Jurnas.net – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026, kebutuhan akan kepemimpinan organisasi yang kuat dan berkapasitas menjadi perhatian utama.
Shohibul Bait Safari Ramadan MW KAHMI Jatim, H. Samwil, menegaskan bahwa kepengurusan Majelis Wilayah KAHMI Jawa Timur ke depan harus diisi oleh figur-figur yang memiliki kapabilitas, visi yang jelas, serta komitmen waktu untuk mengelola organisasi secara serius.
Baca juga: Keliling 7 Cluster di Jatim, Safari Ramadan KAHMI Matangkan Persiapan Muswil Oktober 2026
Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan MW KAHMI Jatim yang digelar di Kabupaten Lamongan, Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus konsolidasi internal alumni HMI menjelang Muswil mendatang.
Menurut Samwil, dinamika sosial, politik, dan pembangunan di daerah membuat tantangan organisasi alumni seperti KAHMI semakin kompleks dari waktu ke waktu. “Yang menjadi pengurus MW KAHMI Jatim nanti harus orang-orang yang punya kapabilitas, visibilitas, dan juga memiliki banyak waktu untuk mengurusi organisasi,” kata Samwil, Kamis, 12 Maret 2026.
Alumni Universitas Darul 'Ulum Jombang itu, menilai perkembangan zaman menuntut organisasi alumni HMI mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Karena itu, kepengurusan KAHMI ke depan tidak cukup hanya diisi oleh figur yang memiliki pengalaman organisasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan manajerial serta strategi dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Tantangannya dari dulu terus bertambah sampai sekarang. Artinya tantangan organisasi itu meningkat, sehingga pengurus ke depan harus benar-benar kader yang siap bekerja,” jelasnya.
Politisi Partai Demokrat dari daerah pemilihan (dapil) Lamongan–Gresik itu, mengatakan bahwa penguatan struktur organisasi harus berbasis pada kompetensi kader. Dengan demikian, setiap posisi kepengurusan dapat diisi oleh kader yang tepat sesuai dengan keahlian dan bidangnya, sehingga organisasi dapat berjalan lebih efektif dan profesional.
“Kader yang nanti menjadi pengurus harus benar-benar sesuai dengan kompetensinya sehingga organisasi bisa berjalan lebih efektif,” pungkas .
Ia berharap proses regenerasi kepengurusan dalam Muswil mendatang dapat melahirkan pemimpin-pemimpin KAHMI yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kehidupan masyarakat.
Baca juga: Presidium Baru KAHMI Sidoarjo Terpilih Lewat Musyawarah Mufakat: Jadi Role Model 9 Daerah di Jatim
Safari Ramadan MW KAHMI Jatim sendiri menjadi salah satu forum penting untuk mempererat silaturahmi antar alumni HMI di berbagai daerah. Selain memperkuat kebersamaan di bulan suci Ramadan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk bertukar gagasan mengenai peran strategis alumni HMI dalam pembangunan daerah.
Melalui konsolidasi yang terus dilakukan menjelang Muswil, MW KAHMI Jawa Timur diharapkan mampu menghadirkan organisasi alumni yang semakin solid, adaptif, dan berperan aktif dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.
Editor : Amal