Jembatan Gantung Jadi Solusi Akses Sekolah Anak Pedalaman Kolaka Timur Sulteng

author Prabu Narashan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
TNI tengah membangun Jembatan Gantung akses sekolah anak pedalaman Kolaka Timur Sulawesi Tengah (Sulteng). (Humas BKP RI)
TNI tengah membangun Jembatan Gantung akses sekolah anak pedalaman Kolaka Timur Sulawesi Tengah (Sulteng). (Humas BKP RI)

Jurnas.net - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadikan pembangunan jembatan gantung sebagai prioritas lanjutan pascapelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126, khususnya untuk menjamin akses aman anak-anak menuju sekolah di wilayah terpencil Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sulteng).

Komandan Kodim 1412/Kolaka, Letkol Inf. Choky Gunawan, menegaskan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian serius pada keterisolasian wilayah dan keselamatan pelajar di daerah pedalaman.

“Baru-baru ini ada program jembatan gantung untuk anak sekolah di Kolaka Timur. Ada beberapa sungai yang harus segera kita atasi karena menjadi hambatan utama anak-anak menuju sekolah,” kata Choky, Senin, 15 Desember 2025.

Menurut Choky, jembatan gantung menjadi solusi paling realistis di wilayah dengan bentang sungai lebar, kontur curam, serta rawan banjir—kondisi yang selama ini memaksa warga, termasuk pelajar, mempertaruhkan keselamatan saat menyeberang.

TMMD ke-126 yang berlangsung selama satu bulan telah menorehkan capaian signifikan. Kodim 1412 Kolaka berhasil menuntaskan pengerasan jalan sepanjang 10,5 kilometer, pembangunan 12 deker, rehabilitasi jembatan, pembuatan lima sumur bor, serta perbaikan rumah tidak layak huni.

Atas capaian tersebut, Kodim 1412 Kolaka meraih tiga penghargaan sekaligus, yakni Dansatgas Terbaik, Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) Terbaik, dan Wartawan Elektronik Terbaik.

Namun, Choky menegaskan bahwa keberhasilan TMMD bukanlah garis akhir. Justru, tantangan terbesar berada pada wilayah pedalaman yang jaraknya lebih dari 100 kilometer dari pusat kota dengan kondisi jalan rusak dan medan ekstrem.

“Wilayahnya jauh, jalannya rusak, naik turun, sehingga harga kebutuhan pokok di desa menjadi sangat mahal,” katanya.

Kondisi infrastruktur yang buruk berdampak langsung pada ekonomi warga. Choky mencontohkan, harga beras di kota Kolaka Timur berkisar Rp600 ribu, namun di desa terpencil bisa melonjak hingga Rp1 juta. Biaya transportasi pun menjadi beban berat bagi masyarakat.

“Satu kali jalan dari desa ke kota bisa Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Akhirnya mereka bertani hanya untuk makan sendiri karena distribusi sangat mahal,” ungkapnya.

Situasi tersebut semakin menegaskan urgensi pembangunan jembatan gantung dan perbaikan akses desa sebagai langkah strategis, bukan hanya untuk pendidikan, tetapi juga untuk menekan disparitas harga dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Dalam setiap proses pembangunan, Choky menyebut keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama. Warga ikut bergotong royong membangun jembatan dan jalan, mencerminkan kemanunggalan TNI dan rakyat yang masih kuat di wilayah pedesaan.

Ke depan, ia berharap dukungan lintas kementerian dan pemangku kepentingan lainnya dapat mempercepat perbaikan infrastruktur jalan secara menyeluruh, sehingga jembatan gantung tidak lagi menjadi satu-satunya jalur harapan bagi anak-anak menuju sekolah.

Berita Terbaru

Cagar Budaya Sudah Dihancurkan, Pemkab Gresik Dinilai Lamban Ambil Langkah Hukum

Cagar Budaya Sudah Dihancurkan, Pemkab Gresik Dinilai Lamban Ambil Langkah Hukum

Kamis, 29 Jan 2026 14:46 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 14:46 WIB

Jurnas.net - Sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali menuai kritik setelah pembongkaran bangunan berstatus cagar budaya di belakang Kantor Pos…

PLN Tanamkan Literasi Listrik dan Motivasi Masa Depan di SMAN 1 Probolinggo

PLN Tanamkan Literasi Listrik dan Motivasi Masa Depan di SMAN 1 Probolinggo

Kamis, 29 Jan 2026 13:36 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Program PLN Mengajar kembali hadir, kali ini menyapa siswa SMA Negeri 1 Probolinggo. Lebih dari sekadar agenda berbagi ilmu, kegiatan yang digelar…

Big Bad Wolf Indonesia Dibuka dari Surabaya, BBW 2026 Tandai Satu Dekade Gerakan Literasi Indonesia

Big Bad Wolf Indonesia Dibuka dari Surabaya, BBW 2026 Tandai Satu Dekade Gerakan Literasi Indonesia

Kamis, 29 Jan 2026 11:32 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 11:32 WIB

Jurnas.net - Big Bad Wolf Books (BBW), bazar buku internasional terbesar di dunia, resmi membuka rangkaian BBW Indonesia 2026 di Surabaya, mulai 29 Januari…

Ahli: Kelalaian Pemkab Gresik atas Penghancuran Cagar Budaya Berpotensi Pidana

Ahli: Kelalaian Pemkab Gresik atas Penghancuran Cagar Budaya Berpotensi Pidana

Kamis, 29 Jan 2026 10:27 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - Pembongkaran hingga penghancuran bangunan di belakang Kantor Pos Gresik Pelabuhan, Jalan Basuki Rahmat, terus menuai kecaman keras. Kali ini,…

BPBD Jatim Perkuat Ketangguhan Bencana dari Rumah, Libatkan 52 Organisasi Perempuan

BPBD Jatim Perkuat Ketangguhan Bencana dari Rumah, Libatkan 52 Organisasi Perempuan

Kamis, 29 Jan 2026 09:18 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - Di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mulai…

Bupati Ipuk Libatkan ASN Pantau Kemiskinan, Program Berbagi Dorong Penurunan Angka Miskin

Bupati Ipuk Libatkan ASN Pantau Kemiskinan, Program Berbagi Dorong Penurunan Angka Miskin

Kamis, 29 Jan 2026 08:29 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 08:29 WIB

Jurnas.net - Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi kembali digulirkan. Namun lebih dari sekadar penyaluran sembako, program bulanan ini menjelma menjadi instrumen…