Jurnas.net – Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) siap menggelar pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu, 27 Mei 2026. Ribuan jamaah diperkirakan memadati kawasan masjid terbesar di Jawa Timur tersebut untuk melaksanakan ibadah salat Id sekaligus menyaksikan “Showcase Wisata Kurban” yang menampilkan sapi-sapi kurban unggulan milik Presiden RI hingga pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Humas Masjid Al-Akbar Surabaya, Helmy M Noor, mengatakan pihak masjid telah menyiapkan seluruh fasilitas dan sistem pelayanan guna memastikan pelaksanaan Salat Idul Adha berlangsung aman, nyaman, dan tertib.
Baca juga: Bahlil Lahadalia Kirim Sapi Kurban 700 Kg ke PWNU Jatim, Perkuat Sinergi Golkar dan NU
“Masjid Al Akbar telah menyiapkan kapasitas hingga 40 ribu jamaah yang tersebar di ruang utama masjid, lantai dua, hingga area halaman masjid,” kata Helmy, di Surabaya, Selasa, 26 Mei 2026.
Pelaksanaan Salat Idul Adha dijadwalkan dimulai pukul 06.00 WIB dan akan dipimpin Imam Besar Masjid Al Akbar Surabaya, KH Abdul Hamid Abdullah M.Si sebagai imam salat. Sementara khutbah Idul Adha akan disampaikan Ketua Umum MUI Jawa Timur, Prof Dr KH Abd Halim Soebahar.
Dalam khutbahnya, ia akan mengangkat tema “Belajar dari Keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail untuk Membina Generasi Unggul”. Tema tersebut mengajak umat Islam meneladani nilai pengorbanan, keikhlasan, ketaatan, dan pendidikan karakter sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Selain pelaksanaan salat Id, suasana Idul Adha di Masjid Al Akbar juga semakin semarak dengan hadirnya empat sapi kurban unggulan dalam “Showcase Wisata Kurban”. Salah satu yang menjadi perhatian jamaah yakni sapi kurban Presiden RI jenis Peranakan Ongole (PO) dengan bobot mencapai 1,1 ton.
Selain itu, terdapat sapi kurban milik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa jenis Belgian Blue berbobot 1 ton, sapi kurban Wakil Gubernur Jatim jenis PO berbobot 900 kilogram, serta sapi kurban Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur berbobot 800 kilogram.
“Penyembelihan hewan kurban dijadwalkan berlangsung Kamis, 28 Mei 2026 mulai pukul 06.00 WIB atau sehari setelah Salat Idul Adha,” jelas Helmy.
Baca juga: Masjid Al Akbar Surabaya Pamerkan Sapi Kurban Presiden 1,1 Ton dan Belgian Blue Milik Gubernur Jatim
Untuk mengantisipasi membludaknya jamaah, pengelola masjid juga menerapkan pengaturan akses masuk yang dipisahkan antara jamaah putra dan putri. Jamaah putri diarahkan masuk melalui pintu sisi utara, timur, dan selatan tertentu. Sedangkan jamaah putra diarahkan melalui lorong wudhu dan sejumlah pintu khusus di sisi utara, timur, dan selatan masjid.
Sebagai panduan navigasi, jamaah juga dapat memanfaatkan layanan Virtual Tour 3D Masjid Al Akbar Surabaya yang memudahkan pencarian akses masuk dan fasilitas masjid.
Di sisi fasilitas parkir, Masjid Al Akbar menyediakan area parkir kendaraan roda dua berkapasitas 1.500 unit di sisi utara masjid. Sedangkan parkir kendaraan roda empat tersedia di sisi selatan dan barat untuk tamu undangan VIP.
Selain area utama masjid, kantong parkir tambahan juga disiapkan di kawasan sekitar seperti Lapangan Pasar Rakyat Jambang, halaman Gereja Katolik Sakramen Mahakudus, area SMPN 22 Surabaya, hingga badan jalan sekitar masjid yang dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
Baca juga: LPA Jatim Larang Sekolah Paksa Wali Murid Iuran Kurban Iduladha
Masjid Al Akbar juga menyiagakan tim kesehatan gabungan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama pelaksanaan ibadah. Tim tersebut terdiri dari tujuh perawat RSUD dr Soetomo, 30 paramedis PMI Kota Surabaya, serta tiga dokter dari Rumah Sehat Masjid Al Akbar.
"Ada enam unit ambulans juga disiagakan selama rangkaian kegiatan Idul Adha berlangsung," katanya.
Helmy juga mengimbau jamaah untuk membawa alas kaki ke dalam area salat dengan dimasukkan ke dalam tas kecil guna menghindari kehilangan dan mencegah penumpukan jamaah di pintu keluar.
“Kami juga mengimbau jamaah tetap menjaga barang bawaan masing-masing serta mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama selama pelaksanaan Salat Idul Adha,” pungkasnya.
Editor : Rahmat Fajar