Ponpes DenanyarJombang Bangun Rumah Sampah Terpadu, Dorong Santri Jadi Pelopor Lingkungan

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peresmian Rumah Sampah di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Kabupaten Jombang. (Dok: Jurnas.net)
Peresmian Rumah Sampah di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Kabupaten Jombang. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net — Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, resmi membuka Rumah Pengelolaan Sampah sebagai bagian dari penguatan program lingkungan hidup dan pengelolaan sampah terpadu berbasis pesantren.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar bersama Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) serta Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) dalam mendorong budaya peduli lingkungan di lingkungan pesantren.

Peresmian Rumah Pengelolaan Sampah menjadi langkah strategis pesantren dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih terstruktur, edukatif, dan berkelanjutan. Dengan jumlah santri mencapai lebih dari 6.000 orang, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi pusat pengelolaan sampah terpadu sekaligus sarana pendidikan lingkungan hidup bagi para santri dan masyarakat sekitar.

Kegiatan peresmian dihadiri sejumlah pihak yang selama ini terlibat dalam pengembangan program lingkungan di pesantren. Dari unsur CCEP hadir Anang Zakariah yang menyampaikan dukungan terhadap penguatan pengelolaan sampah berbasis komunitas pesantren.

Sementara itu, Khoerudin dari P3M menegaskan pentingnya membangun kelembagaan lingkungan di pesantren sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.

Turut hadir pula Maman Abdurrahman dan Abdurahman Mubarok yang selama ini mendampingi pengembangan program pengelolaan sampah di lingkungan pesantren. Dari pihak pesantren, dukungan penuh disampaikan oleh Najwa Fikri selaku perwakilan yayasan serta Siti Chaulatul Aimmah dari unsur pengasuh pondok pesantren.

Ketua Eco Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Hilmy, menjelaskan bahwa pembangunan Rumah Pengelolaan Sampah bukan sekadar proyek kebersihan, melainkan gerakan sosial dan edukasi lingkungan yang bertujuan membangun budaya hidup bersih dan kesadaran kolektif di kalangan santri. Menurutnya, pengelolaan sampah harus dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan moral dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Pengelolaan sampah di pesantren ini merupakan kegiatan sosial dan bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga sustainable environment atau keberlanjutan lingkungan. Fokus utama kami bukan semata-mata aspek ekonomi, tetapi membangun budaya peduli lingkungan, kebersihan, dan tanggung jawab bersama di kalangan santri,” ujar Hilmy, Minggu, 10 Mei 2026.

Ia menambahkan, apabila di masa mendatang program tersebut mampu menghasilkan nilai ekonomi dari pengolahan sampah organik maupun anorganik, maka hal itu akan menjadi nilai tambah untuk memperkuat keberlanjutan program lingkungan di pesantren. “Jika nantinya rumah sampah ini memiliki pendapatan dari hasil pengelolaan sampah, maka itu merupakan bonus dari gerakan sosial lingkungan yang sedang kami bangun bersama,” katanya.

Rumah Pengelolaan Sampah ini dirancang menjadi pusat pengelolaan sampah terpadu yang mencakup pemilahan sampah, pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot dan produksi kompos, hingga pengumpulan sampah anorganik bernilai ekonomi. Selain itu, fasilitas tersebut juga akan difungsikan sebagai pusat edukasi lingkungan hidup bagi santri agar budaya pengelolaan sampah dapat tumbuh sejak dini di lingkungan pesantren.

Program Eco Pesantren yang dikembangkan di Denanyar dinilai menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan persoalan sampah di lingkungan pendidikan berbasis asrama yang memiliki aktivitas padat setiap hari.

Melalui kolaborasi bersama P3M dan CCEP, Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar berharap dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis pesantren yang mampu memberikan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan, sekaligus menginspirasi pesantren lain di Indonesia untuk membangun gerakan serupa.

Berita Terbaru

Kasus Penyekapan Perempuan di Rancaekek, DPRD Minta RT/RW Perkuat Pengawasan Lingkungan

Kasus Penyekapan Perempuan di Rancaekek, DPRD Minta RT/RW Perkuat Pengawasan Lingkungan

Rabu, 24 Jun 2026 09:46 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 09:46 WIB

Jurnas.net - Terungkapnya kasus penyekapan seorang perempuan di kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, menuai keprihatinan dari berbagai pihak. Ketua DPRD…

Puluhan Tahun Bermukim, Ratusan KK di Bulak Banteng Surabaya Masih Menunggu Kepastian Status Wilayah

Puluhan Tahun Bermukim, Ratusan KK di Bulak Banteng Surabaya Masih Menunggu Kepastian Status Wilayah

Selasa, 23 Jun 2026 18:04 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 18:04 WIB

Jurnas.net – Persoalan yang dihadapi ratusan kepala keluarga di kawasan Bulak Banteng Bandarejo, Kecamatan Kenjeran, kembali menjadi sorotan. Setelah b…

HUT ke-52 SIER, 100 Anak Ikuti Khitan Massal Modern Tanpa Jahitan untuk Warga Sekitar Kawasan Industri

HUT ke-52 SIER, 100 Anak Ikuti Khitan Massal Modern Tanpa Jahitan untuk Warga Sekitar Kawasan Industri

Selasa, 23 Jun 2026 17:46 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 17:46 WIB

Jurnas.net – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan bisnis p…

DPRD Sentil Khofifah: Jangan Bangga Pendapatan Pemprov Jatim Surplus Saat Kemiskinan dan Pengangguran Masih Tinggi

DPRD Sentil Khofifah: Jangan Bangga Pendapatan Pemprov Jatim Surplus Saat Kemiskinan dan Pengangguran Masih Tinggi

Selasa, 23 Jun 2026 16:02 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 16:02 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah atau Gus Atho', mengkritik tajam di tengah capaian pendapatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa …

Usia Harapan Hidup Warga Banyuwangi Meningkat, Ipuk Perkuat Pembangunan Ramah Lansia

Usia Harapan Hidup Warga Banyuwangi Meningkat, Ipuk Perkuat Pembangunan Ramah Lansia

Selasa, 23 Jun 2026 13:09 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 13:09 WIB

Jurnas.net – Peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat Banyuwangi menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah yang semakin inklusif dan b…

DPRD Jatim: Guru Honorer Lebih Membutuhkan Kepastian Status dan Kesejahteraan daripada Motor Listrik

DPRD Jatim: Guru Honorer Lebih Membutuhkan Kepastian Status dan Kesejahteraan daripada Motor Listrik

Selasa, 23 Jun 2026 12:19 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 12:19 WIB

Jurnas.net – Wacana pengalihan hibah motor listrik yang sebelumnya disiapkan Badan Gizi Nasional (BGN) kepada guru honorer memunculkan beragam respons. Di satu …