Andalkan Data Valid, Surabaya Percepat Pengentasan Kemiskinan Lewat Kelurahan Cantik 2026

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemkot Surabaya resmi Kick Off Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) 2026. (Humas Pemkot Surabaya)
Pemkot Surabaya resmi Kick Off Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) 2026. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Pemerintah Kota Surabaya mulai mengubah cara menyusun kebijakan dari sekadar berbasis program menjadi berbasis data presisi. Bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Pemkot resmi menggelar Kick Off Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) 2026, sebagai langkah strategis menajamkan intervensi pembangunan, terutama dalam menekan kemiskinan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan bahwa kualitas data kini menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan kota. Tanpa data yang valid, kebijakan berisiko meleset dari sasaran.

“Selama ini pendataan cenderung berhenti di tahap input. Validasi belum maksimal, sehingga muncul anomali. Melalui program ini, agen statistik akan memastikan data yang masuk benar-benar akurat sebelum digunakan sebagai dasar kebijakan,” kata Syamsul, Junat, 24 April 2026.

Program Kelurahan Cantik sendiri bukan hal baru. Sejak diluncurkan pada 2023, inisiatif ini terus diperkuat. Namun pada 2026, arah kebijakannya dibuat lebih tajam: menjadikan data sebagai instrumen utama intervensi sosial-ekonomi.

Dari total 153 kelurahan di Surabaya, tahun ini baru empat wilayah yang dijadikan proyek percontohan, yakni Kelurahan Tambak Wedi, Tanah Kali Kedinding, Bulak Banteng, dan Sidotopo Wetan di Kecamatan Kenjeran. Meski demikian, Pemkot menargetkan model ini segera direplikasi ke seluruh wilayah.

“Kalau sistemnya sudah terbentuk, tidak perlu menunggu lama untuk diterapkan di semua kelurahan,” kata Syamsul.

Kepala BPS Surabaya, Arrief Chandra Setiawan, menambahkan bahwa program ini selaras dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029, terutama dalam mendorong pemerataan ekonomi dari tingkat bawah.

Menurutnya, integrasi data menjadi kunci penting, khususnya melalui pemanfaatan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang akan dirilis pada awal Mei 2026. Data tersebut akan mengklasifikasikan tingkat kesejahteraan masyarakat secara detail berbasis desil.

“Dengan data yang terintegrasi dan tervalidasi, intervensi pemerintah bisa lebih terukur, mulai dari penanganan kemiskinan, pengangguran, hingga peningkatan layanan dasar,” jelasnya.

Program ini juga tidak hanya berhenti pada pengumpulan data. Aparatur kelurahan didorong mampu mengolah dan menganalisis data secara mandiri, sehingga tidak lagi sekadar menjadi pengirim data mentah.

Untuk memperkuat kapasitas tersebut, Pemkot menggandeng akademisi, termasuk Telkom University Surabaya, dalam pendampingan teknis dan standardisasi pengelolaan statistik di tingkat kelurahan.

Selain itu, pembentukan agen statistik di tiap kelurahan menjadi elemen kunci dalam menjaga kualitas data sekaligus mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilakukan secara masif.

Ke depan, hasil pendataan akan dituangkan dalam buku monografi kelurahan dan diintegrasikan ke dalam sistem digital, sehingga dapat diakses sebagai dasar pengambilan kebijakan lintas sektor.

Perangkat daerah juga akan memainkan peran strategis melalui intervensi berbasis data. Mulai dari penanganan pengangguran oleh Disperinaker, perbaikan sanitasi dan rumah layak huni oleh DLH, hingga validasi layanan pendidikan dan kesehatan oleh Dispendik dan Dinkes.

“Empat kelurahan ini menjadi prioritas karena berdasarkan data DTSEN masih membutuhkan intervensi di sektor perumahan, sanitasi, pendidikan, dan ketenagakerjaan,” pungkas Arrief.

Berita Terbaru

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Jurnas.net — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan komitmen partainya untuk membuka ruang politik bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa m…

Bawaslu DIY Ajak Masyarakat Memahami Literasi Kepemiluan Melalui Bawaslu Membelajarkan Volume II

Bawaslu DIY Ajak Masyarakat Memahami Literasi Kepemiluan Melalui Bawaslu Membelajarkan Volume II

Sabtu, 05 Sep 2026 13:50 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 13:50 WIB

Jurnas.net - Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) memperkuat kapasitas internal dalam memahami tata kelola dan manajemen…

Lansia di Kulon Progo Sodomi Bocah 16 Tahun Bermodus Cuci Gamelan

Lansia di Kulon Progo Sodomi Bocah 16 Tahun Bermodus Cuci Gamelan

Sabtu, 05 Sep 2026 10:25 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 10:25 WIB

Jurnas.net - Seorang lansia berinisial SYT, 64, warga Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) jadi tersangka dugaan tindakan…

PSIM Jaga Tradisi Lewat Slogan 'Honor the Legacy' Tapaki Usia ke 97

PSIM Jaga Tradisi Lewat Slogan 'Honor the Legacy' Tapaki Usia ke 97

Sabtu, 05 Sep 2026 08:07 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 08:07 WIB

Jurnas.net – PSIM Jogja genap menginjak usia ke-97 tahun pada Sabtu, 5 September 2026. Momentum pertambahan umur ini dirayakan manajemen Laskar Mataram dengan m…

Pertamina Jatuhi Sanksi Terhadap 180 SPBU se-Jateng DIY Akibat Lakukan Penyalahgunaan

Pertamina Jatuhi Sanksi Terhadap 180 SPBU se-Jateng DIY Akibat Lakukan Penyalahgunaan

Sabtu, 05 Sep 2026 06:37 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 06:37 WIB

Jurnas.net - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah terus memperkuat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi guna memastikan produk subsidi pemerinta…

Kebakaran Hutan Merembet ke Pondok Bunder, Jalur Pendakian Kawah Ijen Ditutup

Kebakaran Hutan Merembet ke Pondok Bunder, Jalur Pendakian Kawah Ijen Ditutup

Jumat, 04 Sep 2026 13:44 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 13:44 WIB

Jurnas.net — Kebakaran hutan di kawasan Pegunungan Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, meluas hingga mendekati Pondok Bunder, salah satu jalur menuju Kawah Ijen. K…