Jurnas.net — DPD Partai Golkar Jawa Timur memilih pendekatan berbeda untuk memperingati HUT ke-62 Partai Golkar. Alih-alih hanya menggelar kegiatan seremonial, partai berlambang pohon beringin itu, menyiapkan turnamen mini soccer yang menyasar generasi muda.
Kompetisi bertajuk Piala Ketua Umum Bahlil Lahadalia tersebut dijadwalkan mulai bergulir pada 31 Agustus 2026. Kompetisi itu akan dibuka di kawasan Malang Raya, dan babak final direncanakan berlangsung di Surabaya, yang akan dihadiri langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Ali Mufthi, mengatakan turnamen tersebut dirancang bukan semata-mata sebagai kegiatan olahraga, melainkan sebagai ruang untuk memperkenalkan politik kepada generasi muda melalui cara yang lebih santai, terbuka, dan positif.
"Tujuan utama mini soccer ini bagaimana menularkan virus berpolitik yang asyik kepada masyarakat, khususnya generasi pemula," kata Ali, Kamis, 14 Agustus 2026.
Menurut Ali, olahraga memiliki karakter yang berbeda dengan forum politik konvensional. Lapangan sepak bola, kata dia, memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang bertemu tanpa sekat.
Karena itu, Golkar Jatim ingin memanfaatkan olahraga sebagai pintu masuk untuk membangun komunikasi politik yang lebih cair dengan anak muda. Turnamen tersebut akan berlangsung melalui babak penyisihan yang tersebar di 11 zona di Jawa Timur. Zona itu meliputi Malang Raya, Madiun, Tulungagung, Kediri, Bojonegoro, Jombang, Surabaya Raya, Madura, Bromo, Jember, dan Banyuwangi.
Kata Ali, panitia saat ini mulai mempersiapkan pelaksanaan kompetisi, termasuk melakukan verifikasi terhadap kelayakan lapangan yang akan digunakan di setiap wilayah. Format penyelenggaraan di banyak zona tersebut diharapkan membuat turnamen tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau komunitas sepak bola di berbagai daerah.
Ali mengatakan, Golkar ingin menjadikan turnamen itu sebagai momentum untuk membangun ekosistem olahraga sekaligus memperluas ruang interaksi politik yang lebih dekat dengan masyarakat.
Hal lain yang membedakan turnamen tersebut adalah adanya pertandingan eksibisi yang mempertemukan kader Golkar dengan kader partai politik lain yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Pertandingan eksibisi itu akan digelar sebelum laga kualifikasi di sejumlah daerah.
"Di satu tempat bisa lawan Gerindra, di tempat lain lawan PAN, PKB dan partai lain yang tergabung dalam koalisi pendukung utama Prabowo-Gibran," ujar Ali.
Menurut dia, pertandingan tersebut diharapkan menjadi simbol bahwa perbedaan latar belakang politik tidak harus menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Olahraga justru dapat menjadi ruang perjumpaan yang memungkinkan para kader partai berinteraksi secara lebih informal.
Golkar Jatim menargetkan kompetisi ini dapat menjadi wadah bagi talenta muda sepak bola di Jawa Timur. Peserta dibuka untuk pemain kategori U-17, tanpa membatasi latar belakang peserta. Bahkan, pemain yang pernah maupun sedang berstatus sebagai pemain tim nasional diperbolehkan mengikuti turnamen.
Ali menjelaskan, pemilihan mini soccer bukan tanpa alasan. Olahraga tersebut dinilai semakin populer karena memungkinkan masyarakat tetap bermain sepak bola dengan kebutuhan lapangan yang lebih kecil dibandingkan sepak bola konvensional.
"Mini soccer sekarang semakin populer. Ini menjadi ruang bagi masyarakat yang masih ingin bermain sepak bola, tetapi tidak lagi memungkinkan menggunakan lapangan berukuran penuh," katanya.
Ali mengaku tidak ingin turnamen tersebut hanya berumur pendek dan berhenti setelah rangkaian HUT ke-62 Partai Golkar selesai. Ia justru menargetkan kompetisi itu dapat berkembang menjadi agenda olahraga yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. "Kami ingin kompetisi mini soccer di Jawa Timur ini bisa menjadi embrio lahirnya kompetisi resmi yang dilakukan teman-teman konfederasi sepak bola, dalam hal ini PSSI," tegasnya.
Target tersebut membuat turnamen Piala Ketua Umum Bahlil Lahadalia tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan internal partai. Golkar Jatim ingin kompetisi itu memiliki dampak lebih luas terhadap pembinaan dan pengembangan sepak bola usia muda.
"Kalau penyelenggaraannya berjalan konsisten, kami harap kompetisi ini dapat berkembang menjadi ajang tahunan, dengan format dan tata kelola yang semakin profesional," ucapnya.
Ali juga menginstruksikan seluruh jajaran pengurus Golkar di Jawa Timur untuk ikut mempromosikan turnamen tersebut. Menurut dia, perangkat organisasi hingga kanal media sosial harus dimaksimalkan agar agenda kompetisi dapat diketahui masyarakat luas, khususnya anak muda.
"Saya instruksikan pengurus Golkar se-Jatim untuk memaksimalkan perangkat yang ada, mulai dari media sosial, persiapan dan sebagainya. Kita semarakkan di ruang publik terkait agenda ini," pungkas Ali.
Dengan strategi tersebut, Golkar Jatim berupaya mengubah cara partai berinteraksi dengan generasi muda. Politik tidak hanya diperkenalkan melalui forum diskusi atau kegiatan kampanye, tetapi juga melalui aktivitas yang lebih dekat dengan keseharian anak muda.
Turnamen mini soccer itu pada akhirnya diharapkan menjadi ruang bertemunya olahraga, pembinaan talenta muda, dan komunikasi politik dalam suasana yang lebih cair dan sportif.
Editor : Amal