Wasit Jadi Sasaran Kritik Usai PSIM Tumbang dari Dewa United

Reporter : Ahmad M.
Momen laga PSIM melawana Dewa United di di Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat, 6 November 2026.

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta takhluk 1-2 saat menjamu Dewa United di Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat, 6 November 2026. Laga berakhir dengan tensi tinggi dan protes dari pemain dan suporter tuan rumah. 

Keduanya sama-sama bermain ngotot pada babak pertama. Kontroversi dan protes muncul pada awal laga setelah pemain PSIM, Adrian Dalmau dianggap melakukan hand ball di area kotak penalti. 

Baca juga: Toko Kelontong di Yogyakarta Dipaksa Tutup dan Pemilik Diintimidasi

Wasit harus melakukan video assistant referee (VAN) terhadap insiden yang terjadi dari sepak pojok Dewa United. Wasit tetap memberikan hadiah penalti ke Dewa dan Danilson Junior berhasil mengeksekusi menjadi gol. 

Dal posisi tertinggal, PSIM tampil lebih agresif dan terus menekan. Peluang PSIM hadir menit 25, usai sepakan kaki kiri Pulga Vidal menjangkau pojok atas kanan gawang Dewan. Namun bola mampu ditepis kiper Dewa. Skor 1-0 bagi Dewa United. 

Saat memulai babak kedua, permainan kedua tim masih sama agresifnya. Khusus tuan rumah, mereka lebih ngotot memburu gol. Gol bagi PSIM hadir menit 66. Memanfaatkan umpan silang Yusaku Yamadera, Pulga Vidal berhasil menyundul bola dan berbuah gol. 

Laga tampak akan berakhir imbang 1-1 saat babak tambahan waktu diumumkan. Namun, pemain Dewa United, Taise Marukawa mampu mencetak gol melalui skema serangan balik cepat. PSIM 1, Dewa United 2. 

Gol tersebut menimbulkan protes dari pemain dan ofisial tim PSIM. Wasit juga sempat melakukan konsultasi dengan para asisten di ruang VAR. Beberapa menit berselang, keputusan tak berubah. PSIM kalah 1-2 atas Dewa United. 

Baca juga: Gelar Munas Tarjih di Surabaya, Muhammadiyah Siapkan Pembahasan Pengikut Agnostik hingga Penanganan Lansia

Usai laga bubaran, wasit menjadi sasaran protes. Para suporter di tribun meluapkan kekesalannya atas keputusan sang pengadil. Salah satu yang dikritik yakni dugaan terjadinya pelanggaran sebelum gol Taise Marukawa. 

Pelatih PSIM, Risto Vidakovic emoh mengomentari kepemimpinan wasit. Ia mengatakan timnya sudah bermain bagus meskipun kehilangan fokus pada akhir babak kedua. 

"Tim masih perlu meningkatkan sejumlah hal, termasuk pertahanan," kata dia. 

Pelatih Dewa United, Osmar Loss mengatakan anak asuhnya mampu bermain lebih dominan. Ia menyebut ada setidaknya empat hingga lima peluang timnya yang gagal berbuah gol. 

Baca juga: PSIM Cetak Comeback dan Rengkuh Kemenangan Perdana di Super League

"Kami bermain bagus meski berat pada babak kedua. Puji Tuhan kami bisa mencetak gol pada menit akhir," ucapnya. 

Di sisi lain, Osman juga enggan mengomentari kepemimpinan wasit. Ia merasa porsinya hanya menangani tim. 

"Saya tak mau komentari wasit. Kesalahan bisa terjadi. Saya tak komentari wasit meski tim sendiri mengalaminya," katanya. 

Editor : A. Mustaqim

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru