Jurnas.net — Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memperluas kerja sama berbasis riset dan inovasi untuk mengembangkan berbagai potensi daerah. Kolaborasi tersebut tidak lagi hanya diarahkan pada pengembangan Geopark Ijen, tetapi juga akan diperluas ke sejumlah sektor strategis seperti pendidikan, pertanian, pariwisata, serta pengabdian kepada masyarakat.
Pembahasan mengenai perluasan kerja sama itu dilakukan dalam pertemuan Dekan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin (SPITM) ITB Prof. Ir. Wahyu Srigutomo dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Jumat (21/8/2026).
Baca juga: Geopark Run Series 2026-2027 Promosikan Sport Tourism dan Pesona Geopark Indonesia
Menurut Wahyu, kerja sama antara ITB dan Pemkab Banyuwangi sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut ialah dukungan ITB dalam pengembangan Geopark Ijen. Kini, ITB ingin memperluas sinergi agar kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan Banyuwangi dapat semakin konkret.
“Sinergi antara ITB dan Pemkab Banyuwangi sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Salah satunya dukungan ITB dalam pengembangan Geopark Ijen. Kehadiran kami ini untuk memperluas sinergi agar semakin kuat,” ujar Wahyu.
Wahyu mengatakan Banyuwangi memiliki kekayaan alam dan budaya yang dapat menjadi objek pengembangan riset dan inovasi. Menurut dia, karakter geologi Banyuwangi yang beragam, ditambah kekayaan budaya masyarakatnya, menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
“Banyuwangi dengan kekhasan geologi dan kulturnya, sedangkan kami di ITB memiliki teknologi, inovasi serta para peneliti. Ini bisa dikolaborasikan sehingga bisa saling menguatkan,” kata Wahyu.
Kerja sama tersebut nantinya diarahkan dalam tiga bidang utama, yakni pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiganya dapat diterapkan pada berbagai sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pembangunan Banyuwangi.
Baca juga: BINEF 2026 Buka Jalan Pelajar Banyuwangi Raih Beasiswa dan Tembus Kampus Dunia
Lebih jauh, Wahyu menilai Banyuwangi berpotensi menjadi living laboratory atau laboratorium pembelajaran di lapangan bagi mahasiswa dan dosen ITB. Konsep tersebut memungkinkan mahasiswa dan peneliti mempelajari persoalan secara langsung di lapangan, sekaligus menghasilkan kajian yang dapat memberikan solusi bagi pemerintah dan masyarakat.
“Dengan aset geologi dan budaya yang sangat kompleks, Banyuwangi bisa menjadi living laboratory pendidikan dan riset bagi para mahasiswa maupun dosen kami,” ujarnya.
Menurut Wahyu, pola tersebut akan menciptakan hubungan dua arah. ITB memperoleh ruang untuk mengembangkan penelitian, sementara Banyuwangi mendapatkan manfaat dari hasil riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah. “Sebaliknya, riset yang dilakukan harapannya dapat membantu memberikan solusi atas permasalahan di daerah,” katanya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik rencana perluasan kerja sama tersebut. Ia mengapresiasi kontribusi ITB dalam pengembangan Geopark Ijen dan berharap kolaborasi dapat diperluas ke sektor lain yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Baca juga: Delegasi Internasional Sebut Banyuwangi Contoh Nyata Implementasi Nilai Islam yang Inklusif
Beberapa sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan bersama antara lain pertanian, pariwisata, serta berbagai sektor strategis lainnya. Bagi Ipuk, perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam membantu pemerintah daerah menyusun kebijakan dan program berdasarkan pendekatan ilmiah.
Menurut dia, kampus tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan. “Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan kampus-kampus, termasuk ITB. Banyak potensi yang bisa kita gali dan kembangkan bersama,” kata Ipuk.
Ia berharap perluasan kerja sama tersebut tidak berhenti pada diskusi atau kajian, tetapi menghasilkan program konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kami berharap, kerja sama ini dapat menghasilkan program konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Ipuk.
Editor : Risfil Athon