Ribuan Warga Padati Wayangan Golkar di Madiun: Ali Mufthi Sebut Wayang Ajaran Semua Agama

Reporter : Insani
Pengurus DPD Partai Golkar Jatim di sela pagelaran wayang rangkaian perayaan HUT ke-61 Partai Golkar yang digelar di Kabupaten Madiun. (DPD Golkar Jatim)

Jurnas.net - Perayaan HUT ke-61 Partai Golkar di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Sabtu malam, 29 November 2025. Selain panggung hiburan rakyat, Wayang Kulit dengan dalang kondang Ki Cahyo Kuntadi, menjelma sebagai pesan politik kebudayaan yang kuat.

Di hadapan ribuan warga yang memadati Taman Lembang, Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menyampaikan pesan yang tak lazim disampaikan politisi: wayang bukan sekadar hiburan, melainkan ajaran universal lintas-agama yang mengajarkan jalan menuju Tuhan.

Baca juga: Safari Ramadan di Lamongan, Ketua Golkar Jatim Pamitkan Akhsanul Yakin Maju DPRD Jatim dari Dapil XIII

"Wayang adalah kebudayaan asli Jawa, lahir sebelum 1500 SM, dan di dalamnya tersimpan ajaran semua agama. Wayang adalah jalan menuju Tuhan, mengajarkan kebaikan, dan membentuk karakter masyarakat,” kata Ali, dalam sambutannya.

Ali menegaskan bahwa Golkar bukan hanya hadir lewat program, tetapi juga lewat penguatan budaya yang telah menopang nilai hidup masyarakat Jawa selama ratusan tahun.

"Suara rakyat adalah suara Golkar. Jika ada masalah, Golkar hadir mencari solusi. Dan malam ini, budaya menjadi jembatan kedekatan kami dengan masyarakat,” katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Madiun Hari Wuryanto mengapresiasi dipilihnya Desa Ngale sebagai lokasi puncak peringatan HUT Golkar Jatim. Hari menyebut pagelaran budaya seperti ini punya kekuatan merawat kerukunan, termasuk merajut harmonisasi perguruan silat yang tersebar di wilayah Madiun.

"Wayang tidak hanya berlangsung di Ngale, tetapi juga di Gemarang. Semoga masyarakat Madiun tetap guyup rukun dan bersatu,” kata Hari.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT Golkar Jatim Pranaya Yudha Mahardika, menyebutkan bahwa pagelaran wayang adalah puncak rangkaian panjang perayaan HUT di tahun 2025.

Baca juga: Golkar Jatim Desak Pemprov Percepat Perbaikan Jalan Rusak Jelang Mudik Lebaran 2026

Kegiatan itu dimulai dari ziarah di Taman Makam Pahlawan Ngagel Surabaya, syukuran, santunan anak yatim, donor darah, hingga peresmian Rumah Aspirasi DPD Golkar Jatim. Malam perayaan juga disertai pembagian doorprize berupa sepeda gunung dan hadiah menarik lainnya.

Sebelum pagelaran dimulai, dilakukan penyerahan tokoh pewayangan dari Ali Mufthi kepada Ki Cahyo Kuntadi sebagai simbol penghormatan terhadap seni tradisi.

“Gatotkaca Winisuda”: Pesan Kesatria untuk Politik Kebangsaan

Lakonnya adalah “Gatotkaca Winisuda”, yang menggambarkan kelahiran ksatria kuat berotot kawat bertulang besi, simbol kepemimpinan tangguh dan pengabdian tanpa pamrih.

Baca juga: Golkar Jatim Siapkan Strategi Pemilu, Ali Mufthi: Minimal Pertahankan 15 Kursi DPRD

Pentas semakin semarak oleh penampilan pelawak-sekaligus pendakwah Mbah Kirun, komedian legenda Tessy Srimulat, serta sinden Lusy Brahman.

Hadir pula jajaran Fraksi Golkar DPRD Jatim, serta FPG DPRD kabupaten/kota dari Madiun, Ngawi, Ponorogo, dan Magetan.

Antusiasme masyarakat Ngale dan sekitarnya membuat acara ini terasa seperti hajatan akbar. Dalam radius satu kilometer, ruas jalan menuju lokasi padat oleh ribuan penonton, hingga kendaraan roda empat sulit masuk.

Lapangan Ngale penuh sesak oleh penggemar Ki Cahyo Kuntadi, menandakan bahwa Golkar berhasil menjadikan budaya sebagai ruang temu antara partai politik dan masyarakat akar rumput.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru