Banyuwangi Jadi Percontohan Nasional dalam Tata Kelola Udang Berkelanjutan Pertama di Indonesia

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kegiatan lokakarya Penguatan Transformasi Industri Budi Daya Udang Nasional di Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Kegiatan lokakarya Penguatan Transformasi Industri Budi Daya Udang Nasional di Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Pemerintah pusat menetapkan Banyuwangi sebagai daerah pertama di Indonesia yang memiliki Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan, hasil kolaborasi Kemenko Pangan, Konservasi Indonesia (KI), dan Pemkab Banyuwangi. Tim ini digagas untuk memperkuat tata kelola, produktivitas, dan keberlanjutan industri perudangan nasional.

Pengumuman tim disampaikan Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budi Daya Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan, Cahyadi Rasyid, dalam lokakarya Penguatan Transformasi Industri Budi Daya Udang Nasional di Banyuwangi.

Cahyadi menegaskan bahwa industri udang masih menghadapi tantangan besar, mulai dari serangan penyakit, keterbatasan energi, hingga kerumitan perizinan dan fluktuasi harga. Karena itu diperlukan tata kelola yang lebih terintegrasi.

“Tim pelaksana ini menjadi model kolaborasi pertama di Indonesia yang memadukan pemerintah pusat, daerah, pembudi daya, akademisi, dan lembaga konservasi untuk memperkuat daya saing sektor udang,” kata Cahyadi, Kamis, 11 Desember 2025.

Ia menyebut Banyuwangi dipilih karena memiliki jejaring pembudi daya yang kuat, komitmen pemerintah daerah, dan ekosistem kelembagaan yang siap bertransformasi. "Banyuwangi memiliki kapasitas sebagai contoh nasional. Model tim ini akan kami dorong untuk diterapkan di tingkat nasional,” katanya.

Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan dipimpin Dinas Perikanan Banyuwangi dengan anggota dari berbagai institusi, terbagi dalam delapan komisi, yaitu konservasi lingkungan, industri dan komunitas pembudi daya, pasar dan rantai pasok, regulasi dan perizinan, sumber daya manusia, kesejahteraan masyarakat, teknologi dan inovasi, edukasi dan pariwisata, tim ini disusun berdasarkan riset dan pendampingan Konservasi Indonesia kepada petambak serta kolaborasi dengan perguruan tinggi.

“Pembentukan tim ini diharapkan memberikan dampak nyata pada peningkatan produktivitas sekaligus mendorong praktik budi daya yang lebih efisien dan berkelanjutan,” kata Senior Ocean Program Advisor KI, Victor Nikijuluw.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyebut pembentukan tim pelaksana sebagai tonggak penting arah baru tata kelola udang di daerah. "Banyuwangi punya potensi besar, namun perlu arah yang jelas. Tim ini menyatukan semua pihak untuk menyusun langkah terukur,” ujarnya.

Ia memastikan hasil kerja tim akan diintegrasikan dalam kebijakan daerah, termasuk tata ruang pesisir, perizinan, teknologi budi daya, hingga pengawasan mutu. "Tim ini diharapkan menjadi model nasional perudangan modern yang adaptif dan berkelanjutan, dengan struktur koordinasi yang kuat untuk mewujudkan industri udang yang sehat, efisien, dan inklusif,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Pelayaran ke Bawean Lumpuh Akibat Cuaca Buruk, Jenazah Dipulangkan Pakai Perahu Nelayan

Pelayaran ke Bawean Lumpuh Akibat Cuaca Buruk, Jenazah Dipulangkan Pakai Perahu Nelayan

Selasa, 15 Sep 2026 20:16 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 20:16 WIB

Jurnas.net - Gelombang tinggi kembali mengganggu akses transportasi laut menuju Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sejak Jumat (11/9/2026), dua kapal…

Dengar Masukan Tenant, Direksi SIER Pastikan Kawasan Industri Tetap Aman dan Nyaman

Dengar Masukan Tenant, Direksi SIER Pastikan Kawasan Industri Tetap Aman dan Nyaman

Selasa, 15 Sep 2026 18:26 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 18:26 WIB

Jurnas.net – Jajaran Direksi PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) turun langsung menemui sejumlah tenant melalui program BOD Visit Tenant. Selain m…

Ratusan Anak-anak di Jepara Sulap Serbuk Kayu jadi Lukisan

Ratusan Anak-anak di Jepara Sulap Serbuk Kayu jadi Lukisan

Selasa, 15 Sep 2026 17:56 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 17:56 WIB

Jurnas.net - Sebanyak 150 anak dari seluruh kecamatan di Jepara mengikuti lomba kolase. Mereka menggunakan serbuk kayu sebagai bahan baku berkarya. Ketua…

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta masyarakat lebih waspada saat mencari pekerjaan melalui perusahaan penempatan pekerja rumah tangga (…

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengubah pola verifikasi data kemiskinan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel). Forum yang selama ini i…

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Jurnas.net - Ketika warga Bawean membutuhkan akses transportasi dalam kondisi darurat, kepastian untuk segera keluar dari pulau justru tidak tersedia. Skema…