Jurnas.net – Satu tahun kepemimpinan Ali Mufthi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur mulai menunjukkan konsolidasi yang semakin kuat di tingkat akar rumput. Momentum itu ditandai dengan aksi Wakil Ketua Pratama DPD Partai Golkar Jawa Timur, Akhsanul Yakin, yang mengibarkan ribuan bendera Golkar di sepanjang jalur strategis Pantura Lamongan hingga Gresik.
Bukan sekadar pemasangan atribut partai, aksi tersebut menjadi simbol konsolidasi politik, kebangkitan kader, sekaligus penegasan bahwa Golkar Jawa Timur sedang bergerak membangun kekuatan jangka panjang menuju Pemilu 2029.
Sepanjang jalur Pantura Lamongan-Gresik, warna kuning mendominasi ruas jalan utama, kawasan desa, kecamatan hingga pusat aktivitas masyarakat. Ribuan bendera Golkar berkibar serentak, menciptakan pesan visual kuat tentang eksistensi dan soliditas partai berlambang pohon beringin tersebut.
Akhsanul Yakin menegaskan, gerakan pemasangan ribuan bendera itu merupakan bentuk penghormatan atas satu tahun kepemimpinan Ali Mufthi yang dinilai berhasil menghidupkan kembali semangat kaderisasi dan memperkuat komunikasi internal partai. Menurutnya, kepemimpinan Ali Mufthi mampu menghadirkan suasana politik yang lebih cair, inklusif, dan menyatukan seluruh elemen partai tanpa sekat kepentingan kelompok.
“Bendera itu bukan hanya kain berwarna kuning. Itu simbol harapan, simbol perjuangan, dan simbol bahwa Golkar tetap hadir bersama rakyat. Kami ingin menunjukkan bahwa satu tahun kepemimpinan Pak Ali Mufthi berhasil membangkitkan optimisme kader hingga ke desa-desa,” kata Yakin, sapaan akrabnya, Minggu, 10 Mei 2026.
Ia menilai, selama satu tahun terakhir, Ali Mufthi berhasil membangun energi baru di tubuh Golkar Jawa Timur. Konsolidasi tidak hanya berjalan di tingkat elite, tetapi juga dirasakan langsung oleh kader di tingkat bawah.
Karena itu, pemasangan bendera dilakukan secara gotong royong oleh kader dan simpatisan sebagai bentuk loyalitas sekaligus semangat kebersamaan dalam membesarkan partai. "Beliau (Ali Mufthi) bukan hanya memimpin secara struktural, tetapi juga membangun rasa memiliki di hati kader. Itu yang membuat semangat kader hari ini berbeda. Ada energi baru, ada optimisme baru, dan itu terlihat dari antusiasme kader memasang bendera secara bersama-sama,” katanya.
Yakin menjelaskan, jalur Lamongan-Gresik dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan Pantura dinilai memiliki makna strategis karena menjadi salah satu denyut ekonomi dan sosial masyarakat Jawa Timur. Menurutnya, Pantura merupakan ruang perjumpaan masyarakat lintas profesi dan budaya, sehingga menjadi titik penting untuk menunjukkan kehadiran Golkar di tengah kehidupan rakyat.
Baca juga: Rakornis Golkar Jatim Perkuat Struktur dan Siapkan Saksi TPS untuk Pemilu 2029
“Pantura bukan hanya jalur ekonomi, tetapi jalur sosial masyarakat. Ketika bendera Golkar berkibar di sepanjang kawasan itu, kami ingin menunjukkan bahwa Golkar tidak jauh dari rakyat dan tetap hadir di tengah denyut kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengaitkan pemasangan bendera tersebut dengan filosofi pohon beringin yang menjadi lambang Partai Golkar. Beringin, kata dia, melambangkan keteduhan, persatuan, dan tempat berlindung bagi seluruh golongan.
Karena itu, berkibarnya ribuan bendera Golkar di sepanjang Pantura Lamongan-Gresik, diharapkan menjadi simbol bahwa Golkar Jawa Timur ingin terus menjadi rumah besar politik yang mampu menaungi seluruh lapisan masyarakat.
Baca juga: Golkar Jatim Serap Aspirasi Komunitas Gereja, Soroti Pendidikan dan Layanan Publik
“Pohon beringin itu filosofi tentang keteduhan dan persatuan. Maka ketika bendera Golkar berkibar sepanjang Lamongan-Gresik, itu artinya kami ingin menghadirkan rasa teduh bagi masyarakat sekaligus memperkuat persatuan kader menuju kemenangan politik ke depan,” tegasnya.
Lebih jauh, Yakin menyebut gerakan simbolik tersebut juga menjadi penanda bahwa Golkar Jawa Timur, tengah melakukan konsolidasi jangka panjang menghadapi agenda politik mendatang, terutama Pemilu 2029. Menurutnya, konsolidasi partai tidak cukup hanya dilakukan melalui rapat formal dan struktur organisasi, tetapi juga harus dibangun melalui simbol-simbol kehadiran politik yang dekat dengan masyarakat.
“Bendera adalah identitas perjuangan. Ketika masyarakat melihat bendera Golkar berkibar, di situ ada pesan bahwa Golkar hadir, bergerak, dan terus bekerja untuk rakyat,” pungkasnya.
Ali Mufthi sendiri diketahui terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur periode 2025-2030 dalam Musda XI Golkar Jatim pada 11 Mei 2025. Ia menggantikan M. Sarmuji setelah mendapat dukungan penuh seluruh pemilik suara dalam forum Musda Golkar Jatim.
Editor : Amal