Jurnas.net - Meningkatnya kepercayaan terhadap Polri ke angka 82,4 persen memberi dampak positif terhadap perekonomian. Apresiasi pun ditujukan ke Institusi yang dipimpin Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Baca juga: Sinergi Polri dan Ojol: Wujud Keamanan dan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Polri terus bertransformasi dengan berbagai tantangan sesuai dengan perkembangan jaman dalam menjaga keamanan.
"Sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional saya meyakini, stabilitas keamanan salah satu fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi. Masuknya investasi tidak lepas dari situ, terciptanya lapangan kerja juga dan meningkatnya kesejahteraan rakyat," ujar pria yang akrab disapa Opung, Senin, 29 Juni 2029.
Oleh karena itu, baginya, peran Polri tidak hanya penting dalam menjaga keamanan. Tetapi juga menjadi penting menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi pembangunan nasional.
Delapan dekade pengabdian Polri merupakan perjalanan yang panjang. Angka 80 tahun, menurut Luhut merupakan usia yang matang dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan serta pengayoman kepada masyarakat.
"Perlu diapresiasi, Polri dapat memainkan perannya dengan sangat baik. Kepercayaan publik terus meningkat, yang menjadi modal penting bagi Polri untuk melangkah lebih jauh," ujar Luhut.
Baca juga: Wujud Polisi Humanis: Humas Polda Jatim Kunjungi Purnawirawan di Hari Jadi ke-74
Dilihat dari survei litbang Kompas terbaru, lanjut Luhut, menunjukkan 80,6 persen masyarakat menilai kinerja Polri semakin baik. Sementara kepuasan publik meningkat dari 65.1 persen di tahun 2025 menjadi 67.6 persen pada tahun 2026.
Pencapaian ini, bagi Luhut perlu diapresiasi. Karena merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Polri yang semakin Profesional, modern dan dekat dengan masyarakat.
"Saya berharap, Polri terus menjaga stabilitas, meningkatkan profesionalisme, semakin adaptif dengan perkembangan teknologi, dan tantangan kejahatan baru. Serta senantiasa hadir dengan pendekatan humanis dan berkeadilan. Kepercayaan masyarakat yang telah dibangun harus terus dijaga dengan berpihak pada kepentingan rakyat," pungkasnya.
Baca juga: Membangun Sistem Pangan Berkelanjutan di Indonesia, DEN Kolaborasi dengan Belanda
Untuk diketahui, pada Survei Litbang Kompas menunjukkan kepercayaan publik ke Polri naik menjadi 82,4 persen. Citra kelembagaan terhadap Polri juga mengalami kenaikan signifikan menjadi 71,5 persen dari tahun sebelumnya di angka 64,4 persen
Pada survei itu, penilaian responden yang pernah berhubungan dengan Polri menjawab kinerja profesionalitas Polri naik dari sebelumnya 7,76 persen menjadi 8,3 persen.
Peningkatan kepercayaan yang signifikan ini menempatkan Polri di daftar lima institusi negara yang dipercaya publik. Bahkan, menurut Survei Litbang Kompas, tingkat kepercayaannya diakui publik relatif paling tinggi daripada lembaga penegak hukum lainnya seperti Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung dan KPK.
Editor : Budi Warsito