Jurnas.net – Terungkapnya sebuah grup media sosial di kawasan Surabaya Timur yang diduga berkaitan dengan aktivitas perilaku seksual menyimpang menjadi perhatian berbagai kalangan. Menyikapi fenomena tersebut, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, mengajak masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan karakter, serta nilai-nilai agama dan moral sebagai benteng utama menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital.
Menurut Lilik, perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Namun di sisi lain, ruang digital juga membuka peluang munculnya berbagai pengaruh negatif yang berpotensi memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda jika tidak disikapi dengan bijak.
Baca juga: Warga Lansia Tewas di Proyek Margorejo, Lilik Desak Pemkot Surabaya Evaluasi Total Proyek Konstruksi
“Sebagai wakil rakyat, saya mengajak seluruh masyarakat Surabaya untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai agama, moral, budaya, dan ketahanan keluarga yang selama ini menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat,” kata Lilik, Senin, 15 Juni 2026.
Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur itu menilai fenomena yang berkembang di media sosial perlu disikapi secara proporsional dengan mengedepankan langkah-langkah preventif melalui edukasi, pembinaan, dan penguatan karakter sejak dini. Menurutnya, masyarakat harus memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar mampu menyaring berbagai informasi, kampanye, maupun gaya hidup yang beredar di ruang digital dan tidak serta-merta menerima seluruh pengaruh yang datang dari luar.
“Di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh global, masyarakat perlu lebih bijak dalam menyaring berbagai kampanye maupun gaya hidup yang belum tentu sejalan dengan nilai-nilai budaya, agama, dan norma sosial yang dianut mayoritas masyarakat Indonesia,” katanya.
Lilik menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Karena itu, penguatan peran keluarga dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga generasi muda agar tumbuh dengan identitas yang kuat dan memiliki pegangan moral yang kokoh. “Yang perlu kita kuatkan adalah edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya membangun keluarga yang sehat, menjaga akhlak, memperkuat pendidikan karakter, serta menciptakan lingkungan sosial yang positif dan produktif,” ujarnya.
Selain keluarga, Lilik menilai keberhasilan pembinaan generasi muda juga membutuhkan dukungan berbagai pihak. Mulai dari sekolah, tokoh agama, pemerintah, hingga lingkungan sosial harus hadir secara bersama-sama untuk memberikan pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan.
“Sinergi antara orang tua, sekolah, tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah sangat penting agar anak-anak kita tumbuh dengan jati diri yang kuat serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tren yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa,” jelasnya.
Lebih lanjut, legislator asal Daerah Pemilihan Surabaya itu mengingatkan agar masyarakat tidak menyikapi persoalan sosial dengan pendekatan yang mengedepankan stigma maupun saling menyalahkan. Sebaliknya, diperlukan langkah yang lebih konstruktif melalui edukasi, dialog, dan pembinaan yang berkelanjutan.
Baca juga: Kasus TBC Mengganas di Surabaya Sepanjang 2026, DPRD Jatim Minta Pemerintah Bergerak Lebih Agresif
“Mari kita hadapi berbagai persoalan sosial dengan mengutamakan dialog, edukasi, serta pembinaan yang baik mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat. Dengan cara itu, kita bisa membangun generasi yang lebih kuat, berkarakter, dan memiliki ketahanan menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.
Menurut Lilik, penguatan ketahanan keluarga, pendidikan karakter, dan nilai-nilai moral merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk menjaga kualitas generasi penerus sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat di tengah dinamika perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat.
“Jika keluarga kuat, pendidikan karakter berjalan baik, dan lingkungan sosial memberikan dukungan positif, maka generasi muda akan memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” pungkasnya.
Editor : Risfil Athon