Sri Sultan Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Kekerasan di DIY, Buntut Kasus Daycare Little Aresha

author A. Mustaqim

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bangunan Daycare Little Aresha Yogyakarta.
Bangunan Daycare Little Aresha Yogyakarta.

Jurnas.net – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberikan respons tegas terkait kasus kekerasan anak yang terjadi di daycare Little Aresha. Sultan menyatakan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak memiliki tempat di wilayah Yogyakarta.

"Harapan saya, itu yang pertama dan terakhir. Karena di Jogja itu kita tidak senang dengan kekerasan," ujar Sri Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin, 27 April 2026.

Sultan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah aparat penegak hukum. Dalam perkembangannya, ada 13 tersangka dalam kasus itu.

Raja Keraton Yogyakarta Hadiningrat ini mengimbau masyarakat untuk menghormati proses penyidikan yang sedang berjalan tanpa melakukan spekulasi yang mendahului hasil resmi. Sultan juga menjadwalkan pertemuan khusus dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY pada hari ini untuk mendalami laporan detail kasus ini. Meski demikian, ia memastikan Pemda DIY telah bergerak melakukan langkah perlindungan sejak awal.

"Otomatis itu (perlindungan) kita lakukan untuk anaknya. Kita juga perlu pengobatan dari si anak, jadi kita sudah mengambil langkah dari awal," jelasnya.

Ia menekankan bahwa pendampingan mencakup aspek keamanan, kesehatan fisik, hingga pemulihan psikis.

Evaluasi Perizinan dan Pengawasan Ketat

Senada dengan Sultan, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti menekankan bahwa operasional penitipan anak (daycare) seharusnya mengedepankan tanggung jawab moral, bukan sekadar komersialisasi atau mengejar keuntungan bisnis.

"Ini menjadi perhatian penuh, bukan sekadar komersialisasi. Bagaimana tanggung jawab dan kepercayaan terhadap usaha seperti itu harus dijaga, karena yang kita bicarakan ini adalah anak-anak," ujar Ni Made.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, Pemerintah DIY akan melakukan langkah-langkah strategis, di antaranya koordinasi lintas sektor melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta (DP3AP2 DIY), dan Dinas Perizinan. Selain itu, juga evaluasi dalam memperketat pengawasan terhadap izin usaha dan kualifikasi tenaga asuh yang dipekerjakan.

Pihaknya juga melakukan penguatan instrumen pengawasan melalui koordinasi dengan pemerintah Kabupaten/Kota untuk memastikan efektivitas pengawasan rutin di lapangan. Pemerintah DIY berharap melalui tindakan tegas dan evaluasi menyeluruh ini, kasus serupa tidak akan terulang kembali demi menjamin ruang tumbuh kembang anak yang aman dan sehat di Yogyakarta.

Berita Terbaru

Kisah Wisudawan Fakultas Peternakan UGM Menembus Keterbatasan

Kisah Wisudawan Fakultas Peternakan UGM Menembus Keterbatasan

Rabu, 20 Mei 2026 17:45 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 17:45 WIB

Jurnas.net - Wisuda Program Sarjana di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu, 20 Mei 2026, terselip sejumlah cerita inspiratif. Di antara puluhan wisudawan…

Kuota SMP Capai 42 Ribu Kursi, Pemkot Surabaya Pastikan Semua Siswa Tertampung

Kuota SMP Capai 42 Ribu Kursi, Pemkot Surabaya Pastikan Semua Siswa Tertampung

Rabu, 20 Mei 2026 15:03 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 15:03 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid …

Tiga Hari Dicari, Korban Tenggelam di Sungai Brantas Blitar Ditemukan Meninggal

Tiga Hari Dicari, Korban Tenggelam di Sungai Brantas Blitar Ditemukan Meninggal

Rabu, 20 Mei 2026 14:22 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 14:22 WIB

Jurnas.net – Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan terhadap Isnaini (50), warga Kabupaten Blitar yang tenggelam di Sungai Brantas, akhirnya m…

Gagas Gerakan ‘Parlemen Bawa Tumbler’, Ketua DPRD Kab. Bandung Tabuh Genderang Perlawanan Terhadap Sampah Plastik

Gagas Gerakan ‘Parlemen Bawa Tumbler’, Ketua DPRD Kab. Bandung Tabuh Genderang Perlawanan Terhadap Sampah Plastik

Rabu, 20 Mei 2026 13:01 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 13:01 WIB

Jurnas.net - Langkah konkret dan progresif diambil oleh Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu fauzi, dalam merespons darurat kerusakan lingkungan akibat…

Keindahan Laut dan Pelajaran Tentang Keselamatan Diving, Disiplin, dan Kerendahan Hati

Keindahan Laut dan Pelajaran Tentang Keselamatan Diving, Disiplin, dan Kerendahan Hati

Rabu, 20 Mei 2026 12:43 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 12:43 WIB

Keindahan Laut dan Pelajaran Tentang Keselamatan Diving, Disiplin, dan Kerendahan Hati…

Embarkasi Surabaya Sudah Berangkatkan 40.207 Jemaah, 13 Wafat dan 10 Calon Haji Tertunda

Embarkasi Surabaya Sudah Berangkatkan 40.207 Jemaah, 13 Wafat dan 10 Calon Haji Tertunda

Rabu, 20 Mei 2026 11:32 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 11:32 WIB

Jurnas.net – Operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya memasuki hari ke-29 dengan capaian 91 persen dari total kuota musim haji 1447 H…