Jurnas.net – Banyuwangi kembali mencatatkan prestasi di sektor pariwisata nasional. Kali ini, daerah di ujung timur Pulau Jawa tersebut dipercaya menjadi basis operasional pertama layanan penerbangan wisata premium Santai Seaplane di Indonesia.
Kehadiran maskapai pesawat amfibi yang merupakan bagian dari Seaplane Asia itu diyakini akan memperkuat posisi Banyuwangi sebagai gerbang wisata udara premium nasional sekaligus membuka akses baru menuju berbagai destinasi unggulan di Indonesia. Keputusan menjadikan Banyuwangi sebagai home base pertama tidak lepas dari posisi strategis daerah tersebut yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali, serta keberhasilannya membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi antara destinasi alam, budaya, dan infrastruktur pendukung.
Baca juga: Raline Shah Terpukau Pesona Banyuwangi, Sebut Kawah Ijen dan Budaya Osing Layak Mendunia
CEO Seaplane Asia, Denis Keller, mengatakan Banyuwangi memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan konektivitas wisata udara premium di Indonesia.
“Banyuwangi merupakan gerbang yang menghubungkan Jawa dan Bali sehingga peluang untuk membuka konektivitas pariwisata sangat besar. Selain itu, Banyuwangi memiliki kombinasi destinasi alam, budaya, dan fasilitas pendukung yang sangat lengkap,” kata Denis, saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurut Denis, konsep yang ditawarkan Santai Seaplane tidak sekadar menghadirkan moda transportasi udara, melainkan pengalaman wisata eksklusif yang memungkinkan wisatawan menikmati panorama alam dari udara. Dengan menggunakan pesawat amfibi, wisatawan dapat menikmati pemandangan kawasan pesisir, pegunungan, hingga berbagai destinasi wisata unggulan dengan pengalaman yang berbeda dibandingkan perjalanan konvensional.
“Seaplane bukan hanya alat transportasi. Justru pengalaman selama penerbangan menjadi bagian utama dari produk wisata yang kami tawarkan. Kami ingin menghadirkan pariwisata berkualitas dengan pengalaman premium yang lebih banyak di Banyuwangi,” katanya.
Selain melayani sektor pariwisata premium, armada Santai Seaplane juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan evakuasi medis dan pengangkutan logistik ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau moda transportasi biasa.
“Pesawat ini fleksibel untuk berbagai kebutuhan, lebih aman, nyaman, cepat, dan juga lebih ramah lingkungan,” tambah Denis.
CEO Santai Seaplane, Wirmandi Sugriat, mengungkapkan pihaknya menargetkan mulai beroperasi di Banyuwangi pada Juli 2026. Saat ini, Santai Seaplane telah membuka home base di Bandara Banyuwangi sebagai pusat operasional pertama di Indonesia. Pada tahap awal, perusahaan menargetkan tiga unit pesawat amfibi akan beroperasi sepanjang tahun ini.
Baca juga: Sekolah Rakyat Banyuwangi Hampir Rampung, Siap Tampung 1.000 Siswa dari SD hingga SMA
Armada yang digunakan adalah Cessna Caravan 208 EX Amphibian, salah satu jenis pesawat amfibi yang dikenal memiliki standar keselamatan tinggi, kemampuan operasional yang fleksibel, serta tingkat kenyamanan yang baik untuk penerbangan wisata. “Menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai basis operasional pertama memungkinkan kami melampaui model penerbangan konvensional dan menciptakan gerbang menuju berbagai destinasi unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekologis tinggi,” kata Wirmandi.
Ia menegaskan, pengembangan layanan tersebut tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga mendukung konsep pariwisata berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah, masyarakat lokal, serta pelaku industri pariwisata. “Kami ingin membangun konektivitas bernilai tinggi yang mendukung pariwisata berkelanjutan melalui kolaborasi bersama pemerintah, otoritas terkait, masyarakat lokal, dan industri perhotelan,” ujarnya.
Untuk layanan penerbangan, Santai Seaplane akan menerapkan dua model bisnis. Pada sejumlah rute tertentu, wisatawan dapat membeli tiket per kursi (by the seat), sehingga tidak harus menyewa satu pesawat penuh. Sementara untuk rute-rute khusus dan destinasi eksklusif akan tersedia layanan charter atau sewa pesawat.
Banyuwangi Naik Kelas ke Wisata Premium
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif kehadiran Santai Seaplane yang dinilai akan menjadi katalis penting bagi peningkatan kualitas sektor pariwisata Banyuwangi. Menurut Ipuk, kehadiran layanan wisata udara premium akan memperluas akses wisatawan sekaligus memperkuat citra Banyuwangi sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Baca juga: Banyuwangi Diserbu 90 Ribu Wisatawan Saat Libur Panjang, Hotel Penuh dan Destinasi Membludak
“Kehadiran layanan pariwisata udara premium ini kami harapkan semakin memperluas jangkauan wisata Banyuwangi dan menunjukkan kesiapan Banyuwangi sebagai destinasi wisata global,” ujar Ipuk.
Ia menambahkan, selama beberapa tahun terakhir Banyuwangi terus berupaya mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan berkualitas, tidak hanya mengejar jumlah kunjungan wisatawan tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi yang dihasilkan. Dengan hadirnya Santai Seaplane, Banyuwangi diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan premium, memperluas konektivitas antar-destinasi, serta memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan pariwisata nasional.
Pertemuan tersebut turut dihadiri General Manager Bandara Banyuwangi Mohammad Holik Muardi serta Direktur Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi Capt. Daniel D. Rumani sebagai bagian dari dukungan pengembangan ekosistem aviasi dan pariwisata di Banyuwangi.
Editor : Andi Setiawan