Jurnas.net - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur mulai mengakselerasi konsolidasi organisasi sebagai langkah awal menghadapi Pemilu 2029. Setelah merampungkan Musyawarah Daerah (Musda) di seluruh kabupaten/kota, partai berlambang pohon beringin itu kini mengalihkan fokus pada penguatan struktur hingga tingkat desa, optimalisasi peran fraksi, serta memperluas basis dukungan dari kalangan generasi muda dan perempuan.
Langkah tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jumat, 31 Juli 2026.
Ali mengatakan, konsolidasi internal berjalan sesuai target. Seluruh Musda tingkat kabupaten/kota telah selesai dilaksanakan, sementara Musyawarah Desa (Musdes) dan Musyawarah Kelurahan (Muslur) susulan telah melampaui 50 persen. Menurut dia, tahapan berikutnya adalah pelaksanaan rapat kerja daerah (Rakerda) secara bergilir di sejumlah daerah untuk menyusun program kerja sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.
"Mulai besok Rakerda diawali di Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Jombang, dan Kabupaten Madiun dalam 10 hari pertama Agustus. Seluruh rangkaian konsolidasi organisasi ditargetkan tuntas hingga Oktober," ujar Ali.
Selain memperkuat struktur partai, Golkar Jatim juga akan mengevaluasi sekaligus mengoptimalkan peran Fraksi Partai Golkar di DPRD Jawa Timur agar semakin efektif menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan pelayanan kepada masyarakat. "Kami akan meminta pertanggungjawaban fraksi dalam rangka optimalisasi peran publik dan peran politik di pemerintahan Provinsi Jawa Timur. Fraksi harus semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.
Di sisi lain, Golkar Jatim mulai menyiapkan strategi memperluas basis elektoral dengan menyasar pemilih muda dan perempuan, dua kelompok yang dinilai akan menjadi penentu dalam kontestasi politik mendatang.
Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) DPD Partai Golkar Jatim. (Insani/Jurnas.net)
Salah satu langkah yang disiapkan ialah menggelar turnamen mini soccer di 11 zona di Jawa Timur mulai 31 Agustus 2026. Kegiatan tersebut akan digelar bekerja sama dengan jaringan media Radar sebagai bagian dari pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.
"Kerja sama dengan media menjadi bagian dari strategi untuk mendekati anak-anak muda sesuai arahan DPP Partai Golkar. Kami juga ingin memperluas keterlibatan perempuan dalam berbagai program kepartaian," ujar Ali.
Tak hanya melalui kegiatan olahraga, Golkar Jatim juga akan memperkuat pendidikan politik, membangun komunikasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan lintas agama, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai agenda sosial dan kepartaian.
Sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029, Ali mengungkapkan DPD Partai Golkar Jawa Timur menargetkan seluruh fungsionaris yang diproyeksikan menjadi bakal calon anggota DPRD Provinsi Jawa Timur telah mendapatkan surat keputusan (SK) penugasan sebelum akhir 2026.
"Di penghujung tahun ini kami ingin sudah ada keputusan DPD Golkar Jawa Timur terkait penugasan para fungsionaris yang dipersiapkan sebagai calon anggota DPRD Provinsi. Mereka akan diberikan SK dan mulai menjalankan penugasan politik di kabupaten dan kota masing-masing," katanya.
Anggota Komisi V DPR RI itu menilai rangkaian Musda yang telah berlangsung menghasilkan kepengurusan yang lebih solid dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Modal tersebut, menurutnya, harus diikuti dengan peningkatan kerja nyata agar kepercayaan publik terhadap Partai Golkar terus terjaga.
"Kerja politik harus diniatkan sebagai bentuk pengabdian. Kita ingin Partai Golkar tetap dipercaya masyarakat, tetap dicintai masyarakat, dan terus memperjuangkan kepentingan rakyat," pungkas Ali.
Editor : Amal