Sirkuit BMX Banyuwangi Jadi Mesin Penggerak Ekonomi, Usai Supercross Kini Giliran Kejurnas

Reporter : Wulansari
Peserta lomba BMX Supercross 2026 foto bersama usai lomba di Sirkuit BMX Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net – Sirkuit BMX Banyuwangi tak hanya menjadi arena lahirnya prestasi olahraga, tetapi juga terbukti menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Belum usai gaung Banyuwangi BMX Supercross 2026, kawasan sekitar sirkuit kembali bergeliat setelah Indonesia Cycling Federation (ICF) menetapkan Banyuwangi sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX 2026 yang akan berlangsung pada 4-5 Juli mendatang.

Rangkaian dua ajang bergengsi yang digelar secara berdekatan membuat ratusan atlet, pelatih, ofisial, hingga keluarga peserta memilih memperpanjang masa tinggal mereka di Banyuwangi. Kondisi tersebut menciptakan perputaran ekonomi yang terus mengalir bagi pelaku usaha lokal, mulai dari warung makan, homestay, jasa transportasi, hingga usaha kecil lainnya.

Baca juga: Tradisi Kebo-keboan Alasmalang, Kearifan Lokal Banyuwangi yang Terus Dijaga Lintas Generasi

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Indonesia Cycling Federation (ICF), Jadi Rajagukguk, mengatakan keputusan menggelar Kejurnas di Banyuwangi setelah Supercross membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

"Banyak pembalap yang mengikuti Supercross memilih tetap tinggal di Banyuwangi sambil menunggu Kejurnas. Ini tentu menjadi perputaran ekonomi yang sangat baik bagi masyarakat lokal," kata Jadi, Selasa, 30 Juni 2026.

Sebelumnya, Banyuwangi BMX Supercross 2026 diikuti 343 pembalap dari berbagai provinsi di Indonesia dan sejumlah negara. Kehadiran mereka tidak hanya membawa tim dan ofisial, tetapi juga keluarga yang turut menginap di Banyuwangi. Bahkan, sebagian atlet telah datang beberapa hari sebelum perlombaan untuk menjalani latihan intensif di sirkuit berstandar Olimpiade tersebut.

Menurut Jadi, Kejurnas BMX yang digelar pekan berikutnya juga dipastikan diikuti ratusan pembalap dari berbagai daerah di Indonesia sehingga efek ekonomi diperkirakan terus berlanjut. "Kejurnas juga akan diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah. Dampaknya tentu kembali dirasakan masyarakat sekitar karena aktivitas ekonomi terus bergerak," katanya.

Baca juga: UCI Kagum dengan Sirkuit BMX Banyuwangi, Sebut Masuk Jajaran Trek Terbaik Dunia

Manfaat itu dirasakan langsung oleh Yuli (50), pemilik warung makan yang berada di jalur menuju Sirkuit BMX Banyuwangi. Ia mengaku omzet usahanya melonjak setiap kali kejuaraan berlangsung. Menurut Yuli, sebelum sirkuit dibangun, kawasan tempat tinggalnya merupakan area perkebunan yang relatif sepi. Kini, wilayah tersebut berubah menjadi pusat aktivitas setiap kali ada kejuaraan nasional maupun internasional.

"Dulu di sini sepi. Setelah ada sirkuit, banyak warga membuka usaha. Kalau ada lomba seperti sekarang, warung saya ramai sekali dan omzet naik drastis," katanya.

Tak hanya mengandalkan usaha kuliner, Yuli bahkan membangun rumah yang disewakan sebagai penginapan bagi atlet dan ofisial. Pada gelaran kali ini, rumah tersebut disewa selama sepuluh hari oleh salah satu tim dari luar daerah. "Alhamdulillah, penghasilannya jadi dobel, dari warung dan penyewaan rumah. Harapan kami semoga semakin sering ada kejuaraan di sini," ujarnya.

Baca juga: Banyuwangi BMX Supercross 2026 Resmi Dimulai, Satu-satunya Kejuaraan BMX Indonesia Berlabel UCI

Berkah serupa dirasakan Tumini, warga yang rumahnya berada tepat di samping sirkuit. Ia membuka usaha warung, penyewaan kendaraan, serta toilet umum untuk melayani para pengunjung. "Sirkuit BMX ini sangat menguntungkan. Setiap ada lomba kami ikut merasakan manfaatnya dari berjualan, menyewakan kendaraan, hingga toilet umum," katanya.

Sementara itu, Dewi, pedagang makanan musiman di sekitar sirkuit, mengaku sudah bisa berjualan sejak sepekan sebelum perlombaan dimulai karena banyak atlet datang lebih awal untuk berlatih. "Senang sekali. Setiap ada lomba kami bisa menambah penghasilan keluarga. Semoga Banyuwangi semakin sering menjadi tuan rumah kejuaraan," ujarnya.

Keberhasilan Banyuwangi menjadi tuan rumah dua ajang besar secara beruntun memperlihatkan bahwa investasi pada infrastruktur olahraga tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran ratusan atlet dan rombongan peserta telah menghidupkan sektor UMKM, kuliner, transportasi, hingga penyewaan penginapan, menjadikan Sirkuit BMX Banyuwangi sebagai salah satu pusat sport tourism yang memberikan manfaat nyata bagi warga.

Editor : Risfil Athon

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru