Puspaka Kalinyamat, Karya Disertasi Perwujudan Sejarah Agung

author A. Mustaqim

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Promovendus Wahyono bersama para penguji. Dok. Istimewa
Promovendus Wahyono bersama para penguji. Dok. Istimewa

Jurnas.net - Ratu Kalinyamat menjadi salah satu fenomena sosok perempuan yang gagah dan memiliki jasa pada masanya. Perempuan dengan nama asli Ratu Retna Kencana itu menjadi sosok vital pada masa perang melawan Portugis. 

Sejarah yang karib pada lingkungan sosial masyarakat Jepara, Jawa tengah itu menjadi inspirasi dalam disertasi penciptaan seni berjudul Puspaka Kalinyamat. Puspaka Kalinyamat menjadi karya seni yang diwujudkan dalam sebuah kereta oleh mahasiswa bernama Wahyono. Disertasi karya seni ini menghadirkan Puspaka Kalinyamat sebagai perwujudan konsep puspaka yang dimaknai sebagai kendaraan atau wahana, pusaka sebagai warisan budaya yang memiliki nilai simbolis dan regalia, serta pustaka sebagai sumber dan objek pengetahuan budaya. 

"Melalui penciptaan Kereta Ratu Kalinyamat, Wahyono menawarkan medium baru untuk mengeksternalisasikan nilai-nilai ketokohan Ratu Kalinyamat ke dalam bentuk visual dan simbolik yang dapat dipahami masyarakat kontemporer," kata Wahyono seusai ujian promosi doktoral pada Kamis, 11 Juni 2026. 

Wahyono merupakan mahasiswa Program Studi Seni Program Doktor Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Ia menjalani Ujian Terbuka Pertanggungjawaban Karya Seni berjudul disertasi karya seni “Puspaka Kalinyamat”, pada Kamis, 11 Juni 2026, di Lobby Departemen Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). 

Wahyono melakukan penelitian dan penciptaan karya ini berangkat dari tiga rumusan utama. Tiga rumusan utama itu yakni mengapa nilai-nilai ketokohan Ratu Kalinyamat dijadikan dasar penciptaan seni melalui proses simbolisasi ke dalam struktur, bentuk, ragam hias, dan fungsi Kereta Ratu Kalinyamat; bagaimana makna simbolisasi nilai-nilai ketokohan tersebut diwujudkan dalam struktur, bentuk, ragam hias, dan fungsi kereta; serta bagaimana kontekstualisasi Kereta Ratu Kalinyamat dalam kehidupan masyarakat Jepara saat ini.

Adapun metodologi yang digunakan adalah penciptaan berbasis riset dengan objek kajian berupa nilai-nilai ketokohan Ratu Kalinyamat, filosofi tapa wuda, dan ragam hias Mantingan. Ketiga aspek tersebut dielaborasi dan diselaraskan melalui empat tahapan penciptaan, yaitu gumreget–gumregut, cancut, sengkut, dan patut

Sebanyak 9 orang penguji dalam ujian itu yakni Dr. Aries Budi Marwanto, M.Sn (ketua penguji), Dr. Fawarti Gendra Nata Utami, M.Sn.(sekretaris), Prof. Dr. Drs. Guntur, M.Hum (promotor), Dr. Suyanto, S.Kar. MA (ko-promotor I), Dr. Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A. (ko-promotor II), Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn. (penguji), Dr. Sugeng Wardoyo,M.Sn. (penguji), Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. (penguji), dan Prof. Dr. Drs. I Ketut Sunarya, M.Sn (penguji).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna simbolisasi nilai-nilai ketokohan Ratu Kalinyamat berhasil diwujudkan melalui metodologi representasi simbolis dalam bentuk Kereta Ratu Kalinyamat. Temuan utama penelitian ini berupa sintesis dan pemetaan harmonis antara enam nilai ketokohan Ratu Kalinyamat dengan enam elemen struktural kereta.

"Sebagai orang asli Jepara, saya ingin menghasilkan sesuatu yang bermanfaat secara pemikiran, keilmuan dalam berbagai disiplin bagi masyarakat, khususnya daerah asal saya," kata Wahyono. 

Ratu Kalinyamat telah ditetapkan menjadi pahlawan nasional pada 2023 silam. Bagi Wahyono, penciptaan karya seni itu menjadi wujud konkret untuk berkontribusi bagi seni dan keilmuan. 

Melalui karya Puspaka Kalinyamat, Wahyono menghadirkan sebuah model penciptaan seni berbasis riset yang mengintegrasikan sejarah, budaya, estetika, dan simbolisme ke dalam karya seni monumental. Karya ini diharapkan dapat memperkuat pemaknaan kembali sosok Ratu Kalinyamat sebagai figur penting dalam sejarah dan kebudayaan Nusantara, sekaligus memperkaya khazanah penciptaan seni berbasis kearifan lokal di Indonesia.

"Semoga karya ini nantinya akan memberikan manfaat tak hanya bagi saya pribadi, namun juga bagi masyarakat luas," ucapnya. 

Berita Terbaru

46 Tersangka Sindikat Love Scamming Internasional Segera Diadili di Surabaya, Ini Modusnya

46 Tersangka Sindikat Love Scamming Internasional Segera Diadili di Surabaya, Ini Modusnya

Rabu, 19 Agu 2026 19:37 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 19:37 WIB

Jurnas.net - Kasus penipuan daring bermodus asmara atau love scamming yang melibatkan sindikat kejahatan siber internasional memasuki babak baru. Penyidik…

Saatnya Indonesia Memikirkan Rumah Pasca Bencana

Saatnya Indonesia Memikirkan Rumah Pasca Bencana

Rabu, 19 Agu 2026 18:26 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 18:26 WIB

RUCANA, gagasan rumah tumbuh yang disiapkan sejak masa tanggap darurat Oleh: Ar. Akhmad Fatah Yasin, IAI (Afys) Setiap kali terjadi bencana besar, perhatian…

PKS Desak Pemprov Jatim Prioritaskan TPG Rp274,57 Miliar: Jangan Abaikan Hak dan Kesejahteraan Guru

PKS Desak Pemprov Jatim Prioritaskan TPG Rp274,57 Miliar: Jangan Abaikan Hak dan Kesejahteraan Guru

Rabu, 19 Agu 2026 15:33 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 15:33 WIB

Jurnas.net — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jawa Timur menyoroti belum tuntasnya pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG), termasuk komponen T…

Surabaya Gelar Lomba Kampung Pancasila, 4 Pilar Jadi Dasar dan Penilaian Hingga Desember

Surabaya Gelar Lomba Kampung Pancasila, 4 Pilar Jadi Dasar dan Penilaian Hingga Desember

Rabu, 19 Agu 2026 14:18 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 14:18 WIB

Jurnas.net — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggelar Lomba Kampung Pancasila mulai September hingga Desember 2026. Sebanyak 1.360 RW yang tersebar di 1…

Jelang Kick-off Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan Venue

Jelang Kick-off Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan Venue

Rabu, 19 Agu 2026 13:36 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 13:36 WIB

Jurnas.net — Turnamen Mini Soccer 2026 yang memperebutkan Piala Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia memasuki tahap akhir persiapan. DPD Partai Golkar Jawa T…

Tak Boleh Parkir Sembarangan, RW di Surabaya Terapkan Denda Rp500.000 Mulai Pukul 22.00

Tak Boleh Parkir Sembarangan, RW di Surabaya Terapkan Denda Rp500.000 Mulai Pukul 22.00

Rabu, 19 Agu 2026 09:21 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 09:21 WIB

Jurnas.net — Jalan lingkungan di kawasan permukiman sering kali berubah fungsi menjadi tempat parkir ketika ketersediaan lahan di rumah warga terbatas. Kondisi …