Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha, Pemerintah DIY Jamin Pendampingan Korban dan Evaluasi Perizinan

author A. Mustaqim

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Erlina Hidayati Sumardi. (Dok. Istimewa
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Erlina Hidayati Sumardi. (Dok. Istimewa

Jurnas.net - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta. Pemerintah DIY berkomitmen mengawal proses hukum serta menjamin pemulihan total bagi para korban.

DP3AP2 DIY menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap anak adalah pelanggaran serius hak asasi yang tidak dapat ditoleransi. Pihak dinas mendukung penuh aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara transparan dan profesional.

"Kami mendukung sepenuhnya langkah aparat penegak hukum dalam melakukan proses penyelidikan dan akan terus mengawal proses hukum terhadap para pelaku," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Erlina Hidayati Sumardi pada Minggu, 26 April 2026. 

Erlina menyatakan Pemerintah DIY telah menyiapkan langkah penanganan komprehensif, salah satunya asesmen menyeluruh dengan melakukan pemeriksaan fisik dan psikologis untuk mendeteksi gangguan kesehatan serta hambatan tumbuh kembang anak. Selain itu, juga memberikan trauma healingmelibatkan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul untuk mendampingi anak serta orang tua yang mengalami trauma.

"Masyarakat dapat mengakses layanan melalui UPT PPA di tingkat Kota maupun Provinsi. Seluruh biaya penanganan kesehatan di rumah sakit yang ditunjuk akan ditanggung oleh pemerintah daerah," kata dia. 

Evaluasi Sistem Pengawasan Daycare

Kasus kekerasan di Daycare Little Aresha menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan lembaga pengasuhan anak. DP3AP2 DIY bersama KPAI Kota Yogyakarta dan instansi terkait akan melakukan evaluasi terhadap beberapa hal, seperti perizinan dan memastikan setiap daycare memenuhi standar perlindungan anak yang ketat.

Selain itu juga memperkuat sistem respons cepat aduan agar dugaan kekerasan dapat segera terdeteksi dan ditangani. Selain itu, Erlina juga menyebut edukasi publik dengan mengimbau para orang tua agar lebih selektif dalam memilih layanan pengasuhan yang terverifikasi.

"Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mencurigai adanya praktik kekerasan terhadap anak," ujarnya. 

Polresta Yogyakarta mencatat total ada sebanyak 103 anak ernah dititipkan di Daycare Aresha dengan alamat di kawasan Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Dari jumlah itu, 53 di antaranya terverifikasi mengalami kekerasan fisik dan verbal. 

Berita Terbaru

Penjelasan Pakar Terkait Erupsi Sejumlah Gunung Berapi dalam Waktu Relatif Bersamaan

Penjelasan Pakar Terkait Erupsi Sejumlah Gunung Berapi dalam Waktu Relatif Bersamaan

Selasa, 08 Sep 2026 17:32 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 17:32 WIB

Jurnas.net - Enam gunung api di Indonesia mengalami erupsi dalam waktu yang relatif hampir bersamaan. Fenomena yang melibatkan Gunung Anak Krakatau, Semeru, Ile…

Tikar Pandan Bawean Resmi Jadi WBTbI 2026, Pemdes Gunungteguh Ingin Jadi Etalase Budaya Gresik

Tikar Pandan Bawean Resmi Jadi WBTbI 2026, Pemdes Gunungteguh Ingin Jadi Etalase Budaya Gresik

Selasa, 08 Sep 2026 17:14 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 17:14 WIB

Jurnas.net - Penetapan Tikar Pandan Bawean sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) 2026 disambut bangga Pemerintah Desa Gunungteguh,…

1.214 Mahasiswa Surabaya Lolos Bantuan Kuliah, Dapat UKT hingga Rp2,5 Juta dan Uang Saku

1.214 Mahasiswa Surabaya Lolos Bantuan Kuliah, Dapat UKT hingga Rp2,5 Juta dan Uang Saku

Selasa, 08 Sep 2026 15:29 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 15:29 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menyalurkan Bantuan Biaya Perkuliahan/Pendidikan bagi warga Surabaya. Tahun ini, sebanyak 1.214 m…

Karhutla Kawah Ijen Mulai Mereda, Tim Gabungan Sisir Bara Api untuk Cegah Kebakaran Meluas

Karhutla Kawah Ijen Mulai Mereda, Tim Gabungan Sisir Bara Api untuk Cegah Kebakaran Meluas

Selasa, 08 Sep 2026 14:51 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 14:51 WIB

Jurnas.net – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, mulai mereda. Sejumlah titik api, terutama di sekitar jalur p…

Tour de Java Film Roots Ditutup di Surabaya, Kisah Walter Spies Jadi Refleksi Pelestarian Budaya

Tour de Java Film Roots Ditutup di Surabaya, Kisah Walter Spies Jadi Refleksi Pelestarian Budaya

Selasa, 08 Sep 2026 11:31 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 11:31 WIB

Jurnas.net – Pemutaran film dokumenter fiksi Roots: Seratus Tahun Walter Spies di Bali menuntaskan rangkaian Roots Tour de Java di Surabaya, Jawa Timur. S…

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memfasilitasi masyarakat untuk memperbarui data desil agar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi s…