PKB Bongkar Bobroknya Tata Kelola Bank Jatim, Ancam Gunakan Hak Angket Jika Tak Berbenah

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB, Ahmad Athoillah alias Gus Atho. (Insani/Jurnas.net)
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB, Ahmad Athoillah alias Gus Atho. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur melontarkan kritik keras terhadap tata kelola Bank Jatim dan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. PKB menilai persoalan yang terjadi bukan lagi sekadar masalah teknis manajemen, melainkan telah menyentuh akar lemahnya sistem pengawasan, rekrutmen pejabat, hingga pengelolaan aset daerah.

Sebagai bank milik rakyat terbesar di Jawa Timur, Bank Jatim dinilai tidak boleh terus dikelola dengan pola lama yang sarat kepentingan dan minim mitigasi risiko.

Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB, Ahmad Athoillah, menegaskan perlunya reformasi total di tubuh Bank Jatim, terutama dalam proses seleksi jajaran direksi dan komisaris. Menurutnya, figur-figur lama yang dianggap gagal menjaga kualitas tata kelola tidak layak lagi diberi ruang dalam proses penentuan manajemen baru.

“Kami menolak digunakan kembali figur-figur status quo yang terbukti gagal memitigasi risiko manajerial. Bank Jatim tidak boleh lagi menjadi tempat kompromi kepentingan,” kata pria yang akrab disapa Gus Atho, Sabtu, 9 Mei 2026.

PKB menilai proses rekrutmen selama ini rentan dijadikan arena akomodasi kelompok tertentu yang justru berdampak pada lemahnya kualitas kepemimpinan di BUMD strategis. Karena itu, Fraksi PKB mendesak agar Tim Seleksi (Timsel) Bank Jatim dirombak total dan diisi oleh kalangan independen yang memiliki rekam jejak profesional di sektor perbankan serta bebas dari konflik kepentingan.

“Timsel harus diisi pakar perbankan yang profesional dan punya integritas. Jangan sampai seleksi direksi hanya formalitas, lalu gagal lagi di fit and proper test OJK,” katanya.

Tak hanya menyoroti rekrutmen, PKB juga membidik lemahnya sistem pengawasan BUMD, yang selama ini dinilai sebatas administratif dan tidak mampu mendeteksi risiko keuangan sejak dini.

PKB menilai Biro Perekonomian Setda Jatim perlu direformasi total, agar tidak sekadar menjadi pencatat laporan, melainkan berfungsi sebagai strategic holding controller yang mampu membaca potensi kerugian dan mengawasi investasi secara profesional.

Fraksi PKB juga menyoroti persoalan aset daerah yang hingga kini dinilai amburadul. Banyak aset milik daerah disebut bermasalah secara legalitas, mulai dari sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang mati hingga aset yang belum bersertifikat.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi merugikan keuangan daerah dalam jangka panjang apabila tidak segera diselamatkan. PKB mendesak dilakukannya audit investigatif dan langkah asset recovery secara serius terhadap seluruh aset bermasalah milik BUMD maupun pemerintah daerah.

"Aset daerah jangan sampai hanya menjadi beban dan bancakan. Kalau ada aset idle dan tidak produktif, harus segera dimanfaatkan atau ditarik kembali oleh pemerintah,” ujar Gus Atho.

Selain itu, kerja sama dengan pihak ketiga yang dianggap timpang juga diminta dievaluasi total. PKB mengingatkan agar aset strategis daerah tidak justru lebih menguntungkan pihak luar dibanding masyarakat Jawa Timur sendiri.

Untuk mendorong transparansi, PKB juga mengusulkan pembangunan sistem Digital Dashboard yang memungkinkan gubernur, DPRD, hingga publik memantau kinerja BUMD secara real time.

Melalui sistem tersebut, indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI) bisa dipantau secara terbuka sehingga potensi pemborosan dan inefisiensi dapat ditekan sejak awal.

Tak berhenti di situ, PKB juga mendesak lahirnya Peraturan Gubernur (Pergub) yang mewajibkan seluruh OPD, BLUD, dan antar-BUMD menggunakan produk lokal melalui skema e-catalog lokal. Langkah itu dinilai penting agar perputaran ekonomi daerah tidak hanya dinikmati pihak luar, tetapi benar-benar menggerakkan ekosistem usaha lokal di Jawa Timur.

Sebagai bentuk keseriusan, Fraksi PKB memberikan tenggat waktu 12 bulan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melakukan pembenahan nyata terhadap Bank Jatim dan seluruh BUMD. Jika tidak ada perubahan signifikan, PKB mengancam akan menggunakan hak konstitusional DPRD.

"Kalau dalam 12 bulan tidak ada perubahan dan BUMD masih menjadi benalu fiskal, kami siap menggunakan Hak Interpelasi, Hak Angket, bahkan Hak Menyatakan Pendapat demi menyelamatkan keuangan daerah,” pungkas Gus Atho.

Berita Terbaru

Gus Lilur Lengkapi Laporan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Lengkapi Laporan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 05 Nov 2026 20:03 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 20:03 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, 5 November 2026. Kedatangannya untuk …

Putra Sang Fajar FC Resmi Diluncurkan, Warisi Api Perjuangan Bung Karno lewat Sepak Bola

Putra Sang Fajar FC Resmi Diluncurkan, Warisi Api Perjuangan Bung Karno lewat Sepak Bola

Kamis, 05 Nov 2026 19:17 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 19:17 WIB

Jurnas.net — Putra Sang Fajar Football Club (PSF FC) resmi diperkenalkan kepada publik melalui peluncuran klub, skuad, dan jersey di Blitar, Kamis (5/11/2026). …

Raih Green Card, Geopark Ijen Berhasil Pertahankan Status UNESCO Global Geopark 

Raih Green Card, Geopark Ijen Berhasil Pertahankan Status UNESCO Global Geopark 

Kamis, 05 Nov 2026 14:06 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 14:06 WIB

Jurnas.net – Geopark Ijen berhasil mempertahankan status UNESCO Global Geopark (UGGp) setelah meraih Green Card atau Kartu Hijau dalam Sidang Dewan UGG ke-11 d…

Hampir Enam Tahun Kasus Graha KAHMI Sumenep Mandek, Japai Desak Polda Jatim Terbitkan SP3

Hampir Enam Tahun Kasus Graha KAHMI Sumenep Mandek, Japai Desak Polda Jatim Terbitkan SP3

Kamis, 05 Nov 2026 10:47 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 10:47 WIB

Jurnas.net - Penanganan perkara yang berlarut-larut di Polda Jawa Timur kembali menuai kritik. Kali ini, sorotan tertuju pada penyitaan tanah dan Gedung Graha…

Semangat Hari Pahlawan, SIER Himpun 150 Kantong Darah untuk Kemanusiaan

Semangat Hari Pahlawan, SIER Himpun 150 Kantong Darah untuk Kemanusiaan

Rabu, 04 Nov 2026 17:22 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 17:22 WIB

Jurnas.net – Memperingati Hari Pahlawan 2026, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Instalasi T…

Keberanian Internal Polri Ungkap Penyadapan Ilegal Jadi Momentum Perkuat Marwah Kepolisian

Keberanian Internal Polri Ungkap Penyadapan Ilegal Jadi Momentum Perkuat Marwah Kepolisian

Rabu, 04 Nov 2026 08:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 08:32 WIB

Jurnas.net – PDI Perjuangan menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi terhadap ketegasan dan keberanian Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam m…

Polda Jatim Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Negara Rugi Rp35,7 Miliar

Polda Jatim Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Negara Rugi Rp35,7 Miliar

Rabu, 04 Nov 2026 07:04 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:04 WIB

Jurnas.net – Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkap praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) bersubsidi di 22 lokasi y…

Toko Kelontong di Yogyakarta Dipaksa Tutup dan Pemilik Diintimidasi

Toko Kelontong di Yogyakarta Dipaksa Tutup dan Pemilik Diintimidasi

Selasa, 03 Nov 2026 22:46 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 22:46 WIB

Jurnas.net - Aksi tutup paksa toko kelontong Madura oleh LSM ‘Keluarga Madura Yogyakarta' (KMY) kembali terjadi. Jika sebelumnya terjadi pada Juni 2026, di k…

Pertama di Kota Batu, Pertunjukan Mermaid Hadir di Eco Active Park Jatim Park Group

Pertama di Kota Batu, Pertunjukan Mermaid Hadir di Eco Active Park Jatim Park Group

Selasa, 03 Nov 2026 16:11 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 16:11 WIB

Jurnas.net – Kota Batu, Jawa Timur, menghadirkan pengalaman wisata keluarga baru melalui pertunjukan teatrikal putri duyung atau mermaid bertajuk "The E…

PBNU Apresiasi Ketegasan Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

PBNU Apresiasi Ketegasan Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 Nov 2026 14:53 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:53 WIB

PBNU mengapresiasi langkah cepat Kapolri dalam merespons keluhan masyarakat terkait tindakan aparat kepolisian dalam penegakan hukum di Sukoharjo…

Drama Musikal hingga Pasha Ungu Semarakkan Malam Peringatan Hari Pahlawan

Drama Musikal hingga Pasha Ungu Semarakkan Malam Peringatan Hari Pahlawan

Selasa, 03 Nov 2026 14:29 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:29 WIB

Peringatan Hari Pahlawan di Taman Fatahillah Kota Tua, Jakarta Barat pada 1-2 November 2026 berlangsung meriah.…

Sulitnya Asuransi Mobil Listrik Jadi Alarm Kesiapan Industri Nasional

Sulitnya Asuransi Mobil Listrik Jadi Alarm Kesiapan Industri Nasional

Selasa, 03 Nov 2026 14:08 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:08 WIB

Sikap sejumlah perusahaan asuransi yang masih berhati-hati dalam memberikan perlindungan terhadap mobil listrik menjadi alarm bagi pemerintah…

Gelar Munas Tarjih di Surabaya, Muhammadiyah Siapkan Pembahasan Pengikut Agnostik hingga Penanganan Lansia

Gelar Munas Tarjih di Surabaya, Muhammadiyah Siapkan Pembahasan Pengikut Agnostik hingga Penanganan Lansia

Selasa, 03 Nov 2026 07:25 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:25 WIB

Jurnas.net - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyiapkan pembahasan sejumlah hal penting dalam Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII Tarjih…

Legislator PKB: Usut Tuntas Kasus Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Legislator PKB: Usut Tuntas Kasus Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB

Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB

Peristiwa penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, Jawa Tengah, oleh tim gabungan kepolisian beberapa waktu lalu, terindikasi melanggar HAM…

Ketum PBNU Angkat Suara Sikapi Insiden Sukoharjo

Ketum PBNU Angkat Suara Sikapi Insiden Sukoharjo

Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB

Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB

Ketua Umum PBNU KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tetap tenang.…