Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mengakselerasi upaya pengentasan kemiskinan melalui Program Bantuan Stimulan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak huni.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyerahkan bantuan stimulan berupa material bangunan kepada tiga keluarga penerima manfaat di Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, Desa Lebanisuko, Kecamatan Wringinanom, dan Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang, Selasa, 21 Juli 2026. Ketiga rumah tersebut diperbaiki menggunakan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gresik melalui Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DCKPKP).
Baca juga: Surabaya Target Tuntaskan 7.196 Rumah Tak Layak Huni pada 2027
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, Program RTLH merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup warga kurang mampu. "Pemkab Gresik berkomitmen terus mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Salah satunya melalui bantuan stimulan Rumah Tidak Layak Huni. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak sehingga kualitas hidupnya ikut meningkat," kata Alif.
Bantuan yang diberikan tidak berbentuk uang tunai, melainkan material bangunan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing rumah. Di Desa Mojowuku, nilai bantuan mencapai Rp9.870.000, sedangkan di Desa Lebanisuko sebesar Rp8.475.000. Material yang disalurkan meliputi semen, pasir, bata ringan, kayu, perekat bata, asbes, kloset, bak mandi, paku, hingga berbagai bahan bangunan pendukung lainnya.
Baca juga: Pemkab Gresik dan TNI Kebut Pembangunan Desa Lewat TMMD 2026, Prioritaskan Jalan dan RTLH
Menurut Alif, pola bantuan dalam bentuk material dipilih agar penggunaannya tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi rumah penerima manfaat. "Kami berharap bantuan ini digunakan sebaik-baiknya sesuai peruntukannya. Dengan demikian rumah yang sebelumnya tidak layak huni bisa menjadi lebih aman, nyaman, dan sehat untuk ditempati," ujarnya.
Pemkab Gresik menilai penyediaan rumah layak huni merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Program RTLH akan terus diperluas agar semakin banyak warga kurang mampu dapat merasakan manfaatnya. "Semoga program ini terus berlanjut dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis kesejahteraan masyarakat Gresik akan semakin meningkat," kata Alif.
Baca juga: Museum Sunan Giri Simpan Jejak Bawean, dari Arca Kuno hingga Kapal Tenggelam
Salah seorang penerima bantuan, Sarpi, warga Desa Mojowuku, mengaku bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi keluarganya yang selama ini belum mampu memperbaiki rumah karena keterbatasan ekonomi. Ia mengatakan, kondisi rumah yang ditempatinya sudah membutuhkan perbaikan, namun biaya menjadi kendala utama.
"Saya sangat senang dan bersyukur menerima bantuan ini. Selama ini saya memang kesulitan memperbaiki rumah karena keterbatasan biaya. Bantuan ini sangat berarti bagi saya," ujar Sarpi.
Editor : Risfil Athon