Jurnas.net – Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon terus mengukuhkan perannya sebagai pusat kaderisasi strategis Nahdlatul Ulama (NU) berbasis pesantren yang berorientasi nasional hingga internasional. Hal itu ditunjukkan melalui pelaksanaan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan ke-30 bagi santri kelas akhir di lingkungan pesantren tersebut.
Kegiatan kaderisasi yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 Mei 2026, itu diikuti sebanyak 320 santri kelas XII tingkat SMA, SMK, dan MA Bina Insan Mulia. Pelaksanaan dipusatkan di Gedung Serba Guna Pesantren Bina Insan Mulia 1 serta Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2.
Baca juga: PBNU Kecam Penahanan Relawan dan Jurnalis Indonesia oleh Israel, Desak RI Bergerak Cepat
Pesantren Bina Insan Mulia menjadi pesantren kedua di Indonesia yang dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan PD-PKPNU setelah Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Program ini merupakan bagian penting dalam memperkuat kader NU agar memiliki kepemimpinan yang matang, visi kebangsaan yang kuat, serta kesetiaan terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Koordinator PD-PKPNU, H. Amir Makruf, menjelaskan bahwa pemilihan Bina Insan Mulia sebagai lokasi kaderisasi didasarkan pada tingginya jumlah lulusan yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
“Sesuai arahan pengasuh pesantren, para santri lulusan Bina Insan Mulia diharapkan dapat langsung berkhidmah di PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) di negara tujuan masing-masing,” ujar Amir Makruf, Selasa, 26 Mei 2026.
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli Lc MA atau yang akrab disapa Kiai Imjaz, menyampaikan bahwa alumni pesantren tersebut kini telah tersebar di 16 negara, di antaranya China, Rusia, Jepang, Mesir, Maroko, Jerman, Tunisia, Taiwan, Australia, Prancis, Singapura, Pakistan, Korea Selatan, Malaysia, Turki, Yordania, hingga Oman. Mereka melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi internasional untuk jenjang S1, S2, hingga S3 di berbagai disiplin ilmu.
"Untuk lulusan tahun ini, sebanyak 70 persen akan meneruskan studi ke luar negeri. Supaya mereka bisa langsung ikut menggerakkan PCINU di berbagai belahan dunia sebagai motor dakwah Islam moderat, maka PD-PKPNU kali ini menjadi sangat penting,” jelas Kiai Imjaz.
Baca juga: Jelang Muktamar NU, Gus Lilur Ungkap Pertarungan Sunyi di Balik Pemilihan Rais Aam dan Ketum
Sementara itu, bagi lulusan yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dalam negeri, kaderisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat peran mereka sebagai penjaga nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah di lingkungan kampus. "PD-PKPNU sangat penting untuk membekali mereka menghadapi pengaruh radikalisme dan ideologi transnasional di kampus,” ujarnya.
Dalam agenda penutupan, Kiai Imjaz juga menekankan pentingnya menjaga tradisi dan nilai Aswaja melalui amaliyah, fikrah, harakah, hingga siyasah sesuai prinsip perjuangan NU. PD-PKPNU Angkatan ke-30 menghadirkan sejumlah instruktur tingkat nasional maupun lokal, di antaranya Drs H Amir Makruf, Dr H A Hilman Umar Bashori, Muh Mahmudi Abduh, Muhammad Zimamul Adli, serta Masyhari Lc MHI.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan materi ideologi ke-NU-an, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, hingga tantangan gerakan Islam global dengan metode interaktif dan partisipatif. Salah satu peserta, Muhammad Imam Hasanudin dari SMK Unggulan Bina Insan Mulia, mengaku kegiatan tersebut membuka wawasan baru tentang organisasi NU dan tantangan ideologi dunia.
“Materinya sangat inspiratif dan membuka banyak hal baru bagi anak muda,” ujarnya.
Baca juga: PBNU Klaim Tutup Bab Konflik: Gus Yahya Kembali Bersama Sekjen Gus Ipul Seperti Semula
Peserta lainnya, Emyr Zurafa Nurkahfi dari MA Unggulan Bertaraf Internasional (MAUBI), menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan perkembangan zaman. “Yang paling berkesan adalah semangat persaudaraan antarpeserta dan instruktur,” katanya.
Sementara itu, Freyza Sophia Khoerunbisa dari SMA Unggulan Bertaraf Internasional (SMAUBI) Bina Insan Mulia 2 mengaku kegiatan tersebut semakin memotivasi dirinya untuk aktif dalam gerakan PCINU saat melanjutkan studi ke luar negeri. “Ini bukan hanya menambah ilmu organisasi, tetapi juga menguatkan motivasi saya untuk aktif di PCINU nantinya,” ungkapnya.
Sejumlah tokoh NU turut hadir dalam pembukaan PD-PKPNU Angkatan ke-30, di antaranya Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad, Ketua PCNU Cirebon KH Aziz Hakim Saeroji, serta sejumlah tokoh ulama dan masyarakat Cirebon. Mereka berharap para santri lulusan Bina Insan Mulia dapat menjadi wajah Islam moderat Indonesia di tingkat global dengan membawa nilai toleransi, keadilan, dan kepedulian sosial melalui gerakan Nahdlatul Ulama.
Editor : Risfil Athon