Jurnas.net - PSIM Yogyakarta meluncurkan skuat baru untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung Bantul pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Peluncuran skuat tersebut sekaligus perkenalan sponsor baru, termasuk kerja sama dengan aparel asal Jerman, Adidas.
CEO PSIM, Liana Tasno mengatakan terus berupaya mengembangkan secara tim maupun manajemen. Penambahan sejumlah pemain anyar, termasuk asing, juga ditarget memperbaiki kualitas PSIM.
Baca juga: UGM Kerja Sama Program Dual Degree dengan Melbourne of University
"Musim lalu kan (finish) peringkat 11. Pengennya masuk 10 besar," kata Liana usai peluncuran tim.
PSIM masih mempercayakan pos penjaga gawang diisi Cahya Supriadi dengan pelapis Harlan Suardi. Keduanya dipadukan Khairul Fikri Maarif dan Athaullah Daib.
Adapun pos belakang diisi nama-nama, di antaranya Franco Ramos Mingo, Johannes Van Der Avert, Rio Hardiawan, Ondrej Rudzan, Yusaku Yamadera, M. Rendra Teddy, Raka Cahyana, dan Muhammad Alwi Fadilah. Posisi tengah yakni Ze Valente, Adrian Purzycki, Savio Sheva, Diandra Diaz, Ghulam Fatkur, dan Ahmad Agung.
Pos depan atau penyerangan berisi sosok Pulga Vidal, Riyatno Abiyoso, M. Iqbal, Andi Irfan, Marfin Antonio Loria. Mereka bakal menopang penyerang di antaranya Mauro Caballero, Adrian Dalmau, dan Nermin Haljeta.
Sementara, susunan tim kepelatihan berisi pelatih kepala, Jean Paul van Gastel; asisten pelatih Guntur Cahyo Utomo dan Ixsan Fajar Pranoto; pelatih kiper Mario Capece; pelatih fisik Jorge Gomez Alba; dokter tim M. Hovi; fisioterapi: M. Ali Ramdhani; analis Zulvikar Isvahan; kitman Mateus Kristianto; serta manajer tim Muhammad Ikhsan Mahar.
Sebelum diperkenalkan, PSIM telah lebih dulu menggelar uji coba melawan Deltras FC. PSIM menang 2-0 berkat gol Pulga Vidal menit 3 dan 15.
Baca juga: PSIM Kembali Berkandang di Stadion Sultan Agung Bantul
Filosofi Lokal
Adidas, perusahaan apparel olahraga berbasis di Jerman menjadi mitra penyedia jersey PSIM musim ini. Biru, masih menjadi warna kostum kandang tim berjuluk Laskas Mataram. Sementara, kostum tandang mengusung warna putih. Meski brand internasional, Liana mengatakan tetap memasukkan aspek kelokalan pada jersey, yakni batik motif parang.
"Batik motif parang ini sangat bernilai bagi PSIM dan saya sampai mempelajarinya," ujar Liana.
Ia mengatakan berjuang melobi Adidas agar desain batik motif parang masuk dalam jersey. Bahkan ia mengaku sampai memproses hak paten pada level kementerian.
Baca juga: Pemain U-13 Mataram Utama Disanksi Ganda Akibat Tendangan Kungfu saat Piala Soeratin
Batik motif parang tersebut kemudian diputuskan pada bagian atas sisi kanan, tepat di atas logo apparel. Ia mengatakan sempat ada opsi dipasang pada bawah pinggang namun dinilai tidak pas.
"Kontrak kerja aama dengan Adidas baru satu musim. Ini kami akan melakukan evaluasi selama kerja sama itu," kata dia.
Ia menambahkan, jersey untuk di toko resmi klub bakal segera tersedia dengan kisaran harga Rp700 ribuan. Menurut dia, saat ini masih pre order.
Editor : A. Mustaqim