Safari Ramadan KAHMI Jatim Ditutup di Kediri, 150 Alumni HMI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Reporter : Insani
MD Kediri kota Menyampaikan Progres Report Keberlangsungan organisasi dan Siap Menjadi Tuan Rumah Muswil. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net - Rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur resmi ditutup pada pelaksanaan cluster ketujuh di Hotel Lotus, Kota Kediri. Kegiatan tersebut menjadi penutup dari seluruh agenda Safari Ramadan yang sebelumnya digelar di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Jawa Timur, Agus M. Fauzi, mengatakan Safari Ramadan merupakan agenda strategis organisasi yang tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi antaralumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), tetapi juga sebagai forum konsolidasi organisasi menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) KAHMI Jawa Timur yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.

Baca juga: DPW PAN Jatim Serahkan SK 27 DPD, Tancap Gas Konsolidasi dan Bentuk Relawan hingga TPS untuk 2029

“Safari Ramadan ini bukan sekadar kegiatan buka puasa bersama. Ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah antaralumni HMI sekaligus melakukan konsolidasi organisasi di berbagai daerah,” kata Agus, Minggu, 15 Maret 2026.

Pelaksanaan Safari Ramadan pada cluster ketujuh yang berlangsung di Kediri dihadiri sekitar 150 alumni HMI yang berasal dari enam Majelis Daerah (MD) KAHMI di wilayah eks-Karesidenan Kediri dan sekitarnya. Enam daerah yang terlibat dalam kegiatan tersebut meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Tulungagung, dan Nganjuk.

Agus menjelaskan, kehadiran para alumni dari berbagai daerah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme serta komitmen alumni HMI dalam menjaga soliditas organisasi. “Kehadiran alumni dari enam Majelis Daerah ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan solidaritas alumni HMI di Jawa Timur tetap kuat,” katanya.

Safari Ramadan MW KAHMI Jawa Timur sendiri dilaksanakan secara bertahap melalui pembagian tujuh cluster wilayah. Model ini dipilih untuk memudahkan koordinasi sekaligus menjangkau seluruh pengurus dan alumni KAHMI di berbagai daerah.

Baca juga: Keliling 7 Cluster di Jatim, Safari Ramadan KAHMI Matangkan Persiapan Muswil Oktober 2026

Kegiatan tersebut sebelumnya telah digelar di sejumlah kota seperti Jember, Sampang, Surabaya, Ponorogo, Malang, Lamongan, hingga akhirnya ditutup di Kediri. Menurut Agus, rangkaian Safari Ramadan ini menjadi sarana penting untuk mendengar langsung dinamika organisasi di tingkat daerah sekaligus menghimpun berbagai masukan strategis.

“Melalui forum seperti ini kita bisa mendengar langsung perkembangan organisasi di daerah, sekaligus menerima berbagai gagasan yang nantinya bisa dibawa dalam Musyawarah Wilayah KAHMI Jawa Timur,” jelasnya.

Selain mempererat silaturahmi, Safari Ramadan juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai agenda strategis organisasi, termasuk persiapan pelaksanaan Muswil KAHMI Jawa Timur pada Oktober 2026 mendatang. Agus menegaskan bahwa konsolidasi organisasi menjadi kunci penting agar Muswil mendatang dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi penguatan peran KAHMI di tengah masyarakat.

Baca juga: Jelang Muswil KAHMI Jatim, Samwil Tekankan Pengurus Harus Kapabel dan Visioner

“Kami ingin Muswil nanti tidak sekadar agenda formal organisasi, tetapi benar-benar menjadi forum yang menghasilkan gagasan strategis untuk memperkuat kontribusi alumni HMI bagi pembangunan daerah dan bangsa,” tegasnya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui Safari Ramadan dapat terus dijaga oleh para alumni HMI di seluruh Jawa Timur. “Semoga silaturahmi yang terbangun selama Ramadan ini menjadi energi positif bagi KAHMI untuk terus berkontribusi bagi masyarakat,” pungkas Agus.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru