Membaca Momentum UU Minerba 2025, Gus Lilur Siapkan Babak Baru Hilirisasi Bauksit Nasional

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengusaha nasional asal Situbondo, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur. (Dok: Gus Lilur)
Pengusaha nasional asal Situbondo, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur. (Dok: Gus Lilur)

Jurnas.net - Di tengah pengetatan perizinan tambang yang selama bertahun-tahun membekukan ruang gerak pelaku usaha, lahir satu momentum penting yang justru dibaca sebagai peluang strategis. Terbitnya Undang-Undang Minerba Nomor 2 Tahun 2025 menjadi titik balik kebangkitan industri tambang nasional, khususnya sektor bauksit.

Data Kementerian ESDM mencatat, sepanjang 2016–2022 lebih dari 8.000 izin tambang dicabut akibat kebijakan penertiban dan moratorium Izin Usaha Pertambangan (IUP). Sejak Desember 2020, pemerintah pusat juga mengambil alih penuh kewenangan penerbitan izin, membuat aktivitas perizinan praktis stagnan.

Namun, situasi itu berubah setelah UU Minerba terbaru resmi diberlakukan pada Oktober 2025. Regulasi anyar ini secara tegas membuka kembali ruang pengajuan konsesi, dengan pembagian kewenangan yang lebih jelas: galian A dan B di bawah pemerintah pusat, sementara galian C menjadi domain pemerintah provinsi.

Perubahan tersebut disambut positif oleh pengusaha nasional asal Situbondo, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur. Menurutnya, UU Minerba baru tidak sekadar membuka izin, tetapi memberi kepastian hukum yang selama ini dinanti pelaku usaha tambang.

“Dengan terbitnya UU Minerba No. 2 Tahun 2025, aktivitas pengajuan konsesi kembali terbuka. Ini momentum untuk membumikan kembali keahlian saya dalam penataan konsesi tambang,” kata Gus Lilur, Senin, 22 Desember 2025.

Tanpa banyak publikasi, Gus Lilur ternyata telah dilirik sejumlah pihak strategis. Ia mengaku menerima tawaran kemitraan kepemilikan konsesi batubara di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, serta bauksit di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Untuk sektor batubara, Gus Lilur mengaku tak perlu membangun struktur baru. Ratusan perusahaan batubara yang telah berada di bawah payung beberapa holding, termasuk Batara Grup, dinilai cukup siap untuk langsung dioperasikan.

Berbeda halnya dengan bauksit. Gus Lilur menyebut sektor ini menuntut pendekatan baru, terutama karena berkaitan langsung dengan hilirisasi dan smelter. Tantangan itulah yang mendorongnya membentuk induk perusahaan khusus.

“Kebetulan mitra yang datang adalah pemilik smelter bauksit dan sedang membangun smelter baru. Artinya, rantai bisnisnya sudah lengkap. Tidak perlu cari pasar, tidak perlu menyiapkan hilirisasi cukup memastikan penguasaan konsesi,” jelasnya.

Dari pertimbangan itu, lahirlah Kaisar Bauksit Nusantara Grup (KABANTARA GRUP), holding yang disiapkan khusus untuk mengonsolidasikan kepemilikan dan pengelolaan tambang bauksit secara terintegrasi.

Gus Lilur menegaskan, KABANTARA Grup bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bagian dari kontribusi terhadap arah kebijakan nasional yang mendorong nilai tambah mineral di dalam negeri.

“Semoga kehadiran KABANTARA Grup bisa berfaedah, tidak hanya bagi bisnis, tetapi juga bagi kemanusiaan dan pembangunan nasional,” pungkas alumni santri Denanyar, Jombang tersebut.

Berita Terbaru

Jelang Nyepi, Penyeberangan Bali–Jawa Lumpuh Sejauh 30 Km

Jelang Nyepi, Penyeberangan Bali–Jawa Lumpuh Sejauh 30 Km

Minggu, 15 Mar 2026 20:57 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:57 WIB

Jurnas.net – Wakil Menteri Perhubungan Suntana turun langsung meninjau kepadatan antrean kendaraan pemudik dari Bali menuju Jawa yang terjadi di jalur menuju P…

Khofifah Berangkatkan 3.000 Pemudik Gratis Jalur Laut dari Jangkar ke Raas dan Sapudi

Khofifah Berangkatkan 3.000 Pemudik Gratis Jalur Laut dari Jangkar ke Raas dan Sapudi

Minggu, 15 Mar 2026 18:04 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 18:04 WIB

Jurnas.net – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi memberangkatkan 3.000 peserta program Mudik-Balik Gratis Angkutan Lebaran 2026 moda t…

BARONG Grup Tuntaskan Tahap Awal, Gus Lilur Rancang 19 Pabrik Rokok dan Ribuan PR UMKM di Tiga Provinsi

BARONG Grup Tuntaskan Tahap Awal, Gus Lilur Rancang 19 Pabrik Rokok dan Ribuan PR UMKM di Tiga Provinsi

Minggu, 15 Mar 2026 13:00 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 13:00 WIB

Jurnas.net – Pengusaha rokok asal Jawa Timur, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, menyatakan telah menuntaskan tahap awal pembangunan bisnis rokok yang ia rintis …

Safari Ramadan KAHMI Jatim Ditutup di Kediri, 150 Alumni HMI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Safari Ramadan KAHMI Jatim Ditutup di Kediri, 150 Alumni HMI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Minggu, 15 Mar 2026 09:24 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 09:24 WIB

Jurnas.net - Rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur resmi ditutup pada…

Gus Halim Sentil Legislator PKB: Jangan Terlena, Caleg Cadangan Siap Rebut Kursi

Gus Halim Sentil Legislator PKB: Jangan Terlena, Caleg Cadangan Siap Rebut Kursi

Jumat, 13 Mar 2026 21:36 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 21:36 WIB

Jurnas.net - Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, melontarkan pesan tegas kepada para anggota legislatif petahana dari Partai…

Pemkot Surabaya Pastikan THR PPPK Cair, Penuh Waktu 100 Persen dan Paruh Waktu Rp2 Juta

Pemkot Surabaya Pastikan THR PPPK Cair, Penuh Waktu 100 Persen dan Paruh Waktu Rp2 Juta

Jumat, 13 Mar 2026 16:55 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 16:55 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota Surabaya memastikan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Pemerintah dengan…