Amankan Jaringan Listrik Saat Festival Layang-layang, PLN UIT JBM Siagakan Personel di Surabaya

Reporter : Insani
Festival layang-layang pada event Surabaya Kite Festival 2026. (Humas PLN UIT JBM)

Jurnas.net — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) mengambil langkah preventif untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mengamankan jaringan kelistrikan selama pelaksanaan Surabaya Kite Festival 2026.

Festival layang-layang yang digelar pada 29–30 Agustus 2026 di Southside Long Beach, Pakuwon City, Surabaya, tersebut menghadirkan beragam bentuk layang-layang dan menarik masyarakat dalam jumlah besar.

Baca juga: PLN UIT JBM Berbagi Senyum dan Harapan untuk Anak-anak Pejuang Kanker

Di tengah kemeriahan kegiatan, PLN UIT JBM menyiagakan personel untuk melakukan pemantauan di sekitar lokasi festival. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas menerbangkan layang-layang tetap berada pada jarak aman dari jaringan listrik.

Pemantauan juga menjadi bagian dari mitigasi terhadap potensi layang-layang atau tali yang bergerak mendekati hingga tersangkut pada jaringan kelistrikan. Kehadiran personel PLN di lokasi bukan untuk membatasi aktivitas peserta, melainkan mengantisipasi potensi gangguan sebelum terjadi.

Dengan pemantauan secara langsung, petugas dapat mengambil langkah apabila terdapat layang-layang yang bergerak mendekati area jaringan listrik.

General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja mengatakan, kesiapsiagaan tersebut merupakan bentuk komitmen PLN untuk memastikan masyarakat dapat menikmati festival dengan aman dan nyaman. “PLN hadir bukan untuk membatasi keseruan bermain layang-layang, tetapi memastikan keseruannya tetap aman dengan menjaga layang-layang dan jaringan listrik tetap berjarak. Kami ingin seluruh peserta dan masyarakat dapat menikmati Surabaya Kite Festival dengan aman, nyaman, dan penuh suka cita,” kata Ika, Kamis, 3 September 2026.

Menurut Ika, aktivitas menerbangkan layang-layang di sekitar jaringan listrik memiliki risiko keselamatan apabila layang-layang maupun talinya mendekati atau menyentuh jaringan. Selain dapat mengganggu keandalan sistem kelistrikan, kondisi tersebut juga berpotensi membahayakan penerbang layang-layang dan masyarakat yang berada di sekitarnya.

Karena itu, PLN mengimbau peserta festival maupun masyarakat yang bermain layang-layang untuk memperhatikan lingkungan sekitar sebelum menerbangkan layang-layang. Jarak aman dari jaringan listrik perlu menjadi perhatian utama. Masyarakat juga diminta tidak menggunakan tali berbahan kawat atau material lain yang dapat menghantarkan listrik.

Baca juga: Surabaya Fashion Festival 2026 Sulap Jalan Tunjungan Jadi Catwalk Raksasa dan Penggerak Ekonomi Kreatif

Ika juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil sendiri layang-layang yang tersangkut pada jaringan listrik. “Kami mengimbau seluruh peserta dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga jarak aman dari jaringan listrik saat menerbangkan layang-layang. Hindari penggunaan layang-layang bertali kawat atau material yang dapat menghantarkan listrik, dan jangan mengambil sendiri layang-layang yang tersangkut di jaringan,” jelas Ika.

Jika menemukan layang-layang yang tersangkut pada jaringan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada PLN agar penanganan dilakukan oleh petugas yang memiliki kompetensi.B“Apabila menemukan kondisi tersebut, segera laporkan kepada PLN agar dapat ditangani oleh petugas yang berkompeten,” lanjutnya.

Kesiapsiagaan PLN selama Surabaya Kite Festival 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat. Langkah tersebut menjadi semakin relevan menjelang Hari Pelanggan Nasional yang diperingati setiap 4 September.

PLN tidak hanya dituntut menjaga keandalan infrastruktur dan kontinuitas pasokan listrik, tetapi juga memastikan masyarakat memahami berbagai potensi bahaya yang dapat muncul akibat aktivitas di sekitar jaringan kelistrikan. Festival layang-layang menjadi salah satu contoh aktivitas masyarakat yang membutuhkan perhatian terhadap keselamatan karena layang-layang dapat terbawa angin dan bergerak di luar area yang telah diperkirakan.

Baca juga: Surabaya Bidik Piala Presiden di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Wali Kota Siapkan Bonus Rp100 Juta

Karena itu, keselamatan perlu menjadi tanggung jawab bersama antara penyelenggara kegiatan, peserta, masyarakat dan PLN. Melalui koordinasi dan pemantauan di lapangan, PLN UIT JBM berharap kegiatan festival layang-layang dapat berlangsung meriah tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Sinergi antara PLN, penyelenggara, peserta dan masyarakat juga menjadi kunci untuk mencegah gangguan jaringan sekaligus menghindari risiko kecelakaan akibat kontak dengan jaringan listrik.
PLN UIT JBM menegaskan akan terus memperkuat langkah preventif, koordinasi dan edukasi mengenai keselamatan ketenagalistrikan.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan jaringan sekaligus memastikan listrik dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat secara aman. Dengan kesadaran dan kewaspadaan bersama, festival layang-layang tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati kreativitas dan tradisi, tetapi juga dapat menjadi momentum membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan di tengah masyarakat.

Editor : Andi Setiawan

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru