Pemkot Surabaya Sulap Hutan Cemara Pakal Jadi Magnet Wisata Olahraga Kejuaraan RC Offroad Nasional

Reporter : Rahmat
Salah satu peserta lomba offroad remote di Hutan Cemara Pakal Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Pemerintah Kota Surabaya mulai memetakan potensi baru Hutan Cemara Pakal sebagai pusat wisata olahraga berbasis komunitas. Langkah tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Kejuaraan R/C Adventure Offroad Piala Wali Kota Surabaya yang sukses menarik ratusan pegiat mobil remote control (RC) offroad dari berbagai daerah di Indonesia, Minggu, 21 Juni 2026.

Ajang yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 ini bukan sekadar kompetisi, melainkan upaya strategis menghidupkan ruang publik, memperkuat ekosistem olahraga rekreasi, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan Hutan Cemara Pakal.

Baca juga: Surabaya Fashion Festival 2026 Sulap Jalan Tunjungan Jadi Catwalk Raksasa dan Penggerak Ekonomi Kreatif

Berkolaborasi dengan Indonesia Offroad Federation (IOF) dan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), kejuaraan tersebut diikuti lebih dari 100 peserta yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Surabaya Raya, Yogyakarta hingga Banyumas.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa olahraga RC offroad memiliki komunitas yang besar dan terus berkembang.

“Kompetisi ini kami selenggarakan untuk mewadahi komunitas mobil remote control offroad yang selama ini aktif. Selain itu, kami ingin lebih mengenalkan Hutan Cemara Pakal kepada masyarakat luas serta menggerakkan pelaku UMKM yang berada di sekitar lokasi,” kata Nanik.

Selama ini, Hutan Cemara Pakal dikenal sebagai salah satu kawasan favorit bagi aktivitas offroad di Surabaya. Namun, Pemkot Surabaya tengah melakukan pemeliharaan dan perbaikan lintasan utama karena kondisi jalur yang sering tergenang air dan berpotensi menyebabkan korosi pada kendaraan offroad konvensional.

Di tengah proses tersebut, kompetisi RC offroad menjadi alternatif pemanfaatan kawasan yang dinilai efektif untuk menjaga aktivitas dan daya tarik lokasi tetap hidup. Melihat respons positif dari komunitas, Pemkot Surabaya pun menyiapkan langkah lanjutan berupa pembangunan trek permanen yang dapat digunakan sepanjang tahun.

Baca juga: Banyuwangi BMX Supercross 2026 Siap Digelar Akhir Juni, 294 Rider dari Empat Negara Berebut Poin UCI

“Ke depan, kami sudah merencanakan pembangunan trek permanen. Jadi ketika ada komunitas yang ingin berlatih atau menggelar event di Pakal, fasilitasnya sudah tersedia dan siap digunakan,” ujar Nanik.

Nanik menjelaskan kejuaraan tersebut terbuka bagi seluruh individu yang tergabung dalam berbagai komunitas RC offroad. Sistem perlombaan menggunakan mekanisme akumulasi poin dari empat titik start yang wajib dilalui peserta untuk mendapatkan nilai terbaik.

Kompetisi dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan spesifikasi kendaraan, yakni kelas Free For All (FFA), Scale 1.9 dan Hardbody. Menariknya, ajang ini juga dirancang sebagai olahraga yang inklusif dan lintas generasi. Selain peserta dewasa yang didominasi usia 30 hingga 40 tahun, panitia turut membuka kelas khusus bagi peserta anak-anak usia SMP.

Baca juga: Lapor RT, Akta Kematian Langsung Diantar ke Rumah, Inovasi Cak Klepon Surabaya Tuai Apresiasi

Menurut Nanik, karakteristik Hutan Cemara Pakal yang memiliki kontur tanah alami, area terbuka yang luas, serta medan yang bervariasi menjadikannya sangat ideal sebagai arena RC offroad di Surabaya. 

Nanik menargetkan kegiatan serupa dapat berkembang menjadi agenda rutin tahunan di bawah naungan KORMI dan diproyeksikan menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Tradisional Nasional (Pornas) untuk cabang RC offroad.

Ke depan, pengembangan Hutan Cemara Pakal tidak hanya diposisikan sebagai lokasi perlombaan, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara komunitas, wisata olahraga, pelaku UMKM, dan masyarakat. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan destinasi baru yang tidak hanya menarik bagi penghobi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi kawasan barat Surabaya.

Editor : Rahmat Fajar

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru