Warga Surabaya Gagal Daftar Haji Akibat Listrik Padam, Ini Penjelasan PLN

Reporter : Wulansari
Pelayanan di kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Surabaya. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net – Pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Surabaya dan sekitarnya kembali menuai keluhan masyarakat. Kali ini, gangguan pasokan listrik berdampak langsung pada layanan publik setelah operasional Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kota Surabaya terhenti akibat listrik padam selama beberapa jam.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah warga yang datang untuk mengurus administrasi dan pendaftaran haji terpaksa menunda proses pelayanan karena sistem pelayanan berbasis digital tidak dapat beroperasi.

Baca juga: PLN UIT JBM Luncurkan WANI GERAK SEHAT, Perkuat Budaya Kerja Sehat dan Produktif

Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (19/6/2026), aktivitas pelayanan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Surabaya yang berada di Jalan Tegalsari sempat terganggu akibat pemadaman listrik yang berlangsung sejak siang hari. Kondisi tersebut membuat sejumlah layanan administrasi tidak dapat berjalan normal karena seluruh sistem pelayanan bergantung pada jaringan listrik dan perangkat teknologi informasi.

Salah satu warga yang terdampak adalah Zainal (25), warga Kapas Madya Surabaya. Ia mengaku sengaja datang ke PLHUT Surabaya untuk mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji dan mendapatkan nomor porsi keberangkatan. Namun harapannya pupus karena pelayanan tidak dapat dilakukan akibat pemadaman listrik.

“Saya datang untuk mengurus pendaftaran haji dan mengambil nomor porsi. Tetapi ketika sampai di kantor, listrik sedang padam sehingga sistem pelayanan tidak bisa berjalan. Akhirnya saya tidak bisa menyelesaikan proses pendaftaran hari ini,” kata Zainal.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengecewakan karena masyarakat telah meluangkan waktu khusus untuk mengurus administrasi yang berkaitan dengan ibadah haji. Ia berharap ada langkah antisipasi agar pelayanan publik tetap berjalan meski terjadi gangguan pasokan listrik.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lainnya yang datang ke PLHUT Surabaya. Mereka menilai pemadaman listrik yang terjadi berulang kali tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga dan usaha, tetapi juga berdampak pada pelayanan publik yang membutuhkan sistem digital dan jaringan internet.

Baca juga: Tim PDKB PLN Madiun Perbaiki Jaringan Tegangan Tinggi Tanpa Padamkan Listrik

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Dana Puspita Sari, menjelaskan bahwa kondisi sistem kelistrikan Jawa saat ini masih dalam keadaan terkendali. Namun demikian, PLN terpaksa melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah sebagai langkah menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan.

Menurut Dana, kebijakan tersebut dilakukan karena adanya kendala teknis operasional pada beberapa pembangkit listrik, termasuk gangguan pada dua unit pembangkit besar yang menyebabkan penurunan kemampuan pasokan listrik dalam sistem.

“Sistem kelistrikan Jawa saat ini tetap beroperasi dan terkendali. Namun untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di beberapa wilayah,” kata Dana, dalam keterangan resminya.

Dana mengatakan bahwa PLN saat ini terus melakukan berbagai langkah percepatan pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain serta melakukan pengaturan operasi sistem agar keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik tetap terjaga. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap masyarakat sekaligus memastikan pemulihan sistem dapat berlangsung secepat mungkin.

Baca juga: Siswa Kediri Belajar Sistem Listrik di Gardu Induk PLN Banaran Sejak Dini

“Kami terus berupaya melakukan percepatan pemulihan dan optimalisasi pasokan listrik dari berbagai sumber pembangkit yang tersedia. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan dihentikan secara bertahap setelah kondisi pasokan sistem kembali normal,” katanya.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak pemadaman listrik, termasuk masyarakat yang mengalami gangguan aktivitas maupun pelayanan publik akibat kondisi tersebut. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan pemulihan agar pasokan listrik kembali normal,” pungkas Dana.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keandalan pasokan listrik, terutama bagi layanan publik yang seluruh proses operasionalnya telah terintegrasi dengan sistem digital. Ketika listrik padam, pelayanan administrasi masyarakat pun ikut terhenti, termasuk pelayanan yang berkaitan dengan proses pendaftaran ibadah haji yang menjadi kebutuhan penting bagi warga.

Editor : Risfil Athon

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru