Jurnas.net – Di tengah arus perubahan kebijakan yang kian dinamis serta tekanan global yang semakin kompleks, Partai Golkar Jawa Timur mulai mengonsolidasikan kekuatan internalnya. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi seluruh anggota Fraksi Partai Golkar di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Ketua Harian DPD Partai Golkar Jatim, Adi Wibowo, menegaskan bahwa bimtek ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya serius untuk memperkuat kapasitas dan relevansi kader legislatif Golkar di tengah masyarakat.
Baca juga: Strategi Golkar Jatim Menuju 2029: Bangun Mesin Politik Responsif, Bidik Pemilih Muda dan Perempuan
Menurutnya, anggota DPRD dari Partai Golkar dituntut tidak hanya memahami fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran, tetapi juga mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan zaman.
“Bimtek ini menjadi ikhtiar kami untuk mendorong kader-kader Fraksi Partai Golkar, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar terus melakukan adaptasi dan transformasi. Dinamika global saat ini sangat berpengaruh hingga ke level lokal, sehingga tidak boleh sampai menggerus peran fraksi di tengah masyarakat,” kata Adi, saat membuka Bimtek pada Senin malam, 4 Mei 2026.
Ia menekankan bahwa transformasi tersebut mencakup penguatan fungsi representasi politik, sekaligus peningkatan sensitivitas terhadap isu-isu strategis yang berkembang, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim, Blegur Prijanggono, menambahkan bahwa materi bimtek dirancang secara komprehensif untuk menjawab tantangan kinerja DPRD yang semakin kompleks.
Baca juga: Pemkot Surabaya Jual Mobil Dinas, DPRD Dorong Peralihan Penuh ke Kendaraan Listrik demi Udara Bersih
Ia menyebut, sejumlah lembaga strategis seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) turut dilibatkan untuk memberikan pemahaman mendalam, khususnya terkait tata kelola keuangan daerah dan penguatan fungsi pengawasan.
“Materi yang diberikan berfokus pada peningkatan kapasitas anggota DPRD, terutama dalam aspek pengelolaan keuangan daerah dan kinerja kelembagaan. Ini penting agar anggota dewan semakin profesional dan akuntabel dalam menjalankan tugasnya,” jelas Blegur.
Baca juga: Golkar Siapkan Generasi Baru, Zulfikar Arse: Tak Ada Promosi Tanpa Kaderisasi
Di sisi lain, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim, Pranaya Yuda, menyoroti pentingnya kesiapan anggota dewan dalam menghadapi perubahan kebijakan pemerintah yang berlangsung cepat dan dinamis.
Menurutnya, tanpa peningkatan kapasitas dan kemampuan adaptasi, anggota legislatif berisiko tertinggal dalam merespons berbagai kebijakan strategis. “Kebijakan pemerintah terus berubah mengikuti dinamika global dan nasional. Karena itu, peningkatan kapasitas menjadi keharusan. Kita perlu bertransformasi, baik dalam memahami kebijakan maupun merespons tekanan global yang berdampak langsung pada daerah,” tegasnya.
Melalui bimtek ini, Partai Golkar Jawa Timur berharap seluruh anggota fraksi mampu memperkuat peran politiknya secara nyata, tidak hanya di ruang parlemen, tetapi juga dalam menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Editor : Amal