Pemkab Banyuwangi Sedekah Oksigen, Ribuan Bibit Pohon Dibagikan untuk Warga 

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, turut turun ke jalan membagikan bibit pohon ke masyarakat. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, turut turun ke jalan membagikan bibit pohon ke masyarakat. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Di tengah isu perubahan iklim dan kualitas udara yang kian tergerus, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memilih cara sederhana namun berdampak panjang: membagi pohon dan menanam harapan. Bersama Perum Perhutani KPH Banyuwangi Raya, pemkab membagikan 2.026 bibit pohon gratis kepada warga dalam gerakan Sedekah Oksigen.

Berbeda dari seremoni tanam pohon pada umumnya, pembagian bibit ini dilakukan langsung di ruang publik paling hidup, yakni tepi jalan raya. Para pengendara roda dua dan roda empat yang melintas di depan Kantor Perhutani, Jalan Jaksa Agung Suprapto, diajak berhenti sejenak untuk membawa pulang bibit dan komitmen menjaga lingkungan.

Bibit yang dibagikan bukan sekadar tanaman peneduh, melainkan tanaman produktif seperti alpukat, durian, sirsak, dan salam. Jenis ini dipilih karena adaptif terhadap kondisi tanah Banyuwangi sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi keluarga.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Arus kendaraan melambat, bukan karena macet, melainkan karena para pengendara ingin ikut “menabung oksigen”.

“Senang sekali, dapat bibit sirsak dan durian. Nanti saya tanam di halaman rumah, semoga bisa berbuah,” kata Wiwin, salah satu warga penerima bibit, Selasa, 6 Januari 2026.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, yang turut turun ke jalan membagikan bibit, menyebut gerakan Sedekah Oksigen bukan sekadar program lingkungan, melainkan gerakan budaya. “Terima kasih kepada Perhutani yang konsisten mengawal Sedekah Oksigen. Ini bukan hanya tentang lingkungan yang sehat, tapi juga ekonomi rakyat dan ketahanan ekosistem,” kata Mujiono.

Ia menjelaskan, gerakan Sedekah Oksigen telah dijalankan secara masif sejak 2016. Sejak saat itu, jutaan pohon telah ditanam di berbagai sudut Banyuwangi, dari kawasan hutan hingga pekarangan rumah warga.

Uniknya, gerakan ini juga diintegrasikan ke dalam kebijakan birokrasi. Aparatur Sipil Negara (ASN) yang naik pangkat diwajibkan menyumbangkan satu bibit pohon. Bahkan, 4.888 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang baru diangkat beberapa waktu lalu turut mendonasikan satu bibit pohon berkayu sebagai bentuk rasa syukur.

Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Raya, Mukhlisin, menyebut pembagian bibit ini sebagai bentuk kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Ini bukan sekadar bagi-bagi bibit. Ini ajakan kepada warga untuk ikut terlibat langsung dalam menjaga alam,” ujarnya.

Mukhlisin menambahkan, Perhutani juga menjalankan prinsip tebang tanam secara konsisten di kawasan hutan. Setiap aktivitas penebangan selalu disertai regenerasi. “Sepanjang 2025 saja, di wilayah KPH Banyuwangi Raya kami telah menanam sekitar 500 ribu tanaman kehutanan dan tanaman buah berkayu,” tandasnya.

Berita Terbaru

Cagar Budaya Sudah Dihancurkan, Pemkab Gresik Dinilai Lamban Ambil Langkah Hukum

Cagar Budaya Sudah Dihancurkan, Pemkab Gresik Dinilai Lamban Ambil Langkah Hukum

Kamis, 29 Jan 2026 14:46 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 14:46 WIB

Jurnas.net - Sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali menuai kritik setelah pembongkaran bangunan berstatus cagar budaya di belakang Kantor Pos…

PLN Tanamkan Literasi Listrik dan Motivasi Masa Depan di SMAN 1 Probolinggo

PLN Tanamkan Literasi Listrik dan Motivasi Masa Depan di SMAN 1 Probolinggo

Kamis, 29 Jan 2026 13:36 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Program PLN Mengajar kembali hadir, kali ini menyapa siswa SMA Negeri 1 Probolinggo. Lebih dari sekadar agenda berbagi ilmu, kegiatan yang digelar…

Big Bad Wolf Indonesia Dibuka dari Surabaya, BBW 2026 Tandai Satu Dekade Gerakan Literasi Indonesia

Big Bad Wolf Indonesia Dibuka dari Surabaya, BBW 2026 Tandai Satu Dekade Gerakan Literasi Indonesia

Kamis, 29 Jan 2026 11:32 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 11:32 WIB

Jurnas.net - Big Bad Wolf Books (BBW), bazar buku internasional terbesar di dunia, resmi membuka rangkaian BBW Indonesia 2026 di Surabaya, mulai 29 Januari…

Ahli: Kelalaian Pemkab Gresik atas Penghancuran Cagar Budaya Berpotensi Pidana

Ahli: Kelalaian Pemkab Gresik atas Penghancuran Cagar Budaya Berpotensi Pidana

Kamis, 29 Jan 2026 10:27 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - Pembongkaran hingga penghancuran bangunan di belakang Kantor Pos Gresik Pelabuhan, Jalan Basuki Rahmat, terus menuai kecaman keras. Kali ini,…

BPBD Jatim Perkuat Ketangguhan Bencana dari Rumah, Libatkan 52 Organisasi Perempuan

BPBD Jatim Perkuat Ketangguhan Bencana dari Rumah, Libatkan 52 Organisasi Perempuan

Kamis, 29 Jan 2026 09:18 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - Di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mulai…

Surabaya Perkuat Penegakan Hukum Lewat Satgas Anti Premanisme dan Mafia Tanah

Surabaya Perkuat Penegakan Hukum Lewat Satgas Anti Premanisme dan Mafia Tanah

Kamis, 29 Jan 2026 07:09 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 07:09 WIB

Jurnas.net - Kota Surabaya telah resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penindakan Premanisme dan Mafia Tanah sebagai langkah menjaga keamanan serta kepastian…