Jurnas.net - Ratusan calon penumpang tujuan Pulau Bawean masih tertahan di Pelabuhan Gresik, setelah layanan kapal penyeberangan dihentikan akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut mendorong warga yang tergabung dalam Pemuda Bawean Gresik (PBG), mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik untuk meminta solusi transportasi laut, Rabu, 29 Juli 2026.
Audiensi itu diterima langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, Khusaini. Hadir pula tiga anggota DPRD Gresik daerah pemilihan Bawean, yakni Lutfi Dhawam, Bustami Hazim, dan Eril Desembrilian Prabowo, serta Camat Tambak, Nur Syamsi.
Ketua Umum PBG, Ramli Salim, mengatakan penghentian operasional kapal akibat gelombang setinggi hingga dua meter yang diperkirakan berlangsung sejak 25 Juli hingga 1 Agustus 2026 telah berdampak pada mobilitas masyarakat. Menurut dia, hingga kini sekitar 600 hingga 800 calon penumpang masih belum dapat menyeberang menuju Bawean maupun sebaliknya.
"Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Bawean agar pemerintah segera menghadirkan kapal bantuan. Banyak warga yang masih tertahan sehingga membutuhkan solusi secepatnya," kata Ramli.
Selain meminta solusi darurat, PBG juga mendorong pemerintah menyiapkan langkah antisipasi jangka panjang agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap kali cuaca ekstrem melanda perairan Gresik-Bawean. Menurut Ramli, keberadaan armada cadangan menjadi kebutuhan mendesak mengingat Pulau Bawean sangat bergantung pada transportasi laut sebagai akses utama mobilitas orang maupun distribusi logistik.
"Kami berharap pemerintah memiliki skema yang lebih permanen ketika kapal reguler tidak dapat beroperasi akibat cuaca buruk," ujarnya.
Baca juga: Gresik Punya Sentra IKM Logam, Fasilitas Produksi Bersama yang Siap Tingkatkan Daya Saing UMKM
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dishub Gresik Khusaini, menyatakan pihaknya telah berupaya mencari kapal pengganti agar layanan penyeberangan dapat segera kembali berjalan. Ia mengungkapkan, Dishub telah mengajukan permohonan penggunaan kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) sejak pekan lalu dan saat ini masih menunggu persetujuan dari pihak operator.
"Kami sudah mengajukan kapal bantuan sejak minggu lalu. Saat ini tinggal menunggu persetujuan dari perusahaan pelayaran," kata Khusaini.
Sementara itu, petugas Dishub Gresik, Zulfikar, menjelaskan hasil koordinasi dengan sejumlah operator menunjukkan salah satu armada yang berpotensi diperbantukan adalah KMP Drajat Paciran milik ASDP. Namun, kapal tersebut saat ini masih berada di Bahaur, Kalimantan, sehingga belum dapat langsung dioperasikan di lintasan Paciran-Bawean.
Baca juga: Hadapi Perubahan Iklim, Bupati Gresik Perkuat Pertanian lewat Modernisasi Irigasi dan Alsintan
"Kalau prosesnya berjalan lancar, kami mengupayakan KMP Drajat Paciran bisa mulai melayani penyeberangan Paciran-Bawean pada Jumat atau Sabtu," ujarnya.
Di sisi lain, Dishub juga membuka peluang pengoperasian kembali kapal cepat Express Bahari apabila kondisi cuaca di perairan Gresik-Bawean membaik. Menurut Zulfikar, keputusan pemberangkatan kapal masih menunggu pembaruan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Kami masih menunggu update BMKG. Jika kondisi memungkinkan, Express Bahari direncanakan kembali melayani rute Gresik-Bawean maupun sebaliknya mulai Kamis," katanya.
Editor : Rahmat Fajar