BPBD Gresik Kebut Perbaikan Tanggul Teluk Lamong: Kerja 24 Jam

Reporter : Faizul
BPBD Gresik lakukan perbaikan tanggul Teluk Lamong. (Faizul/Jurnas.net)

Jurnas.net - Upaya pemulihan jebolnya anak tanggul Sungai Kali Lamong di Desa Dadapkuning, Kecamatan Benjeng, terus dikebut. Kerusakan tanggul dengan kedalaman 2,5 meter dan panjang sekitar 5 meter itu terjadi setelah curah hujan ekstrem beberapa hari terakhir membuat debit air meningkat tajam.

Satgas siaga bencana BPBD Gresik bersama warga turun langsung melakukan penanganan darurat. Alat berat yang sebelumnya tidak dapat menjangkau lokasi kini sudah beroperasi setelah air mulai surut.

Baca juga: Tiga Gedung Cagar Budaya Lenyap, Pemkab Gresik Dituding Tutup Mata 

Kepala BPBD Gresik, Sukardi, menyebutkan bahwa luapan air Kali Lamong menjadi penyebab utama jebolnya tanggul.

"Debit air sudah mulai surut, sehingga alat berat bisa masuk untuk mempercepat perbaikan. Banyak unsur terlibat, mulai satgas bencana hingga warga yang bergotong-royong,” kata Sukardi, Sabtu, 29 November 2025.

BPBD menargetkan perbaikan selesai dalam tiga hari dengan memasang penahan air berlapis agar tanggul tidak mudah tergerus jika hujan kembali turun.

Baca juga: Cagar Budaya Sudah Dihancurkan, Pemkab Gresik Dinilai Lamban Ambil Langkah Hukum

"Pemasangan penahan air diupayakan benar-benar kuat. Ini untuk memastikan tanggul tidak kembali jebol,” ujarnya.

Banjir di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang juga mulai berangsur surut, baik di permukiman, lahan pertanian, maupun ruas jalan desa. Meski demikian, BPBD tetap mengaktifkan posko bencana di dua kecamatan tersebut untuk memantau kondisi dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi.

"Posko dan dapur umum tetap siaga. Kami tidak ingin lengah meskipun air sudah turun,” tegas Sukardi.

Baca juga: Ahli: Kelalaian Pemkab Gresik atas Penghancuran Cagar Budaya Berpotensi Pidana

Selain fokus pemulihan di Benjeng, BPBD juga memperkuat tanggul di wilayah hilir Kali Lamong, khususnya di Kecamatan Cerme dan Menganti. Saat ini status sungai di dua wilayah itu sudah turun ke siaga hijau, menandakan debit air relatif aman.

Namun Sukardi mengingatkan bahwa ancaman masih bisa muncul sewaktu-waktu jika intensitas hujan meningkat. "Sungai memang sudah normal, tetapi jika hujan deras kembali terjadi, debit air bisa kembali naik,” tandasnya.

Editor : Andi Setiawan

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru