Sebelum Dihukum Mati, Permintaan Terakhir Terdakwa Pembunuh Berantai di Bekasi

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi - terdakwa pembunuh berantai di Bekasi divonis hukuman mati.
Ilustrasi - terdakwa pembunuh berantai di Bekasi divonis hukuman mati.

Jurnas.net - Wowon Erawan alias Aki dituntut hukuman mati dalam sidang yang digelar hari ini. Terdakwa kasus pembunuhan berantai atau serial killer ini dituntut mati bersama Solihin alias Duloh dan M. Dede Solehuddin.

Saat meninggalkan ruang sidang usai dituntut hukuman mati, Wowon menyampaikan merindukan keluarganya dan ingin bertemu.

"Saya pengin ketemu sama keluarga," kata Wowon sambil keluar dari ruang sidang di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin, 2 Oktober 2023.

Dia mengungkapkan sudah lama tidak bertemu dengan keluarga. "Iya (sudah lama tidak bertemu)," singkatnya.

Sebelumnya terdakwa kasus pembunuhan berantai atau serial killer, Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh dan M. Dede Solehuddin, dituntut hukuman mati. Hal tersebut disampaikan dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan yang disampaikan siang ini.

Jaksa Penuntut Umum, Omar Syarif Hidayat, menyampaikan hal itu dalam sidang di Pengadilan Negeri Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Memutuskan untuk menyatakan terdakwa satu Wowon Erawan alias Aki, terdakwa kedua Sholihin alias Dulloh terdakwa ketiga Muhammad Dede Sholehudin dengan tuntutan pidana mati," katanya dalam persidangan, Senin 2 Oktober 2023.

Hakim Ketua, Suparna, menjelaskan para terdakwa diberikan waktu untuk menyampaikan pembelaan.

"Saudara berhak mengajukan pembelaan atau pledoi. Pledoi bisa saudara yang membuat atau penasihat hukum yang membuat atau sepenuhnya saudara serahkan ke penasihat hukum," ujarnya.

Dia menyatakan bahwa penasihat hukum diberikan waktu dua pekan untuk mempersiapkan pledoi. "Agenda pembelaan kami beri waktu dua minggu, untuk pembelaan sidang ditunda dua minggu. Hari Senin tanggal 16 (Oktober) untuk pembelaan," ujarnya. (Ton/Mal)

Berita Terbaru

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melontarkan dugaan adanya praktik…

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Jurnas.net - Kita sering melihat dalam kontestasi Pilkades, banyak calon kepala desa (cakades) membangun jalan dan membantu memasang lampu penerangan di…

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman membawa misi meraih poin perdana saat menjamu PSM Makassar pada pekan keempat Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman,…

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Jurnas.net - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong mulai melontarkan kans juara timnya usai menang atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Kabupaten…

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jurnas.net – Realisasi investasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, mencapai Rp 23,608 triliun hingga semester I 2026. Capaian tersebut setara dengan sekitar 53 p…

Namanya Dikaitkan dengan Dugaan Pengondisian Muktamar NU, Dua Kiai Kalbar Tegaskan Tak Hadir

Namanya Dikaitkan dengan Dugaan Pengondisian Muktamar NU, Dua Kiai Kalbar Tegaskan Tak Hadir

Jumat, 09 Okt 2026 14:03 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 14:03 WIB

Jurnas.net – Dua pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Kalimantan Barat memberikan klarifikasi setelah nama mereka dikaitkan dengan kegiatan di Jakarta yang disebut …