Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Reporter : M. Faizul
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat secara simbolis melepas atlet Popda dan Peparpeda di WEP Gresik. (Faizul/Jurnas.net)

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur 2026. Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik memberangkatkan 187 atlet dan ofisial sekaligus menaikkan bonus bagi peraih medali emas menjadi Rp 10 juta.

Sebanyak 187 atlet dan ofisial tersebut akan mengikuti kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober hingga 11 November 2026 di Kabupaten Ngawi.

Baca juga: Pemkab Gresik Perketat Pengawasan LPG 3 Kg, Harga Pangkalan Ditetapkan Rp 18.000

Sebelum keberangkatan, para atlet dan ofisial mengikuti verifikasi potensi medali sekaligus menerima arahan dari pemerintah daerah di Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) Gresik, Selasa, 27 Oktober 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, para atlet yang diberangkatkan telah melalui proses pemetaan berdasarkan potensi prestasi di cabang olahraga masing-masing. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya memberikan dukungan agar para pelajar dapat mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi melalui jalur nonakademik.

"Ini cabor-cabor potensi medali, sudah dilakukan verifikasi. Pemerintah Kabupaten Gresik mencoba memfasilitasi para pelajar bahwasanya kesuksesan bisa diraih dari luar ruang akademi, tetapi juga melalui prestasi nonakademik," ujar pria yang akrab disapa Gus Yani tersebut.

Salah satu bentuk dukungan Pemkab Gresik adalah menaikkan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali emas. Jika sebelumnya peraih medali emas mendapatkan bonus Rp 4 juta, kini bonus tersebut dinaikkan menjadi Rp 10 juta.

Gus Yani berharap peningkatan apresiasi itu dapat menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk berjuang maksimal sekaligus membawa nama baik Kabupaten Gresik. Ia menegaskan, pemerintah daerah berupaya memfasilitasi kebutuhan kontingen, mulai dari keberangkatan, akomodasi, hingga dukungan operasional selama mengikuti pertandingan.

Menurut dia, prestasi para atlet menjadi kebanggaan bagi daerah dan masyarakat Gresik. "Tidak punya rasa ingin apa pun, tetapi ketika kalian sukses, naik podium mendapatkan medali, Pemerintah Kabupaten Gresik akan berbangga karena atas prestasi kalian," katanya.

Gus Yani juga meminta para atlet menjaga kesehatan, disiplin, dan mematuhi arahan pelatih serta ofisial selama berada di lokasi pertandingan. Ia mengingatkan agar para atlet tidak mengabaikan waktu istirahat, termasuk mengurangi penggunaan telepon seluler pada malam hari.

"Selamat bertanding, semangat, berjuang, bawa nama baik Kabupaten Gresik, jaga kesehatan diri kalian di sana, disiplin waktu, kalau malam jangan begadang, handphonenya ditaruh," pesannya.

Ia bahkan meminta para pelatih dan ofisial menerapkan pengawasan penggunaan telepon seluler pada malam hari untuk membantu menjaga kedisiplinan atlet.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Gresik, drg. Saifudin Ghozali, mengatakan kontingen yang diberangkatkan telah melalui proses verifikasi dengan mempertimbangkan potensi perolehan medali.

Baca juga: Tikar Pandan Bawean Resmi Jadi WBTbI 2026, Pemdes Gunungteguh Ingin Jadi Etalase Budaya Gresik

Pada POPDA XIV dan PEPARPEDA II Jawa Timur 2024, Kabupaten Gresik menempati peringkat keempat dengan raihan 21 medali emas, 20 perak, dan 15 perunggu. Hasil tersebut menjadi pijakan bagi Gresik untuk meningkatkan prestasi pada penyelenggaraan tahun ini.

"Tahun 2024 POPDA XIV dan PEPARPEDA II Kabupaten Gresik berhasil menduduki peringkat keempat dengan meraih 21 medali emas, 20 medali perak, serta 15 medali perunggu. Pada tahun ini kami memiliki tekad untuk meningkatkan prestasi atau, syukur, bisa meraih peringkat tiga," ujar Saifudin.

Pada POPDA XV 2026, kontingen Gresik akan mengikuti 22 cabang olahraga. Cabang tersebut meliputi sepak takraw, dayung, wushu, ski air, menembak, mixed martial arts (MMA), woodball, akuatik, atletik, senam, selam, panjat tebing, tenis meja, panahan, karate, taekwondo, kempo, pentathlon, pencak silat, bulu tangkis, dan balap sepeda.

Sementara itu, PEPARPEDA III diikuti atlet pelajar penyandang disabilitas pada tiga cabang olahraga, yakni para-atletik, para-bulu tangkis, dan para-renang. Keikutsertaan atlet dalam kedua ajang tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan pelajar Gresik untuk berkompetisi sekaligus meningkatkan prestasi olahraga daerah.

Selain bonus medali, Pemkab Gresik juga menyiapkan dukungan transportasi, akomodasi, dan kebutuhan operasional bagi kontingen selama mengikuti kompetisi. Saifudin menjelaskan, pemerintah daerah menyediakan kendaraan untuk keberangkatan dan operasional di lokasi pertandingan. Para atlet dan ofisial juga disiapkan menginap di hotel.

"Jadi, adik-adik, semua ofisial, pelatih, kita kawal mulai berangkatnya sampai dengan pulangnya. Berangkat sudah kita kasih mobil untuk berangkat, operasionalnya di sana kita kasih mobil, dan kita inapkan mereka bukan di homestay Pak Bupati, tetapi kita inapkan mereka di hotel," paparnya.

Baca juga: PSIM Kembali Berkandang di Stadion Sultan Agung Bantul

Ia berharap fasilitas tersebut membuat para atlet lebih fokus mempersiapkan diri dan bertanding tanpa harus terlalu terbebani persoalan kebutuhan selama berada di Ngawi. Selain fasilitas, para atlet juga memperoleh uang harian selama mengikuti kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Saifudin menjelaskan, penyaluran uang harian akan dilakukan secara langsung kepada atlet yang bersangkutan dengan disertai tanda tangan sebagai bukti penerimaan. Ia pun mengingatkan para atlet untuk menjaga semangat dan berjuang maksimal agar dapat bertahan dalam kompetisi hingga meraih hasil terbaik.

"Uang harian juga nanti akan kita berikan ketika adik-adik ini pulang. Kita serahkan langsung kepada yang bersangkutan dengan tanda tangan," katanya.

Pembiayaan keikutsertaan Kabupaten Gresik dalam POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur 2026 bersumber dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Gresik.

Dengan dukungan fasilitas dan peningkatan bonus tersebut, Gresik berharap kontingen pelajar mampu memperbaiki capaian sebelumnya dan merealisasikan target masuk tiga besar pada ajang olahraga pelajar tingkat Jawa Timur tahun ini.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru