Surabaya Klaim MPLS Ramah Anak Berjalan Sesuai Rencana, Siswa Siap Ikuti Pembelajaran Reguler

Reporter : Kurniawan
Siswa SD Surabaya saat mengikuti MPLS. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di seluruh sekolah berlangsung sesuai prinsip ramah anak. Hingga hari terakhir pelaksanaan, tidak ada laporan pelanggaran maupun keluhan dari masyarakat terkait kegiatan tersebut.

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan hasil evaluasi selama sepekan menunjukkan seluruh rangkaian MPLS berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.

Baca juga: Pemkot Surabaya: Iuran HUT Ke-81 RI Boleh Dipungut, Asal Sukarela dan Tanpa Dipatok Nominal

"Hingga hari terakhir pelaksanaan MPLS pada Jumat (17/7/2026), seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan. Kami juga tidak menerima laporan adanya keluhan ataupun kegiatan yang tidak sesuai dengan prinsip MPLS ramah anak," kata Febrina, Selasa, 21 Juli 2026.

Menurut Febrina, seluruh materi yang diberikan selama MPLS dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa mengesampingkan kenyamanan dan perlindungan terhadap hak-hak anak. Salah satu materi yang diberikan adalah Peraturan Baris Berbaris (PBB) dengan pendampingan personel TNI. Ia menjelaskan, keterlibatan TNI semata-mata didasarkan pada kompetensi dalam memberikan pelatihan kedisiplinan kepada siswa.

"Untuk materi PBB, kami menghadirkan pelatih yang memang memiliki kompetensi di bidangnya. Prinsipnya, jika suatu materi diajarkan oleh ahlinya, proses pembelajaran tentu akan lebih optimal," ujarnya.

Baca juga: Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, GBT dan Dua Lapangan Latihan Disiapkan

Meski demikian, Febrina menegaskan bahwa pembentukan disiplin bukan menjadi satu-satunya fokus dalam MPLS. Selama sepekan, peserta didik juga diperkenalkan dengan berbagai aspek kehidupan sekolah agar mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan ruang kelas, guru, sistem dan metode pembelajaran, tata tertib sekolah, budaya sekolah, hingga penguatan nilai kolaborasi, kreativitas, dan inovasi antarsiswa.

"Anak-anak dikenalkan dengan lingkungan sekolah secara menyeluruh, mulai dari ruang kelas, guru, metode pembelajaran, interaksi antarteman, budaya sekolah, hingga membangun semangat kolaborasi dan inovasi. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan yang ramah anak," jelasnya.

Baca juga: Usai Temukan Pungli dan Parkir Ilegal, Eri Cahyadi Tegaskan Sidak Akan Terus Berlanjut

Dispendik berharap bekal yang diperoleh selama MPLS dapat membantu peserta didik baru mengikuti proses belajar mengajar secara lebih optimal ketika kegiatan pembelajaran reguler dimulai pada pekan berikutnya.

"Harapannya, setelah mengikuti MPLS selama satu pekan, siswa sudah memahami lingkungan sekolah, mengetahui jadwal pelajaran, jam belajar, waktu istirahat, serta berbagai kebiasaan di sekolah. Dengan begitu, mereka dapat mengikuti proses belajar mengajar secara optimal sejak hari pertama pembelajaran reguler," kata Febrina.

Editor : Risfil Athon

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru