Prajurit TNI Gugur di Lebanon, GM FKPPI Jatim Kecam Israel dan Desak Negara Bertindak Tegas

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
GM FKPPI Jatim saat mendatangi rumah duka prajurit di Kabupaten Sidoarjo. (Istimewa)
GM FKPPI Jatim saat mendatangi rumah duka prajurit di Kabupaten Sidoarjo. (Istimewa)

Jurnas.net — Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Praka Farizal Rhomadhon di Padukuhan Ledok, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo. Di rumah sederhana yang dipenuhi pelayat, isak tangis keluarga pecah di antara doa-doa yang terus mengalir, menandai kehilangan yang begitu nyata, bukan sekadar kabar dari medan konflik, tetapi luka yang hadir di tengah masyarakat.

Di tengah suasana tersebut, perwakilan GM FKPPI Jawa Timur hadir, Senin (31/3), untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan tali asih kepada keluarga. Kehadiran mereka menjadi simbol solidaritas keluarga besar TNI/Polri atas pengorbanan prajurit di medan tugas internasional.

Duka ini kian terasa setelah tiga prajurit TNI dilaporkan gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Ketiganya tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yang bertugas menjaga stabilitas dan melindungi warga sipil di wilayah konflik.

Ketua GM FKPPI Jawa Timur, Agoes Soerjanto, menegaskan bahwa insiden tersebut bukan peristiwa biasa, melainkan persoalan serius yang menyangkut pelanggaran hukum humaniter internasional. “Prajurit kita di sana adalah penjaga perdamaian, bukan kombatan. Mereka menjalankan mandat dunia. Karena itu, setiap serangan terhadap mereka merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip non-kombatan dalam hukum internasional,” kata Agoes, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia menekankan bahwa pasukan UNIFIL memiliki status yang harus dilindungi. Serangan terhadap mereka tidak hanya melanggar norma global, tetapi juga mencederai sistem keamanan internasional. GM FKPPI Jatim pun secara tegas mengecam tindakan militer Israel yang dinilai bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Kami mengecam keras Israel. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat. Ini bukan sekadar konflik, tetapi pelanggaran terhadap kemanusiaan dan hukum internasional. Negara tidak boleh diam,” lanjut Agoes.

Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi ujian nyata bagi politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Indonesia, kata dia, memang tidak berpihak dalam konflik, tetapi wajib aktif memperjuangkan perdamaian dunia—termasuk melindungi pasukan yang menjalankan mandat internasional.

“Indonesia hadir di Lebanon bukan untuk berperang, tetapi menjaga perdamaian. Ketika prajurit kita menjadi korban, negara harus lebih tegas, lebih aktif, dan berani di forum internasional,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah untuk memperkuat langkah diplomasi, termasuk menyuarakan kecaman resmi dan menuntut akuntabilitas global atas insiden tersebut. “Ini menyangkut kehormatan bangsa. Negara harus menuntut pertanggungjawaban dan memastikan keselamatan prajurit menjadi prioritas utama,” katanya.

Selain itu, GM FKPPI Jatim mendesak evaluasi menyeluruh terhadap penugasan pasukan di wilayah konflik, termasuk menyiapkan langkah kontinjensi apabila situasi keamanan semakin memburuk. “Keselamatan prajurit adalah hukum tertinggi. Negara harus berani mengambil langkah strategis, termasuk mempertimbangkan penarikan pasukan jika kondisi tidak lagi aman,” tegas Agoes.

Sekretaris GM FKPPI Jawa Timur, Didik Prasetiyono, menambahkan bahwa tragedi ini menunjukkan bagaimana eskalasi konflik global dapat berdampak langsung pada personel Indonesia. “Kehadiran kami di Kulon Progo adalah bentuk penghormatan dan tanggung jawab moral kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Agoes menegaskan bahwa pengorbanan prajurit tidak boleh berhenti pada ungkapan belasungkawa semata. “Dari rumah sederhana ini, kita diingatkan bahwa harga perdamaian adalah pengorbanan nyata. Negara harus hadir lebih tegas dan lebih melindungi prajuritnya di mana pun bertugas,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Oleh: Ahmad Ajib Ridlwan Wakil Dekan Bidang II Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, serta Guru Besar Bidang Kewirausahaan Sosial Islam FEB Unesa Sekitar pukul…

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melontarkan dugaan adanya praktik…

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Jurnas.net - Kita sering melihat dalam kontestasi Pilkades, banyak calon kepala desa (cakades) membangun jalan dan membantu memasang lampu penerangan di…

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman membawa misi meraih poin perdana saat menjamu PSM Makassar pada pekan keempat Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman,…

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Jurnas.net - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong mulai melontarkan kans juara timnya usai menang atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Kabupaten…

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jurnas.net – Realisasi investasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, mencapai Rp 23,608 triliun hingga semester I 2026. Capaian tersebut setara dengan sekitar 53 p…