Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menutup rangkaian Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival 2026 dengan capaian yang melampaui ekspektasi. Tak hanya sukses mendongkrak nilai ekspor, ajang ini juga terbukti mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal dalam waktu singkat.
Festival yang menggabungkan bursa kerja (job fair) dan business matching internasional ini menjadi bukti konkret bahwa penguatan industri lokal dan perluasan pasar ekspor sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil nyata di daerah.
Baca juga: Pemkot Surabaya Siapkan 40 Cabor Lewat Piala Wali Kota 2026, Bidik Dominasi Porprov 2027
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa SIL Festival bukan sekadar agenda seremonial, melainkan strategi terukur untuk mendorong industri lokal naik kelas dan menembus pasar global.
“Total ekspor yang tercapai hari ini mencapai 2,73 juta dolar AS. Ini jauh melampaui target awal sebesar 1 juta dolar AS. Artinya, industri Surabaya tidak stagnan, tetapi terus bergerak dan berkembang,” ujarnya saat pelepasan ekspor di Grand City Convention Hall, Rabu, 8 April 2026.
Capaian tersebut menunjukkan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) Surabaya yang semakin kuat. Bahkan, sebanyak 36 IKM berhasil naik kelas setelah melalui proses kurasi ketat dan pendampingan intensif.
Produk-produk lokal Surabaya kini telah menembus pasar internasional, termasuk ke Oman, Amerika Serikat, Hong Kong, Singapura, hingga Brunei Darussalam. Ekspansi ini menandai terbukanya peluang ekspor yang semakin luas bagi pelaku usaha lokal.
Eri menegaskan, peran pemerintah bukan sebagai pelaku utama, melainkan sebagai fasilitator yang memastikan ekosistem industri berjalan sehat dan berkelanjutan. “Pemerintah kota hadir untuk mendorong dan mensupport. Ketika pelaku usaha sudah bergerak, di situlah ekonomi akan tumbuh dengan sendirinya,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot Surabaya akan memperkuat skema pendampingan ekspor, khususnya bagi generasi muda. Pelaku IKM yang telah sukses menembus pasar global juga akan dilibatkan sebagai mentor, guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.
Di sisi ketenagakerjaan, dampak SIL Festival 2026 juga sangat signifikan. Sebanyak 1.200 lowongan kerja berhasil terisi oleh warga ber-KTP Surabaya melalui job fair yang digelar bersamaan dengan festival.
Baca juga: Pemkot Surabaya Terpakan WFH Jumat, Kinerja ASN Tetap Dipantau Ketat
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya, Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa capaian ekspor tersebut merupakan hasil dari proses kurasi ketat yang dilakukan sejak akhir Maret 2026.
Dari sekitar 80 pendaftar, sebanyak 36 IKM dinyatakan siap ekspor setelah melalui seleksi bersama Export Center Surabaya Kementerian Perdagangan RI. Para pelaku usaha ini kemudian dipertemukan langsung dengan buyer dari berbagai negara, baik secara luring maupun daring.
“Hasilnya, seluruh buyer yang terlibat melakukan transaksi. Total nilai komitmen pembelian dalam Letter of Intent mencapai 2,7 juta dolar AS,” jelas Hebi.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas IKM diharapkan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja baru, seiring dengan bertambahnya skala produksi. Dari sisi tenaga kerja, sekitar 3.000 pencari kerja mengikuti seleksi, dengan 1.920 peserta lolos ke tahap lanjutan berupa wawancara dan psikotes.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perpanjang SIL Festival, Antusiasme Job Fair Tembus 2.000 Pelamar
“Harapannya, lebih dari 1.000 tenaga kerja lokal bisa terserap dan ditempatkan sesuai kompetensinya,” katanya.
Sementara itu, CEO Performa Optima Group, Stefanus Sugeng Irawan, menilai SIL Festival sebagai platform kolaboratif yang mampu menjembatani kebutuhan industri dan tenaga kerja. “Ini bukan sekadar event, tetapi ruang kolaborasi nyata antara dunia usaha dan tenaga kerja. Sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Ke depan, Pemkot Surabaya bersama berbagai stakeholder akan menyusun langkah strategis lanjutan, termasuk pelatihan vokasi dan pendampingan ekspor, guna menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat daya saing industri lokal.
Dengan capaian ini, SIL Festival 2026 tak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (ADV)
Editor : Amal