Imunisasi Polio Putaran Kedua di Surabaya Melebihi Target Hingga 105 Persen

Reporter : Redaksi
Anak-anak di Kota Surabaya mukai divaksin polio. (Dok: Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil melebihi proyeksi sasaran Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di putaran kedua. Bahkan pelaksanaan Sub PIN Polio putaran kedua mencapai angka 105,94 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, Sub PIN Polio putaran kedua telah melampaui capaian imunisasi putaran pertama. Sebelumnya, di putaran pertama Pemkot Surabaya berhasil menyasar 100,67 persen.

Baca juga: Dinkes Surabaya Klaim Imunisasi Polio Lampaui Target hingga 103,64 Persen

“Jadi sama, justru lebih, dibandingkan dengan data putaran pertama. Karena targetnya minimal sama dengan capaian saat putaran pertama bulan Januari kemarin,” kata Nanik, Selasa, 27 Februari 2024.

Nanik menjelaskan, alasan sasaran imunisasi kali ini bisa melebih target daripada sebelumnya, karena pemkot melalui Dinkes Surabaya rutin menggelar Sub PIN Polio di tempat-tempat umum (TTU). Mulai dari pasar, stasiun, mal, dan masih banyak TTU lainnya. “Di tempat umum kita buka, jadi balita yang usianya 0-8 tahun kurang sehari kita tetesi untuk Polio ini,” katanya.

Baca juga: 94 Persen Atau 309 Ribu Anak di Surabaya Sudah Imunisasi Polio

Kata Nanik, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya juga berpesan agar pelaksanaan Sub PIN Polio tidak hanya digelar di puskesmas, sekolah, dan Balai RW. Akan tetapi juga digelar di seluruh TTU, sehingga merata di seluruh Kota Surabaya.

“Hari ketiga (Sub PIN Polio putaran kedua) kita sudah 100 persen, kalau dibandingkan dengan data proyeksi yang ditetapkan provinsi. Karena Pak Wali Kota mengimbau, kita semua harus menyelesaikan hari ketiga harus selesai 100 persen,” ujarnya.

Baca juga: 3 Juta Lebih Anak di Jatim Belum Diimunisasi Polio Meski Ditetapkan Status KLB 

Eri sebelumnya juga mengatakan, Sub PIN Polio ini penting bagi anak-anak usia 0-8 tahun kurang satu hari di Kota Surabaya. Karena, jika sampai terlambat diberi imunisasi Polio, maka anak akan mengalami kelumpuhan yang sulit untuk disembuhkan. Ia memastikan, kegiatan Sub PIN Polio terus digerakkan di Balai RW, Puskesmas, sekolah, hingga TTU di Kota Surabaya.

“Kita melakukan sweeping sebenarnya, tidak hanya di sekolah-sekolah, kita juga turun di Balai RW-Balai RW, juga ke rumah-rumah. Jadi, nanti kalau ternyata, arek Suroboyo sudah kena semua (terimunisasi), ada yang tertinggal ternyata yang dari luar Surabaya, tiba-tiba ada yang masuk Surabaya pindah itu akan kita siapkan,” tandasnya.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru