Banyuwangi Jadi Kabupaten Terbaik Nasional: Reformasi Tanpa Ego Sektoral Jadi Kunci 

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menterian Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan penghargaan kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Menterian Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan penghargaan kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, kembali mencatatkan prestasi nasional setelah dinobatkan sebagai daerah dengan tata kelola pemerintahan terbaik oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Jakarta, Senin, 1 Desember 2025.

Menariknya, kemenangan Banyuwangi bukan karena besarnya fiskal, melainkan karena disiplin manajemen, orkestrasi lintas sektor, serta budaya kerja tanpa ego sektoral yang dinilai menjadi kunci reformasi birokrasi di ujung timur Pulau Jawa tersebut.

“Penghargaan ini untuk mendorong daerah menunjukkan kinerja terbaiknya sebagai bentuk ibadah melayani masyarakat,” kata Tito.

Menurut Tito, penghargaan ini bukan semata-mata pengakuan, tetapi juga instrumen untuk memacu daerah berinovasi sekaligus dasar pembagian berbagai insentif kinerja. “Daerah harus berlomba-lomba menunjukkan kinerja terbaiknya,” tegasnya.

Dalam penilaian Kemendagri, Banyuwangi memperoleh skor 82,92, jauh di atas nilai terendah nasional yang hanya 23,24, serta melampaui rata-rata nasional 65,15.

Penilaian tersebut mencakup seluruh kategori pemerintah kabupaten, baik yang memiliki fiskal kecil maupun besar, menunjukkan bahwa keberhasilan Banyuwangi bukan karena besarnya anggaran, tetapi karena efektivitas pengelolaannya.

GM Pusat Data Tempo, Khairul Anam, yang menjadi perwakilan dewan juri, menjelaskan ada empat parameter utama yang mengukur tata kelola daerah, yaitu Indeks Inovasi Daerah (IID), Indeks Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (IPSPM), dan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (KPPD).

Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK
Data diperoleh dari lima indeks Kemendagri, serta indeks BPS dan Kementerian Kesehatan sepanjang 2024–2025. “Secara keseluruhan, Banyuwangi menunjukkan pemerintahan yang inovatif, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan publik,” tegas Anam.

Kunci Keberhasilan: Weekly Meeting, Orkestrasi Lintas Sektor, dan Pemangkasan Ego Sektoral
Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen Pemkab Banyuwangi.

Salah satu terobosan yang menjadi fondasi keberhasilan adalah Weekly Meeting, rapat rutin mingguan antara bupati, OPD, hingga camat untuk memecah persoalan satu per satu secara cepat dan terukur.

“Dari pertemuan ini kami urai persoalan, kami bagi habis tanggung jawab OPD. Tidak ada lagi ego sektoral yang membuat masalah mandek,” jelas Ipuk.

Program Banyuwangi Melayani juga memperkuat perubahan kultur birokrasi. Setiap OPD memberikan kontak penanggung jawab langsung kepada masyarakat sehingga urusan publik dapat selesai cepat, tanpa calo, tanpa pungli. "Ini memastikan pelayanan publik bebas dari makelar maupun pungutan liar,” tegas Ipuk.

Dorong Semangat dan Kultur Pelayanan Bersih
Ipuk berharap penghargaan ini menjadi pemacu jajaran birokrasi untuk terus meningkatkan pelayanan. “Ini penyemangat bagi kami untuk bekerja lebih baik setiap hari,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Reformasi Polri, Hukum Berkeadilan Jadi Prioritas

Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Reformasi Polri, Hukum Berkeadilan Jadi Prioritas

Jumat, 30 Jan 2026 12:41 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 12:41 WIB

Jurnas.net - Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan komitmen penuh Polda Jawa Timur dalam mendukung Reformasi Polri yang berorientasi pada…

Pembatasan HP di Sekolah Surabaya Diklaim Efektif Tekan Bullying dan Tingkatkan Interaksi Siswa

Pembatasan HP di Sekolah Surabaya Diklaim Efektif Tekan Bullying dan Tingkatkan Interaksi Siswa

Jumat, 30 Jan 2026 11:37 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 11:37 WIB

Jurnas.net - Kebijakan pembatasan penggunaan gawai atau handphone (HP) di sekolah yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menunjukkan dampak…

Jatim Jadi Benteng Nasional PMK, Khofifah Gelontorkan 453 Ribu Dosis Vaksin

Jatim Jadi Benteng Nasional PMK, Khofifah Gelontorkan 453 Ribu Dosis Vaksin

Jumat, 30 Jan 2026 11:10 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 11:10 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat merespons tren peningkatan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mulai terdeteksi di awal 2026.…

Tiga Gedung Cagar Budaya Lenyap, Pemkab Gresik Dituding Tutup Mata 

Tiga Gedung Cagar Budaya Lenyap, Pemkab Gresik Dituding Tutup Mata 

Jumat, 30 Jan 2026 10:22 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 10:22 WIB

Jurnas.net - Penghancuran bangunan cagar budaya di kawasan belakang Kantor Pos Gresik Pelabuhan kian memantik kemarahan warga. Tak hanya satu, tiga gedung…

Cegah Banjir Surabaya, Eri Cahyadi Tertibkan Sempadan Sungai dan Ajak Warga Disiplin Tata Ruang

Cegah Banjir Surabaya, Eri Cahyadi Tertibkan Sempadan Sungai dan Ajak Warga Disiplin Tata Ruang

Jumat, 30 Jan 2026 08:04 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 08:04 WIB

Jurnas.net - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terus memperkuat langkah pencegahan banjir dengan menertibkan pemanfaatan ruang di sepanjang tepi sungai. Ia…

Menang Dramatis, Phonska Plus Lengkapi Putaran Pertama Proliga 2026 Tak Terkalahkan

Menang Dramatis, Phonska Plus Lengkapi Putaran Pertama Proliga 2026 Tak Terkalahkan

Jumat, 30 Jan 2026 07:33 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 07:33 WIB

Jurnas.net - Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia menutup putaran pertama Proliga 2026 dengan cara yang paling meyakinkan: tak terkalahkan. Bermain di hadapan…