok karya (pokkar).
“Kita bangun kembali kekuatan di tingkat bawah, termasuk saksi di setiap TPS. Ini penting untuk memastikan mesin partai bekerja sampai level paling bawah,” jelas Ali.
Ia juga mendorong agar jejaring yang dimiliki para calon legislatif (caleg) dapat diintegrasikan ke dalam struktur inti partai. Menurutnya, jaringan politik yang sudah terbentuk harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi strategis organisasi.
“Jejaring caleg itu aset. Harus masuk dalam struktur inti seperti ketua, sekretaris, dan bendahara, agar organisasi semakin kuat,” ujarnya.
Secara umum, Ali menilai struktur Golkar Jatim saat ini sudah cukup solid, dengan keterlibatan berbagai elemen, termasuk perempuan dan kader muda. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan semangat konsolidasi hingga mendekati tahun politik.
“Yang paling penting adalah menjaga semangat ini tetap hidup sampai 2029. Konsolidasi tidak boleh berhenti di sini,” pungkasnya.
Editor : Amal