Kasus Dugaan Penelantaran Anak di Surabaya Belum Terbukti, Eri Cahyadi: Tunggu Putusan Pengadilan

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Seorang ayah menggendong anaknya yang sempat viral di Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Seorang ayah menggendong anaknya yang sempat viral di Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Polrestabes Surabaya telah menindaklanjuti laporan dugaan penelantaran dan eksploitasi anak oleh seorang ayah yang sempat viral di media sosial. Hasil penelusuran sementara tidak menemukan bukti kuat yang menguatkan dugaan tersebut.

Menanggapi polemik yang berkembang di ruang publik, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak masyarakat menahan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan, khususnya terkait penetapan hak asuh anak di Pengadilan Agama (PA) Surabaya. Kata Eri, persoalan rumah tangga seharusnya tidak menjadi konsumsi publik karena dapat meninggalkan jejak digital yang berdampak panjang terhadap kondisi psikologis anak.

"Kalau terjadi hal seperti itu, jejak digital tidak akan pernah hilang. Kasihan putra-putrinya ketika sudah dewasa melihat berbagai pemberitaan yang membuka persoalan keluarganya. Itu tidak baik bagi perkembangan psikologis anak," kata Eri, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut Eri, konflik antara suami dan istri tidak semestinya berujung pada saling membuka aib di ruang publik. Dalam pandangannya, kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas utama di atas ego masing-masing orang tua. "Ketika terjadi perpisahan, jangan saling membuka aib. Tutuplah aib itu demi anak-anak kita. Jangan sampai karena ego orang tua, anak justru menjadi korban," ujarnya.

Eri mengungkapkan, Pemkot Surabaya telah memfasilitasi pertemuan kedua orang tua anak yang bersangkutan. Namun, pemerintah daerah memilih menunggu keputusan hukum mengenai hak asuh yang saat ini masih berproses di Pengadilan Agama. "Kami sudah mempertemukan keduanya. Sekarang mari kita tunggu keputusan hukumnya, karena negara kita adalah negara hukum. Apa pun putusan pengadilan nanti harus kita hormati bersama," katanya.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial, terutama ketika menyangkut persoalan keluarga dan anak. Menurutnya, penyebaran informasi yang belum terbukti kebenarannya berpotensi menimbulkan trauma berkepanjangan bagi anak yang menjadi pihak paling rentan.

"Jangan membuka persoalan keluarga di ruang publik. Warga Surabaya adalah keluarga saya, dan anak-anak mereka juga anak-anak saya. Saya tidak ingin ketika mereka dewasa nanti justru mengalami tekanan batin atau trauma karena jejak digital yang menyudutkan kedua orang tuanya," tutur Eri.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya Ida Widayati mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan kondisi anak sekaligus memverifikasi informasi yang beredar di media sosial.

Tim DP3A-PPKB juga telah bertemu langsung dengan ayah dan anak tersebut. Berdasarkan hasil pendampingan, anak dalam kondisi baik dan saat ini berada dalam pengasuhan ayahnya. Selain itu, Pemkot Surabaya juga telah meminta keterangan dari ibu kandung yang sebelumnya menyampaikan dugaan penelantaran dan eksploitasi anak.

Namun hingga kini, bukti yang mendukung dugaan tersebut belum dapat ditunjukkan. Karena itu, Pemkot Surabaya menegaskan akan terus mengawal proses hukum dan memastikan hak-hak anak tetap terlindungi hingga terdapat putusan yang berkekuatan hukum.

Berita Terbaru

17 Madrasah di Jepara Digelontor Banpres Rp17 Miliar

17 Madrasah di Jepara Digelontor Banpres Rp17 Miliar

Jumat, 18 Sep 2026 17:35 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:35 WIB

Jurnas.net -  Sebanyak 17 madrasah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, disasar progam revitalisasi bantuan presiden (Banpres) Prabowo Subianto. Tiap madrasah …

Wali Kota Dumai Kunjungi SIER, Jajaki Kerja Sama Logistik dan Pengembangan Industri

Wali Kota Dumai Kunjungi SIER, Jajaki Kerja Sama Logistik dan Pengembangan Industri

Jumat, 18 Sep 2026 14:10 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 14:10 WIB

Jurnas.net — Pemerintah Kota Dumai menjajaki peluang kerja sama dengan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), khususnya di sektor logistik, pergudangan, …

Bupati Banyuwangi Jamin Pendidikan Anak 2 Korban KM Virgo yang Masih Hilang

Bupati Banyuwangi Jamin Pendidikan Anak 2 Korban KM Virgo yang Masih Hilang

Jumat, 18 Sep 2026 09:31 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 09:31 WIB

Jurnas.net — Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memastikan pendidikan anak-anak dari dua warga Banyuwangi yang menjadi korban hilang dalam kecelakaan KM Virgo …

Jaga Pasokan Listrik Industri, PLN Perkuat Sistem Proteksi SUTT Petrokimia–Segoromadu

Jaga Pasokan Listrik Industri, PLN Perkuat Sistem Proteksi SUTT Petrokimia–Segoromadu

Kamis, 17 Sep 2026 18:19 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 18:19 WIB

Jurnas.net — Momentum Hari Pelanggan Nasional 2026 dimaknai PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dengan memperkuat keandalan sistem t…

Dies Natalis KOHATI: Merefleksi Kembali Peran Perempuan dari Masa ke Masa

Dies Natalis KOHATI: Merefleksi Kembali Peran Perempuan dari Masa ke Masa

Kamis, 17 Sep 2026 17:08 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:08 WIB

Oleh: Heni Ratnawati, M.Pt.  Wakil Sekretaris Bidang Kajian dan Advokasi KOHATI PB HMI - (2024-2026)   Setiap 17 September, Korp HMI-Wati (KOHATI) m…

Khofifah Dorong SIER Genjot Kinerja dan Investasi untuk Perkuat Ekonomi Jatim

Khofifah Dorong SIER Genjot Kinerja dan Investasi untuk Perkuat Ekonomi Jatim

Kamis, 17 Sep 2026 16:12 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 16:12 WIB

Jurnas.net — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus m…