Jurnas.net - Bos rokok HS Muhammad Suryo mengumumkan sebanyak 150 karyawan yang berangkat umrah di pabrik Magelang, Jawa Tengah. Tangis haru dan bahagia menyertai momen itu.
Begitu Suryo menyebutkan nama dan divisi karyawan, teriakan dan tepuk tangan membahana dari sudut-sudut pabrik. Diiringi ucapan selamat teman-temannya, karyawan yang disebut namanya diminta berdiri dan maju ke depan.
Baca juga: Kinerja 70 Disabilitas Tak Kalah dengan Pekerja Lain di Pabrik HS
Berbagai ekspresi karyawan yang mendapat durian runtuh itu. Ada yang kaget tak percaya hingga harus disadarkan temannya untuk maju ke depan. Ada yang tersipu-sipu mendapat riuh tepuk tangan. Sebagian nampak berkaca-kaca. Berjalan pelan sembari menyeka air mata yang meleleh di pipinya.
Haru dan bahagia bercampur menjadi satu mewarnai pengumuman itu. Tak terkecuali Suryo. Dari sorot matanya, ia terlihat bangga melihat para karyawan yang menurutnya pantas mendapatkan penghargaan.
"Umrah ini adalah hadiah karena teman-teman telah mampu mencapai target-target yang saya berikan. Dan kalian semua pantas mendapatkannya," ucap Suryo pada Kamis, 18 Juni 2026.
Program umrah dari PT Gisara Tantra Berkarya yang menaungi rokok HS ini bukan kali pertama dilakukan, melainkan sudah berlangsung sejak tahun-tahun sebelumnya dengan jumlah yang selalu bertambah. Suryo mengatakan, program ini diluncurkan tidak hanya agar para karyawan termotivasi bekerja memenuhi target, namun juga semangat beribadah.
"Jangan lupa nanti di Mekah doain keluarga dan orang tua. Doain HS juga semakin besar biar yang umrah tiap tahun makin banyak," kata pengusaha kelahiran Lampung Timur itu
Di antara para penerima program umrah itu ada Yoga Setiawan dan Yogi Setiawan. Bujang kembar asal Desa Sirahan Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang itu tak menyangka akhir tahun ini akan mencapai impiannya berangkat ke tanah suci.
Baca juga: Wujud Cinta dan Amal Jariyah, Bos HS Muhammad Suryo Bangun Masjid di Lokasi Kecelakaan Sang Istri
"Saya baru kerja di sini sebelas bulan, Yogi malah baru tujuh bulan. Kaget banget tadi diumumkan umrah, nggak tau bahagianya seprti apa nanti orang tua kami ketika tahu," kata Yoga yang sebelumnya kerja membajak sawah itu.
Tak kalah syok, Riyanti, 40 tahun, juga mengaku awalnya bingung kok bisa namanya dipanggil. Ketika tahu terpilih umrah, Riyanti mengaku langsung menangis tak kuasa menyembunyikan kebahagiaannya.
"Saya baru tujuh bulan kerja di sini, saya pikir hanya senior yang dapat, ternyata di sini sistemnya adil berdasarkan prestasi," kata warga Srumbung, Kabupaten Magelang itu.
Sedangkan, Rahma wulandari, 23 tahun, tak henti-hentinya bersyukur. Hadiah umrah dari Bos HS seperti mukjizat yang tak pernah ia sangka.
Baca juga: Cerita Difabel di Magelang Dapat Kesempatan Kerja Sekaligus Mess Karyawan
"Di sana nanti doanya cuma satu, semoga segera dapat jodoh," kata warga Sawangan, Kabupaten Magelang itu sambil tersipu.
Editor : A. Mustaqim