Ribuan Santri dan Kyai Hadiri Haul KH Bisri Syansuri di Jombang

Reporter : M. Saifulloh
Ribuan santri, alumni, dan kyai menghadiri Haul KH. M. Bisri Syansuri ke-47 di Denanyar, Jombang

JOMBANG – Ribuan santri, alumni, dan kyai menghadiri Haul KH. M. Bisri Syansuri ke-47 di Denanyar, Jombang, akhir pekan kemarin. Haul pendiri nahdlatul ulama (NU) ini sekaligus memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-111 PP Mambaul Ma’arif.

Hadir di antara ribuan tamu undangan, sejumlah tokoh nasional di antaranya Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, KH. Said Aqil Siroj dan Habib Mustofa bin Muhammad Alaydrus

Baca juga: Puluhan Transmigran Korban Bencana Aceh Pulang ke Jawa

Cak Imin hadir dan memberikan sambutan mewakili Pengasuh Pesantren Denanyar, KH. Abdussalam Shohib, beserta keluarga besar pesantren. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan para alumni yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan bersama-sama mendoakan para masyayikh.

“Haul ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum meneguhkan kembali nilai-nilai keilmuan, keikhlasan, dan perjuangan para pendiri pesantren, khususnya Mbah KH. Bisri Syamsuri,” ujar Cak Imin, Sabtu (19/12/2025) malam.

Ia menambahkan, KH. Bisri Syansuri merupakan sosok ulama besar yang mewariskan keteladanan dalam keilmuan, akhlak, dan pengabdian kepada umat.

“Mbah Bisri mengajarkan kepada kita semua arti istiqomah dalam menuntut ilmu, kesetiaan pada perjuangan ulama, serta keberanian menjaga nilai Ahlussunnah wal Jamaah dengan penuh kebijaksanaan. Warisan inilah yang harus terus kita rawat dan amalkan dalam kehidupan berbangsa dan beragama,” katanya.

Baca juga: Pesantren Mambaul Maarif Cetak 155 Trainer: Siap Jadi Eco Pesantren Mandiri

Dia juga berharap seluruh hadirin mendoakan keluarga besar Pesantren Denanyar dapat melanjutkan jejak perjuangan Mbah Bisri, serta istiqomah sebagai santri para kiai dan ulama Nahdlatul Ulama, dan mendapatkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.

"Nyuwun dungo poro rawuh khusus kangge Gus Salam (pengasuh Ponpes Mambaul Maarif Denanyar). Di pundak Gus Salam sakniki terletak nasib Nahdlatul Ulama masa depan. Saestu niki saestu. Abot, kawanane Gus Salam niku abot, diuji, opo bener putune mbah Bisri opo dudu," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyinggung dinamika internal yang tengah terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurutnya, apapun kondisi yang dihadapi organisasi, komitmen untuk tetap setia kepada para kiai dan ulama NU tidak boleh goyah.

Baca juga: Santri Belajar Aman: Pemkab Banyuwangi Fasilitasi Pesantren Urus PBG dan SLF

“Gak peduli ono geger-geger. Saestu. Sampai mati insyaallah kita semua nderek para kyai NU. Insyaallah terus dados santri Mbah Hasyim, Mbah Bisri, sampai khusnul khotimah. Seng penting kito sedoyo yakin lan istiqomah, tidak pernah goyah atas kondisi apapun,” tegasnya.

Acara haul dan harlah ini menghadirkan KH. Said Aqil Siroj dan Habib Mustofa bin Muhammad Alaydrus sebagai penceramah. Haul juga menjadi pengingat penting akan peran besar para ulama dalam membangun tradisi keilmuan, kebangsaan, dan keislaman yang moderat, serta memperkuat ikatan batin antara pesantren, alumni, dan masyarakat luas.

Editor : M. Saifulloh

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru