Jurnas.net - Muhammadiyah Jawa Timur mengambil sikap tidak memberikan instruksi khusus, kepada kadernya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Namun, Muhammadiyah memberikan kriteria khusus sebagai acuan dalam memilih calon pemimpin Indonesia kedepan.
"Paling tidak nanti kita berikan indikator untuk menjadi acuan bersama. Kita tidak akan memberikan arahan kepada warga Muhammadiyah, untuk memilih pasangan Presiden maupun Wakil Presiden," kata Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Sukadiono, Selasa, 24 Oktober 2023.
Baca juga: Surabaya Jadi Episentrum Logistik Baru: Investasi DHL Permudah Ekspor Industri Jawa Timur
Sukadiono menyatakan Muhammadiyah tidak menjurus pada nama-nama capres atau cawapres. Melainkan pada indikator dan kreteria sosok calon pemimpin idela, yang dianggap layak memimpin Indonesia kedepan.
Baca juga: Kado dari Khofifah untuk Buruh: UMK 7 Daerah Jatim Naik Per November
"Yang sering kami sampaikan kepemimpinan profetik itu ada empat, jujur, amanah, tabligh yang pandai berkomunikasi juga pandai pendekatan, kemudian ada fathonah cerdas," katanya.
Terlepas dari kriteria yang disebutkan, Sukadiono mengakui beberapa figur Capres menemui tokoh Muhammadiyah di pusat sebelum deklarasi bersama Cawapresnya. Nah setelahnya, sampai saat ini belum ada yang mendekati Muhammadiyah.
Baca juga: Tiga Napiter di Lapas Kelas I Madiun Ikrar Setia NKRI
"Sebelum penetapan sudah banyak yang ketemu (tokoh Muhammadiyah di pusat). Setelah deklarasi belum ada. Kita menjaga jarak yang sama, kalau menerima satu, ya semuanya diterima," katanya. (Mal)
Editor : Redaksi