Jurnas.net - PSS Sleman kembali menelan kekelahan pada laga lanjutan Super League 2026/2027 di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa, 27 Oktober 2026. Super Elang Jawa ditekuk Borneo FC dengan skor 2-1.
Babak pertama berjalan dengan seru. Kedua tim saling serang untuk memburu gol. Pada 6 menit pertama dua serangan PSS Sleman masuk ke jantung pertahanan Borneo FC. Namun, serangan-serangan itu selalu mental.
Baca juga: PSIM Cetak Comeback dan Rengkuh Kemenangan Perdana di Super League
Setelah 10 menit berlalu, Borneo FC berbalik menebar ancaman hingga menembus pertahanan PSS Sleman. Sejumlah tembakan pemain Borneo FC berhasil ditangkap kiper PSS Sleman, Pedro Caracoci de Oliveira.
Pada menit 24, pemain Borneo Ruben Lopez alias Rubio ditarik pemain PSS, namun dianggap tidak pelanggaran oleh wasit. Peluang PSS Sleman lewat Gustavo Tocantins gagal karena berhasil ditutup sejumlah pemain belakang Borneo FC.
Borneo FC menyentak PSS Sleman dengan mencetak gol pada menit 38. Gol tersebut hasil sundulan pemain Borneo FC, Rahmad Dandy Sonriza. PSS Sleman 0, Borneo FC 1.
Misi mengejar ketertinggalan kian berat karena PSS Sleman bermain 10 orang. Situasi itu terjadi setelah pemain PSS Sleman, Stefan Ashkovski dikartu merah wasit menit 42 akibat melanggar Asgal Habib Al Tarik.
Hingga babak pertama berakhir, skor bertahan 0-1 untuk keunggulan Borneo FC.
Awal babak kedua PSS Sleman mendapat pelang usai pemain baru masuk Frederic Injai lolos dari jebakan off side. Sang perhasil mengumpan ke pemain lain PSS Sleman, Gustavo Tocantins. Sayang, pergerakan Tocantins segera ditutup barisan pemain belakang Borneo FC.
Sementara, Borneo FC justru menggandakan keunggulan pada menit 75. Serangan balik Borneo setelah sempat ditekan malah berujung terjadinya umpan terobosan. Pemain Borneo Hugo Samir yang menerima umpan itu berhasil mengonversi menjadi gol. Borneo unggul 2-0 atas tuan rumah PSS Sleman.
Baca juga: PSIM Yogyakarta Pecat Jean Paul van Gastel dari Kursi Pelatih
Upaya PSS Sleman mencetak gol tercipta menit 86. Memanfaatkan mpan lambung Tocantins, Matheus Fornazari berhasil menyundul bola dan masuk ke gawang Borneo. Hingga laga bubaran, PSS Sleman kalah 1-2 atas Borneo.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra mengatakan timnya bermain tidak terlalu buruk meski kalah. Ia menilai kedua tim di lapangan mampu sama-sama menciptakan peluang.
"Tapi setelah kartu merah kami main 10 orang, itu menyulitkan permainan PSS Sleman," kata dia.
Dalam situasi demikian, Huistra meyakinkan para penggawa PSS Sleman bisa mencetak gol meski akhirnya kalah. Di sisi lain, Tovantins yang mampu mencetak banyak saat masih di Championship League tampak masih kesulitan cetak gol..
Baca juga: Keok dari PSM, PSIM Yogyakarta Jalani Lima Laga Super League Tanpa Kemenangan
"Dia (Tocantins) frustasi mengapa sulit cetak gol. Tapi dia terus bekerja keras dan saya meyakini dia pemain bagus serta bakal lebih bekerja keras," kata Huistra.
Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo menyatakan laga lawan melawan PSS Sleman menjadi pertandingan gila. Meski unggul gol dan pemwin, kata dia, timnya bisa berulang kali ditekan PSS Sleman.
"Kami unggul pemain tapi situasinya masih sama saling bisa menyerang. Kemenangan ini tetap jadi modal melanjutkan pertandingan liga," ujarnya.
Borneo FC berikutnya dijadwalkan lawan PSIM Yogyakarta. Sementara, PSS Sleman bakal tandang melawan Garudayaksa di Bogor.
Editor : A. Mustaqim