Golkar Jatim Desak Pemprov Percepat Perbaikan Jalan Rusak Jelang Mudik Lebaran 2026

Reporter : Insani
Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk lebih serius memperbaiki infrastruktur jalan menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 2026. Perbaikan jalan rusak dan berlubang dinilai harus menjadi prioritas agar jalur mudik dapat dilalui masyarakat dengan aman dan nyaman.

Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Jombang–Mojokerto, itu mengatakan kondisi jalan yang masih rusak di sejumlah wilayah tidak boleh diabaikan, terutama menjelang peningkatan mobilitas masyarakat pada musim mudik Lebaran.

Baca juga: Golkar Jatim Siapkan Strategi Pemilu, Ali Mufthi: Minimal Pertahankan 15 Kursi DPRD

“Jangan sampai diabaikan. Gubernur dan Pemprov Jatim harus benar-benar memperhatikan kondisi infrastruktur jalan menjelang Lebaran agar saat arus mudik dan arus balik masyarakat bisa melintas dengan nyaman, aman, dan lancar,” kata Sumardi, usai acara buka puasa bersama pengurus DPD Golkar Jatim, di Surabaya, Sabtu, 7 Maret 2026.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur jalan merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, mengingat setiap tahun jutaan warga melakukan perjalanan mudik yang menyebabkan lonjakan arus kendaraan secara signifikan. Selain faktor keselamatan, infrastruktur jalan juga berperan penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat selama momentum Lebaran.

“Infrastruktur ini menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Saat Lebaran aktivitas masyarakat meningkat, distribusi barang juga meningkat. Karena itu jalan yang rusak atau berlubang harus segera diperbaiki,” katanya.

Baca juga: Golkar Jatim Akui Minim Keterwakilan Perempuan di DPRD, Ali Mufthi Siapkan Strategi Pada Pemilu Mendatang

Ia menegaskan, jalan berlubang maupun rusak harus segera ditangani agar tidak membahayakan pengguna jalan, khususnya pada jalur-jalur yang menjadi rute utama pemudik. “Jalan rusak dan berlubang harus dibenahi. Pemerintah harus memastikan jalur mudik benar-benar nyaman dilalui masyarakat,” tegasnya.

Secara data, panjang jalan provinsi di Jawa Timur tercatat sekitar 1.421 kilometer berdasarkan publikasi data pembangunan daerah tahun 2024. Sebagian besar ruas jalan tersebut telah beraspal dan menjadi jalur penghubung antarwilayah yang vital bagi mobilitas masyarakat.

Namun kondisi jalan rusak masih menjadi persoalan di sejumlah titik. Pada periode menjelang mudik sebelumnya, tercatat lebih dari 4.500 titik jalan berlubang di Jawa Timur, dan sekitar 1.190 titik di antaranya belum tertangani saat memasuki masa persiapan arus mudik.

Baca juga: Rakerda Golkar Jatim, Sekjen Susun Peta Pemenangan Tambahan Kursi DPR RI dan DPRD di 2029

Sumardi menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar tidak kembali terjadi menjelang arus mudik Lebaran tahun ini. Ia juga mengingatkan bahwa kelancaran jalur mudik tidak hanya bergantung pada jalan tol, tetapi juga pada jalan nasional, provinsi, hingga jalan kabupaten/kota yang banyak dilalui pemudik.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dinilai penting untuk memastikan seluruh jalur transportasi dalam kondisi layak. "Momentum Lebaran ini selalu diikuti lonjakan mobilitas masyarakat. Pemerintah harus memastikan seluruh jalur transportasi, terutama jalan utama dan jalur alternatif, dalam kondisi aman dan layak dilalui,” pungkasnya.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru