Jurnas.net – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan Karapan Sapi bukan sekadar tradisi masyarakat Madura, melainkan bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Pesan tersebut disampaikan AHY saat membuka Lomba Karapan Sapi Piala AHY di Stadion Karapan Sapi Bangkalan, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Ajang yang digelar menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat itu juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.
Di hadapan ribuan masyarakat yang memadati arena perlombaan, AHY mengatakan pelestarian budaya lokal menjadi tanggung jawab bersama di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi. "Karapan Sapi bukan hanya milik Madura, melainkan juga milik Indonesia. Di tengah zaman yang semakin modern dan digital, budaya dan tradisi seperti ini justru semakin penting untuk terus kita lestarikan. Siapa lagi kalau bukan kita yang menjaganya," kata AHY.
Menurut dia, setiap bangsa memiliki identitas budaya yang menjadi kebanggaan. Sebagaimana rodeo di Amerika Serikat maupun matador di Spanyol, Karapan Sapi merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai historis, sosial, sekaligus ekonomi.
Karena itu, ia berharap penyelenggaraan Karapan Sapi tidak hanya dipandang sebagai ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan serta memperkuat persatuan masyarakat. "Di tengah kompetisi dan persaingan, kita harus tetap bersatu. Persatuan adalah modal utama untuk membangun Indonesia yang semakin maju," katanya.
AHY menilai tradisi Karapan Sapi juga menggambarkan karakter masyarakat Madura yang dikenal memiliki etos kerja tinggi, berani menghadapi tantangan, dan menjunjung tinggi kehormatan. "Tiga nilai itu sangat kuat tercermin dalam Karapan Sapi, yaitu kerja keras, keberanian menghadapi perubahan, dan kehormatan. Nilai-nilai inilah yang juga terus diperjuangkan Partai Demokrat dalam mengabdi kepada rakyat," ujarnya.
Selain menjadi warisan budaya, AHY menilai penyelenggaraan Karapan Sapi mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata. Ribuan pengunjung yang hadir membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, seniman, hingga masyarakat sekitar.
"Kami ingin Partai Demokrat selalu dekat dengan masyarakat. Kegiatan seperti ini menggerakkan ekonomi lokal, membuka peluang usaha bagi UMKM, sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata daerah," katanya.
Lomba Karapan Sapi Piala AHY tahun ini diikuti 48 pasang sapi dari empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Selain itu, terdapat 16 pasang sapi kategori Galatama yang turut ambil bagian. Perlombaan digelar dalam lima babak, mulai penyisihan hingga final.
Kemeriahan acara juga diwarnai penampilan sekitar 120 penari yang menampilkan seni budaya khas Madura. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan hadiah berupa satu unit mobil bagi Juara I Utama dan Juara I Harapan, serta sepeda motor bagi para juara di sejumlah kategori lainnya.
Dalam kesempatan itu, AHY juga menyinggung momentum HUT ke-25 Partai Demokrat yang menurutnya menjadi penguat komitmen partainya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional. Ia menegaskan Demokrat akan terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar mampu menjalankan berbagai program pembangunan secara optimal.
"Kami ingin terus memastikan pemerintahan Presiden Prabowo sukses. Demokrat berada di dalam pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, dan ingin membangun bersama seluruh elemen bangsa," ujarnya.
Menurut AHY, masyarakat saat ini membutuhkan kebijakan yang mampu menjawab berbagai persoalan mendasar, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya beli masyarakat, pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, penegakan hukum, hingga penguatan demokrasi.
"Yang dibutuhkan masyarakat adalah kebersamaan agar setiap kebijakan mampu menjawab persoalan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan daya beli, menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, memperkuat penegakan hukum, serta menjaga demokrasi," katanya.
Selain berbicara mengenai budaya, AHY juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur di Pulau Madura. Menurut dia, peningkatan kualitas jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga revitalisasi Stadion Karapan Sapi menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata.
"Infrastruktur yang baik akan mempercepat mobilitas manusia, barang, dan jasa sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Stadion Karapan Sapi ini juga memiliki potensi besar untuk direvitalisasi agar semakin representatif dan mampu menarik lebih banyak wisatawan, bukan hanya dari berbagai daerah di Indonesia tetapi juga dari mancanegara," ujar AHY.
Ia menyatakan akan mendorong kementerian dan lembaga terkait untuk mengkaji berbagai kebutuhan pembangunan di Madura agar dapat direalisasikan secara bertahap. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Hasani bin Zubair dan Lucy Kurniasari, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron, Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Irwan Fecho, Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat Sigit Raditya, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, serta Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Afriansyah Noor dan Agust Jovan Latuconsina.
Editor : Risfil Athon