Komisi A DPRD Jatim Sentil Pemprov: Jangan Tambah 2.100 ASN Jika Hanya Membebani APBD

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Dedi Irwansyah. (Insani/Jurnas.net)
Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Dedi Irwansyah. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menambah 2.100 formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) langsung mendapat sorotan tajam dari DPRD Jawa Timur. Di tengah ruang fiskal yang semakin ketat, Komisi A mengingatkan agar penambahan pegawai tidak justru membebani APBD dan mengurangi anggaran pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Pemprov Jatim mengusulkan formasi tersebut kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) untuk menggantikan pegawai yang memasuki masa pensiun. Rinciannya meliputi 750 formasi CPNS, 369 PPPK Guru, 57 PPPK Tenaga Kesehatan, dan 929 PPPK Teknis.

Namun, Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Dedi Irwansyah, mengingatkan bahwa setiap penambahan ASN akan membawa konsekuensi fiskal jangka panjang karena belanja pegawai akan terus menjadi beban APBD setiap tahun. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak boleh sekadar didasarkan pada kebutuhan mengganti pegawai pensiun, melainkan harus melalui analisis kebutuhan organisasi, beban kerja, serta manfaat nyata bagi pelayanan publik.

"Kami mengingatkan bahwa belanja pegawai bukan sekadar angka dalam APBD, tetapi merupakan komitmen anggaran jangka panjang yang akan terus melekat pada keuangan daerah. Karena itu, setiap formasi harus benar-benar didasarkan pada analisis kebutuhan yang akurat, analisis beban kerja yang terukur, serta kebutuhan pelayanan publik yang nyata," tegas Dedi, Rabu, 1 Juli 2026.

Politisi Partai Demokrat itu mengingatkan, keberhasilan birokrasi tidak diukur dari banyaknya jumlah ASN, tetapi dari kualitas pelayanan yang diterima masyarakat. Ia menilai Jawa Timur membutuhkan aparatur yang mampu bekerja cepat, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki integritas tinggi dalam melayani publik.

"Jangan sampai birokrasi bertambah besar, tetapi manfaat yang dirasakan masyarakat tidak ikut meningkat. Yang dibutuhkan Jawa Timur bukan sekadar menambah jumlah aparatur, melainkan menghadirkan ASN yang produktif, adaptif terhadap teknologi, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan publik yang lebih cepat dan lebih berkualitas," ujarnya.

Dedi juga mengingatkan agar Pemprov Jatim tidak kehilangan fokus terhadap prioritas pembangunan. Menurutnya, di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah harus memastikan anggaran tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Belanja untuk pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, hingga perlindungan sosial, kata dia, harus tetap menjadi prioritas utama dibanding memperbesar beban belanja pegawai. "Jangan sampai belanja pegawai tumbuh lebih cepat daripada kemampuan daerah menghadirkan manfaat pembangunan bagi masyarakat. APBD harus benar-benar bekerja untuk rakyat, bukan justru semakin terbebani oleh belanja rutin," tegasnya.

Dedi menilai tuntutan efisiensi anggaran dan transformasi digital seharusnya menjadi momentum bagi Pemprov Jatim untuk mempercepat reformasi birokrasi, bukan sekadar menambah jumlah personel. Pemanfaatan teknologi informasi, digitalisasi layanan, integrasi sistem pemerintahan, serta peningkatan kompetensi ASN dinilai jauh lebih penting dibanding memperbesar struktur birokrasi tanpa peningkatan produktivitas yang signifikan.

Karena itu, Komisi A DPRD Jawa Timur memastikan akan mengawal secara ketat proses pembahasan usulan formasi ASN tersebut. Pengawasan dilakukan agar setiap formasi yang nantinya disetujui benar-benar menjawab kebutuhan pelayanan publik, mendukung reformasi birokrasi, serta tidak mengganggu keberlanjutan fiskal daerah.

"Prinsip kami sederhana, APBD harus bekerja sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Belanja pegawai memang penting, tetapi belanja pembangunan dan pelayanan masyarakat tidak boleh dikorbankan. Keseimbangan inilah yang harus dijaga agar Jawa Timur tetap tumbuh, maju, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkas Dedi.

Berita Terbaru

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Jurnas.net - Polemik pasca-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, belum sepenuhnya mereda. Warga…

MBG dan KDMP yang Gerus Ruang Fiskal Dinilai Bebani Kesejahteraan Masyarakat 

MBG dan KDMP yang Gerus Ruang Fiskal Dinilai Bebani Kesejahteraan Masyarakat 

Selasa, 29 Sep 2026 08:39 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 08:39 WIB

Jurnas.net - Persoalan kesejahteraan masyarakat masih menjadi perhatian di tengah berbagai dinamika perekonomian nasional. Setahun setelah tujuh Desakan…

Raih Suara Terbanyak di Muswil VI, Lutfi J. Kurniawan Dorong Reposisi KAHMI Jatim sebagai Kekuatan Intelektual dan Civil

Raih Suara Terbanyak di Muswil VI, Lutfi J. Kurniawan Dorong Reposisi KAHMI Jatim sebagai Kekuatan Intelektual dan Civil

Senin, 28 Sep 2026 08:16 WIB

Senin, 28 Sep 2026 08:16 WIB

Jurnas.net – Lutfi J. Kurniawan, peraih suara terbanyak dalam pemilihan Presidium Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur …

NU, GUS DUR, DAN BROMOCORAH POLITIK

NU, GUS DUR, DAN BROMOCORAH POLITIK

Minggu, 27 Sep 2026 19:15 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 19:15 WIB

Oleh: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy Warga NU, Kiai Kampung Penulis buku _Prabowo untuk Indonesia Raya_ Untuk memahami judul di atas, kita perlu lebih …

Sistem Zonasi Muswil KAHMI Jatim Bisa Jadi Contoh bagi MN dan MW se-Indonesia

Sistem Zonasi Muswil KAHMI Jatim Bisa Jadi Contoh bagi MN dan MW se-Indonesia

Minggu, 27 Sep 2026 18:05 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 18:05 WIB

Jurnas.net – Musyawarah Wilayah (Muswil) VI KAHMI Jawa Timur tidak hanya menjadi momentum memilih kepemimpinan baru periode 2026-2031. Forum yang digelar di T…

Bukan Sekadar Silaturahmi, PKS Jatim Minta Nasihat Para Kiai untuk Perkuat Kedekatan dengan Warga

Bukan Sekadar Silaturahmi, PKS Jatim Minta Nasihat Para Kiai untuk Perkuat Kedekatan dengan Warga

Minggu, 27 Sep 2026 15:34 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:34 WIB

Jurnas.net — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur membuka ruang dialog dengan para kiai dan tokoh masyarakat melalui Silaturahmi Tokoh Agama dan Tokoh M…