Menghargai Diri Sendiri, Catatan Subuh dari Bentangan Tambang Tanah Jawa

author jurnas.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy Cicit Brawijaya V, Raja Majapahit Founder & Owner BIG — Bandar Indonesia Grup
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy Cicit Brawijaya V, Raja Majapahit Founder & Owner BIG — Bandar Indonesia Grup

Oleh: HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy

Ada satu kebiasaan yang diam-diam kita rawat bersama: kita begitu fasih menceritakan kehebatan orang lain.

Dengan bangga kita sebut nama-nama besar. Dengan bahagia kita ulang kisah pencapaian mereka. Kita hafal angka kekayaan orang lain, hafal liku sukses orang lain, hafal sejarah hidup orang lain.  Sampai lupa membaca sejarah hidup kita sendiri.

Berapa banyak dari kita yang pernah berhenti sejenak, menatap diri sendiri, lalu bertanya pelan: apa sesungguhnya yang sudah Tuhan titipkan pada saya, dan sudahkah titipan itu saya maksimalkan?

Sedikit. Sangat sedikit.

Dan minggu ini saya sadar, saya pun pernah termasuk orang yang banyak memiliki tetapi lupa menghitung.

*DELAPAN TAHUN YANG NYARIS SAYA LUPAKAN*

Saya mulai mengapling tambang Tanah Jawa sejak 2018. Delapan tahun lalu. Rentang waktu yang cukup panjang untuk membangun sesuatu. Dan ternyata cukup panjang pula untuk lupa pada apa yang sudah dibangun.

Minggu ini saya menemani seorang kawan, pengusaha batu bara dari Tiongkok, menyusuri bentangan ratusan tambang saya di Gresik, Lamongan, dan Tuban. Kami berjalan dari satu titik ke titik lain. Bukit demi bukit. Kapling demi kapling. Ia menatap hamparan itu dengan mata seorang pemburu peluang, sementara saya menatapnya dengan mata seorang pemilik yang baru pulang ke rumahnya sendiri.

Di tengah perjalanan itulah saya seperti dipertemukan kembali dengan diri saya sendiri.

*INILAH YANG SESUNGGUHNYA ADA DI TANGAN SAYA*

Pertama, dolomit. Saya pemilik tambang dolomit di Gresik, Lamongan, dan Tuban. Pabrik dolomit terbesar di Indonesia hari ini adalah Polowijo Gosari / Magnesium Gosari. Namun berdasarkan pemetaan yang saya lakukan sendiri di lapangan, luas tambang dolomit mereka bahkan belum sampai sepuluh persen dari luas tambang dolomit saya.

Kedua, kapur industri dan kalsium karbonat. Dua ratus tujuh puluh tiga lokasi tambang. Terbentang di delapan kabupaten dan dua provinsi: Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Gresik, Lamongan, dan Tuban di Jawa Timur; serta Rembang di Jawa Tengah.

Pemain terbesar kapur industri di negeri ini adalah Omya Indonesia, anak perusahaan Omya International, raksasa asal Swiss. Dahulu pabriknya hanya satu di Lamongan; kini dua di Lamongan dan satu di Rembang. 

Sementara kapur bakar yang dikirim ke smelter emas Freeport dan smelter nikel dipasok oleh Penta Wira, dengan pabrik di Tuban. Satu-satunya perusahaan kapur bakar yang memasok industri smelter di Indonesia.

Silakan jumlahkan tambang kapur Omya Indonesia dengan tambang kapur Penta Wira. Lalu kalikan dua ratus. Dipastikan, luas tambang kapur saya masih lebih besar.

Maka izinkan saya menyebut diri saya dengan satu nama: RAKAI — Raja Kapur Indonesia.

Ketiga, pasir silika. Dan justru dari silika inilah saya tertegun minggu ini. Xinyi di JIIPE membeli pasir silika seharga Rp440.000. Asahimas di Sidoarjo membelinya seharga Rp525.000. Sementara biaya produksinya hanya Rp200.000. Artinya margin Rp240.000 untuk Xinyi, dan Rp325.000 untuk Asahimas.

Dan pemilik tambang silika terbesar di Tuban tidak lain adalah saya sendiri.

*YANG MEMBUAT SAYA TERDIAM: HILIRISASI*

Kesadaran kedua datang lebih menghentak. Selama ini saya melihat tambang sebagai tambang. Padahal nilai sesungguhnya baru terbuka ketika hasil tambang tidak lagi dijual mentah, melainkan diolah sendiri di pabrik sendiri.

Dolomit, bila dibangunkan pabrik dan diolah menjadi Mesh 100, dihargai Rp450.000 dengan margin Rp200.000. Kapur industri, diolah menjadi Mesh 800, dihargai Rp750.000 dengan margin Rp250.000. Kapur bakar, diolah menjadi bubuk halus, dihargai Rp1.400.000 dengan margin Rp500.000.

Margin dolomit dan kapur berkisar antara 13 hingga 28 dolar Amerika per ton.

Batu bara dan nikel — dua kata yang selalu membuat orang menoleh — ternyata tidak ada apa-apanya dibandingkan dolomit, kapur, dan silika di Gresik, Lamongan, dan Tuban. Dan angka itu melangit begitu hilirisasi dijalankan. Inilah nilai tambah yang selama ini rajin kita pidatokan, tetapi jarang kita kerjakan.

Perputaran bisnis industri dolomit, kapur industri, kapur bakar, dan pasir silika di tiga kabupaten itu saya perkirakan mencapai Rp60.000.000.000.000 — enam puluh triliun rupiah setiap tahun.

Dan sejak 2018, tanpa saya sadari sepenuhnya, saya sudah berdiri tepat di jantungnya.

*SUBUH ITU*

Subuh Ahad, 2 Agustus 2026, pukul 04.45 WIB, saya duduk sendirian dan menyadari satu hal yang sederhana namun selama ini luput: saya belum cukup menghargai diri saya sendiri.

Hanya butuh tiga bulan perjalanan untuk meneguhkan keyakinan itu. Di Gresik, Lamongan, dan Tuban, saya jauh lebih besar daripada Polowijo Gosari, Omya Indonesia, dan Penta Wira — sekalipun ketiganya disatukan.

Dan dari situ satu kata lama kembali menemukan tenaganya: BERDIKARI. Berdiri di atas kaki sendiri. Bukan slogan berdebu dari buku sejarah, melainkan pilihan sikap yang harus diambil ulang setiap pagi.

Saya menuliskan semua ini bukan untuk membusungkan dada. Arogansi, takabur, ujub, dan sombong adalah pintu tercepat menuju kejatuhan. 

Saya menuliskannya karena saya percaya menghargai diri sendiri adalah bagian dari syukur, dan menyia-nyiakan potensi adalah bentuk lain dari kufur nikmat.

Sebab mata kita punya hak atas diri kita. Badan kita punya hak. Anak-anak kita punya hak. Istri-istri kita punya hak. Dan Tuhan kita, Dialah yang paling berhak atas segala yang Dia titipkan kepada kita.

Maka berhentilah sibuk menghitung kekayaan orang lain. Mulailah menghitung titipan Tuhan pada dirimu sendiri. Syukuri, lalu maksimalkan sampai batas terjauh yang sanggup kau tempuh. Karena pencapaian terhebat dalam sejarah hidupmu tidak akan pernah ditulis oleh orang lain.

Mari kita jayarayakan NKRI, lalu berangkat berekspedisi menaklukkan banyak negeri.

Salam Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy
Cicit Brawijaya V, Raja Majapahit
Founder & Owner
BIG — Bandar Indonesia Grup

Berita Terbaru

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas …

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab…

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Jurnas.net – Penanganan dugaan peredaran rokok ilegal oleh Polres Probolinggo menjadi sorotan setelah dua orang yang dipersoalkan massa demonstran disebut d…

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net – Direktorat Siber Polda Jawa Timur mengungkap dugaan penyalahgunaan data kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) y…

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…