Anas Urbaningrum Soroti Tren Penurunan Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah, Beri Lima Saran untuk Presiden

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum. (Istimewa)
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum. (Istimewa)

Jurnas.net – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, memberikan sejumlah masukan kepada Presiden menyusul tren penurunan tingkat kepuasan atau approval rating pemerintah yang disebutnya mulai mengkhawatirkan.

Melalui unggahan di akun media sosial X miliknya, @anasurbaningrum, Anas menilai berbagai hasil survei, baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan, menunjukkan kecenderungan menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Menurut dia, kondisi tersebut patut menjadi perhatian mengingat masa pemerintahan belum genap dua tahun dan diawali dengan modal kepercayaan publik yang sangat tinggi.

"Dari berbagai survei, baik yang dirilis maupun tidak, secara umum approval rating pemerintah turun. Angkanya boleh dibilang cukup mengkhawatirkan. Termasuk jika ditilik dari sudut masa tugas yang belum genap dua tahun. Apalagi dengan modal awal yang sangat tinggi," tulis Anas, melalui akun X @anasurbaningrum, dikutip Sabtu, 1 Agustus 2026.

Menurut Anas, terdapat sedikitnya lima langkah yang dapat dipertimbangkan pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kembali tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan. Masukan pertama adalah mengembalikan fokus pemerintah pada realisasi janji-janji kampanye yang telah disampaikan kepada masyarakat.

Ia menilai, di tengah keterbatasan ruang fiskal, pemerintah sebaiknya lebih memprioritaskan program yang telah dijanjikan dibanding meluncurkan program-program baru yang bersifat ad hoc atau mendadak. "Kembali fokus untuk memenuhi janji kampanye yang eksplisit. Apalagi dengan ketersediaan anggaran yang relatif ketat. Manuver berupa kreasi program-program yang cenderung dadakan sebaiknya tidak lagi dilakukan," tulisnya.

Saran kedua, Anas menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi internal pemerintahan agar seluruh jajaran kabinet memiliki irama kerja yang sama di bawah kepemimpinan Presiden. Menurut dia, pemerintah perlu menghilangkan kesan adanya pihak-pihak yang lebih diutamakan dibanding yang lain, termasuk dalam pembagian peran di kabinet. "Kabinet harus benar-benar bergerak bersama dalam irama kerja yang dipimpin Presiden," ujarnya.

Selain itu, Anas juga menyoroti pentingnya pembenahan komunikasi publik pemerintah. Ia menilai pemerintah sebaiknya lebih aktif membangun narasi dan memproduksi isu-isu positif dibanding hanya merespons atau mengklarifikasi berbagai polemik yang muncul di ruang publik.

Menurut dia, komunikasi yang baik dapat mengurangi potensi kontroversi maupun kesalahpahaman yang pada akhirnya berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan masyarakat. "Memproduksi isu jauh lebih baik ketimbang menanggapi. Hal-hal yang berpotensi memunculkan kontroversi dan kesalahpahaman penting untuk ditekan karena dapat menggerus kepercayaan dan kepuasan publik," tulis Anas.

Masukan berikutnya berkaitan dengan peningkatan kinerja pemerintah pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Ia menyebut isu pangan, kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, kualitas pelayanan publik, hingga rasa aman harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Menurut Anas, keberhasilan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan lebih mudah dirasakan publik, dan berdampak langsung terhadap tingkat kepuasan masyarakat.

Saran terakhir yang disampaikan adalah melakukan perampingan struktur kabinet. Ia menilai kabinet yang lebih ramping akan memudahkan proses koordinasi, memperkuat konsolidasi, sekaligus meningkatkan efektivitas kerja pemerintahan. Di sisi lain, kabinet yang terlalu besar dinilai berpotensi menimbulkan kesenjangan kinerja antaranggota kabinet.

"Citra kerja keras dan efisiensi pemerintah lebih mudah dibangun jika postur kabinet lebih ramping dan gesit. Kabinet yang terlalu gemuk bisa menciptakan keadaan Presiden berlari kencang dan bekerja sangat keras, tetapi ada sebagian dari keluarga besar kabinet yang hanya bekerja sekadarnya," tulisnya.

Anas mengatakan lima poin tersebut bukan satu-satunya masukan yang dapat diberikan kepada pemerintah. Namun, menurut dia, langkah-langkah tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memperkuat efektivitas pemerintahan sekaligus mengembalikan kepercayaan publik.

"Tentu saran bisa lebih panjang dan detail lagi. Rakyat berharap kinerja pemerintah makin baik dan itu akan terpantul pada angka approval rating yang juga baik atau membaik. Ayo Pak Presiden, bisa!" tulis Anas.

Berita Terbaru

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab…

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Jurnas.net – Penanganan dugaan peredaran rokok ilegal oleh Polres Probolinggo menjadi sorotan setelah dua orang yang dipersoalkan massa demonstran disebut d…

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net – Direktorat Siber Polda Jawa Timur mengungkap dugaan penyalahgunaan data kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) y…

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…